<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272</id><updated>2012-02-15T23:36:54.244-08:00</updated><category term='cerita Meme'/><category term='in English'/><category term='photo'/><category term='A day out'/><category term='Cerita Liputan'/><category term='backpacking'/><category term='interestingness'/><category term='video'/><category term='sofia'/><category term='music'/><category term='curhat'/><category term='opini'/><category term='cerita pendek'/><category term='Music of the day'/><title type='text'>scriptorium</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>60</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-3196021387647726032</id><published>2010-08-27T06:09:00.001-07:00</published><updated>2011-09-27T02:48:54.544-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Meme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Hanya Kasat Mata</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meme  ingat, matahari telah  menghilang di balik lautan, hanya menyisakan  semburat merah di langit.  Dari ketinggian 45 meter Meme membuang pandang  ke batas langit, laut  berwarna biru gelap dan tampak tenang. Lalu ia  kembali menundukkan  wajah memandang tali elastis yang mengikat kedua  kakinya. Tepat dibawah  sana, warna biru terang air kolam renang sama  sekali tidak membuat  gadis itu berselera untuk merasakan segarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meme   sedang sibuk menenangkan aliran deras adrenalin di seluruh tubuhnya  dan  ia sedang berusaha membuat kakinya menuruti perintah otak untuk   melompat. Tapi, kakinya seperti punya pikiran sendiri, menolak   mentah-mentah perintah untuk terjun dari ketinggian tersebut. Meme   merasa telah berjam-jam berdiri di ujung papan&amp;nbsp;&lt;i&gt;bungy jumping&amp;nbsp;&lt;/i&gt;itu   hingga akhirnya dengan sebuah teriakan lantang ia berhasil memajukan   bagian atas tubuhnya dan menjatuhkan diri ke udara, jantungnya langsung   berasa jatuh ke kolam renang di bawah. Pikiran terakhir yang melintas   berhasil mengomando aksi terjun itu adalah, “Kalau aku memang harus   mati, maka aku akan mati."&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi  ia tidak mati, jantung  yang sempat jatuh itu kini tenang kembali, “Enak  juga ternyata,”  pikirnya sambil menikmati pemandangan jungkir balik,  “Waah! Aku mau  lama-lama!” serunya gembira.&amp;nbsp; Ia senang telah mengalahkan  ketakutannya  walau ketika diajak melompat untuk kedua kalinya, Meme  menjawab kalem,  “Ehm, hal-hal seperti ini kan hanya untuk dirasakan  sekali seumur  hidup.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam  itu, sambil mendengar temannya ngorok,  Meme terpekur mengingat sebuah  percakapan dengan Seseorang yang kurang  senang atas kesukaannya  ‘jalan-jalan’. Ia ingat hobinya dianggap oleh  si Seseorang sebagai  sebuah tindakan hura-hura, dan tanpa mengetahui  rasa marah dan sedih  yang berkecamuk dalam dada Meme atas tuduhan itu,  si Seseorang  melanjutkan khotbah ketidaksukaannya, “Jangan terus  jalan-jalan, lebih  baik kamu duduk di rumah, beribadah dan mengingat  Tuhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengingat  Tuhan…” ulangnya, ketiba tiba-tiba  rangkaian peristiwa membanjiri  ingatan Meme, ia melihat mendengar dan  merasakan lagi berbagai  pengalaman yang ia alami. ‘Para mentor’ yang  tak kenal lelah mengajarkan  rasa hormat atas hak makhluk lain, tanggung  jawab atas alam, toleransi  dan simpati kepada manusia-manusia tak  dikenal, serta kesadaran atas  betapa tipis garis antara hidup dan mati,  serta rasa syukur.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gadis   itu memang bukan petualang yang sering kita lihat di National  Geograpic  (walaupun ia sangat ingin), ia tidak pernah berhadapan dengan  seekor  singa liar di alam bebas. Tapi Meme sadar dalam setiap  perjalanan banyak  peristiwa yang mungkin terjadi, “Tak usah jauh,”  pikir Meme, “Berbicara  tentang transportasi saja sudah membuat aku  ingat mati tiga kali lipat  lebih sering daripada kalau aku hanya duduk  di rumah yang tenang dan  nyaman,”&amp;nbsp; pekurnya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memori   membawa Meme kembali ke kapal nelayan sepanjang 25 meter-an yang   mengangkut turis serta sayur mayur ke Nusa Lembongan - pulau kecil yang   membutuhkan 2 jam waktu tempuh dari Sanur, Bali - yang over kapasitas,   betapa gampang kapal itu terbalik jika tiba-tiba ada ombak besar   menerjang. Meme berada di sebuah hotel kecil dan suram di Pulau Rote,   ketakutan ketika demam tinggi melanda, tak ada rumah sakit di pulau itu,   kalau sampai parah keadaan tak akan terkontrol. Lalu pandangannya   beralih ke jalan lintas Sumatera dimana Meme sedang&amp;nbsp; memegangi perutnya   yang mual karena mabuk darat, tiba-tiba ia tersentak karena suara dan   goyang mobil yang hebat, kaca spion sebelah kanan Avanza perak yang ia   tumpangi baru saja disambar dengan kecepatan tinggi “Fuuh, tinggal   beberapa sentimeter lagi aku penyet,” pikirnya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam pesawat seri 737-800 yang sedang terbang dalam cuaca baik - sambil   mendengar lantunan Maki Madni, lagu berdurasi 15 menit yang dinyanyikan   Nusrat Fateh Ali Khan - Meme mengeluarkan buku&amp;nbsp; tulis merahnya dan   sebuah pulpen untuk mengusir perasaan galau yang masih saja   menggelantung di hati. Ia mulai menulis: “&lt;i&gt;Meme ingat, matahari telah menghilang di balik lautan, hanya menyisakan semburat merah di langit….&lt;/i&gt;.”&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah   menulis beberapa halaman ia melihat sekeliling, “Sepertinya pesawat   yang ini baik-baik saja,” pikirnya lega. Meme menggigit-gigit ujung   pulpennya, gaya khas ketika ia sedang berpikir, lalu membuka lembaran   baru, melanjutkan tulisannya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Tadi   kami telah berada dalam pesawat dan telah meninggalkan tempat parkir,   ketika tiba-tiba pilot mengumumkan melalui pengeras suara bahwa pesawat   harus kembali ke tempat parkir berhubung masalah teknis. Segera  setelah  pesawat berhenti mesin sebelah kiri diperiksa oleh para  tekhnisi,  katanya ada masalah dengan propeller. Meme tak tau apa itu  propeller dan  apa pula fungsinya, tapi akhirnya semua penumpang disuruh  turun dan  kembali ke ruang tunggu.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Di   ruang tunggu yang besar Bandara Ngurah Rai, Bali, ingatan Meme kembali   ke Bulan Mei 2007, ketika ia meliput sebuah kecelakaan pesawat yang   menewaskan 21 orang, termasuk seorang temannya. Hatinya kebat-kebit,   berharap si bos bersedia mengganti penerbangan besok&amp;nbsp; pagi, mencoba   menunda sesuatu yang buruk jikalau harus terjadi. “Tapi sepertinya tak   mungkin,” batinnya melihat si Bos yang kelihatan tak sabar untuk kembali ke Jakarta.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Saat   itu Meme memandang wajah-wajah penumpang lain, ia terpana, sikap  mereka  begitu tenang. Ketika akhirnya gadis itu terbang lagi dengan  pesawat  yang (syukurnya) berbeda, Meme secara diam-diam memberikan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;thumbs up&lt;i&gt;&amp;nbsp;kepada   setiap penumpang, karena rasanya semua orang ini menguar-uarkan   kata-kata tanpa suara: “Hey,&amp;nbsp; tak ada yang bisa kita lakukan untuk   mencegahnya. Kalau sudah waktunya,&amp;nbsp; bernyaman-nyaman di tempat tidur   kamu juga bakal tetap 'pergi'.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Meme   tersenyum, “Tuhan itu memang berbicara dalam banyak bahasa,” batinnya,   "Melalui alam, makhluk lain atau suatu peristiwa, tinggal bagaimana  kita  mau mendengarNya."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Tiba-tiba   Meme ingin mengirim jawaban atas protes si Seseorang melalui angin  pada  ketinggian 38 ribu kaki, “Kamu tahu, aku rasa Ia berbicara kepada   setiap individu dengan cara yang berbeda. Ia kan memang lebih tahu,”   tutupnya sebelum mengembalikan meja dan menegakkan sandaran kursi. &lt;/i&gt;Pesawat sedang bersiap untuk mendarat.&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-3196021387647726032?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/3196021387647726032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=3196021387647726032' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/3196021387647726032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/3196021387647726032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2010/08/hanya-kasat-mata_7470.html' title='Hanya Kasat Mata'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-6509610185008395574</id><published>2010-08-20T11:31:00.000-07:00</published><updated>2011-12-01T01:37:19.599-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><title type='text'>Getar Jeff Buckley</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_SJrYhEXyh74/SuLhxKg63bI/AAAAAAAABcc/QPru8l9lAGI/s1600/JeffBuckley2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://3.bp.blogspot.com/_SJrYhEXyh74/SuLhxKg63bI/AAAAAAAABcc/QPru8l9lAGI/s200/JeffBuckley2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Entah itu karena cara ia bernyanyi yang penuh penghayatan, entah&amp;nbsp; karena getar dalam suaranya, entah itu karena desahannya, tapi ketika Jeffrey Scott "Jeff" Buckley bernyanyi ia menimbulkan efek yang luar biasa bagiku. Efek yang tak akan pernah mampu dimunculkan oleh para biduan yang lagu-lagunya masuk dalam daftar nada dering telepon. Didukung musik yang kaya, Jeff buckley, si penyanyi asal Amerika yang (sayangnya) meninggal pada usia 30 tahun akibat tenggelam itu bagiku adalah salah seorang musisi paten yang pernah hadir di dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khusus suaranya dan cara ia bernyanyi, didukung musik yang kaya dan lirik yang kuat menimbulkan reaksi rumit dalam perutku baik itu ketika ia menyanyikan lagu kencang seperti 'Grace', lagu lamban seperti 'Lover, you should've come over' atau yang berirama sureal seperti 'Corpus Christy Carol'.&amp;nbsp; Berkali-kali mendengar Jeff Buckley berarti berkali-kali pula aku merasa keluar dari&amp;nbsp; 'kulit kasar', mendapati dan mendengarkan kegelisahan yang muncul dari jauh di dalam perut, entah itu nyata atau hanya halusinasi sementara, tapi suara dan lagunya memang memancing imaginasi. &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Ia menimbulkan kegelisahan-kegelisahan mengenai masa lampau yang tak mungkin dapat diingat, masa depan yang tak pasti adanya dan kehidupan yang sedang dijalani sekarang.&amp;nbsp; Ia mengembarakan pikiran ke masa ketika aku belum lahir di kehidupan saat ini, kedalam situasi dimana aku ingin berada saat ini. Mimpi-mimpi yang terkubur dan yang diharap masih dapat tercapai, rasa putus asa karena kungkungan kenyataan dan rasa yakin akan kekuatan untuk memutus belenggu itu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Energi positif dan negatif semua bercampur aduk dalam satu pusaran yang memusingkan. Ketika suara Jeff Buckley meninggi, dalam waktu yang bersamaan ia memompa semangat dan membanting asa. Ketika bersenandung lembut, ia menyuntikkan kesedihan dan keindahan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suaranya membuatku ingin berontak. Meninggalkan pengkotak-kotakan - bahkan kotak paling kasar itu, tentang laki-laki dan perempuan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Bagaimanapun, sepertinya aku cukup bodoh untuk mencoba menafsirkan musik dalam bentuk tulisan....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-6509610185008395574?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/6509610185008395574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=6509610185008395574' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/6509610185008395574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/6509610185008395574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2010/08/getar-jeff-buckley.html' title='Getar Jeff Buckley'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_SJrYhEXyh74/SuLhxKg63bI/AAAAAAAABcc/QPru8l9lAGI/s72-c/JeffBuckley2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-3385597197842381062</id><published>2010-07-28T03:31:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T21:39:30.162-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='video'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Music of the day'/><title type='text'>Dangdut is the Music of My country</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Okelah, kita semua tahu Bangsa Indonesia ini luar biasa kaya kebudayaannya dan indah alamnya. Tapi, dibalik keindahan dan kekayaan itu, kita semua merasa bahwa sejak reformasi 1998, karena semua orang bebas berpendapat jadi banyak juga yang tidak malu-malu mengeluarkan pendapat yang mendiskreditkan orang lain, baik itu dari agamanya maupun dari kebudayaannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan karena sedang mikir tentang perbedaan dan persatuan rakyat NKRI ini, tiba-tiba jadi terngiang lagu yang sangat mewakili perasaan: Dangdut is the music of my country by project pop, "Siapa tidak mengakui perbedaan,&amp;nbsp;Tidak pernah diajari di skolahan, Semua orang macam-macam diciptakan, Cakep atau jelek smua punya perasaan"."  Apakah yang dapat menyatukan kita...Salah satunya dengan musik".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/0gKkSr6dQkg&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/0gKkSr6dQkg&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ya, musik Dangdut, musik yang dianggap kampungan dan hanya disukai kalangan kelas bawah alias orang-orang tak berduit.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;'Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi). Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyebutan nama "dangdut" merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat kelas pekerja saat itu. Dangdut kontemporer telah berbeda dari akarnya, musik Melayu, meskipun orang masih dapat merasakan sentuhannya.'&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;* Dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dangdut"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Wikipedia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan inilah daftar lagu dangdut sepanjang masa favoritku! (ps: urutan lagu gak menentukan urutan kecintaan)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/C7V1_NoXlEw&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/C7V1_NoXlEw&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/IYqP7PfiuKA&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/IYqP7PfiuKA&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/rwlkSy1Dn9M&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/rwlkSy1Dn9M&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini mungkin gak termasuk lagu dangdut, tapi aku suka banget! Yang ini dinyanyikan Bing Slamet, tapi aku beruntung pernah ngeliat Tika And The Dissident nyanyi lagu ini. Keren Abis! Yang tiap tahun dulunya selalu nonton pilem G 30 S PKI pasti tahu lagu ini. Enjoy the beauty of this song!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Kt23kMYyrzo&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Kt23kMYyrzo&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;"Genjer-genjer" adalah lagu populer berbahasa Osing yang diciptakan oleh seniman asal Banyuwangi, Muhammad Arief, pada tahun 1940-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945), petani di pedesaan sama sekali tidak mampu mengolah lahan karena kebanyakan pria dikerahkan untuk mendukung romusha. Akibatnya terjadi kekurangan pangan dan orang terpaksa memakan segala yang tersedia di lingkungan rumah. Banyak di antaranya yang mengonsumsi genjer, suatu gulma sawah yang sangat pesat tumbuh. Lagu ini memotret situasi pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kemerdekaan Indonesia, lagu "Genjer-genjer" menjadi sangat populer setelah banyak dibawakan penyanyi-penyanyi dan disiarkan di radio Indonesia. Penyanyi yang paling dikenal dalam membawakan lagu ini adalah Lilis Suryani dan Bing Slamet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Demokrasi Terpimpin (1959-1966), Partai Komunis Indonesia (PKI) melancarkan kampanye besar-besaran untuk meningkatkan popularitas. Lagu ini, yang menggambarkan penderitaan warga desa, menjadi salah satu lagu propaganda yang disukai dan dinyanyikan pada berbagai kesempatan. Akibatnya orang mulai mengasosiasikan lagu ini sebagai "lagu PKI".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Gerakan 30 September pada tahun 1965 yang melibatkan PKI membuat rezim Orde Baru yang anti-komunisme melarang disebarluaskannya lagu ini. Menurut versi TNI, para anggota Gerwani dan Pemuda Rakyat menyanyikan lagu ini ketika para jendral yang diculik diinterogasi dan disiksa. Peristiwa ini digambarkan pada film Pengkhianatan G 30 S/PKI besutan Arifin C. Noer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aksi "pembersihan" terhadap komunis di tahun 1966-1967 di Indonesia, Muhammad Arief, pencipta lagu "Genjer-genjer" meninggal dibunuh akibat dianggap terlibat dalam organisasi massa onderbouw PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berakhirnya rezim Orde Baru pada tahun 1998, larangan penyebarluasan lagu "Genjer-genjer" secara formal telah berakhir. Lagu "Genjer-genjer" mulai beredar secara bebas melalui media internet. Walaupun telah diperbolehkan, masih terjadi beberapa kasus yang melibatkan stigmatisasi lagu ini, seperti terjadinya demo sekelompok orang terhadap suatu stasiun radio di Solo akibat mengudarakan lagu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan kedalam Bahasa Indonesia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genjer-genjer ada di lahan berhamparan&lt;br /&gt;Genjer-genjer ada di lahan berhamparan&lt;br /&gt;Ibunya anak-anak datang mencabuti genjer&lt;br /&gt;ibunya anak-anak datang mencabuti genjer&lt;br /&gt;Dapat sebakul dipilih yang muda-muda&lt;br /&gt;Genjer-genjer sekarang sudah dibawa pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genjer-genjer pagi-pagi dibawa ke pasar&lt;br /&gt;Genjer-genjer pagi-pagi dibawa ke pasar&lt;br /&gt;Ditata berjajar diikat dijajakan&lt;br /&gt;Ditata berjajar diikat dijajakan&lt;br /&gt;Ibu saya beli genjer dimasukkan dalam tas&lt;br /&gt;Genjer-genjer sekarang akan dimasak&lt;br /&gt;*Dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Genjer-genjer"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Wikipedia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-3385597197842381062?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/3385597197842381062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=3385597197842381062' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/3385597197842381062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/3385597197842381062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2010/07/dangdut-is-music-of-my-country.html' title='Dangdut is the Music of My country'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-6644826212126356601</id><published>2010-07-21T21:24:00.000-07:00</published><updated>2010-07-21T21:45:16.917-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Liputan'/><title type='text'>Romantisme Hotel Turismo</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Wgdc16bzNsE/S5-4bSYtgWI/AAAAAAAAA3k/SMJTv9PqH_s/s1600/turismo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://4.bp.blogspot.com/_Wgdc16bzNsE/S5-4bSYtgWI/AAAAAAAAA3k/SMJTv9PqH_s/s200/turismo.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kamar besar itu berasa seperti sudah berusia seratus tahun, berukuran sekitar 5x5 meter dengan dinding-dinding yang cat putihnya telah berwarna kuning. Perabotan yang sudah ketinggalan zaman terdiri dari sebuah tempat tidur dengan dua meja di sisinya serta sebuah meja kerja. Suasana kamar remang-remang pada siang hari dan dan pada malam hari redup oleh cahaya lampu neon putih berwatt rendah. Satu-satunya bagian terbaik dari kamar itu adalah taman rimbun yang terletak tepat didepannya. Pohon kakao  dan pepohonan rindang lain ditata sedemikian rupa melindungi kursi-kursi taman di halaman dalam Hotel Turismo dari hujan dan terik matahari kota Dili, Timor Leste.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu tahun 2007, di Hotel Turismo aku sempat menginap  sekitar tiga malam. Saat itu banyak teman-teman wartawan bercerita tentang Hotel Turismo, beberapa sengaja menakut-nakuti dengan cerita tentang tubuh-tubuh tanpa kepala yang bergelimpangan di kamar-kamar Hotel Turismo pada tahun 1975 (ketika pertama kali Indonesia menduduki Timor Leste). Walaupun mereka bercanda ataupun tidak, aku benar-benar merasa takut berada di kamar hotelku pada malam hari.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja waktu itu ada hotel yang lebih baik aku pasti tidak akan memilih Hotel turismo. Tapi banyak jurnalis asing kembali mengunjungi Timor Leste untuk meliput pemilu perdana itahun 2007, apalagi suasana di Timor Leste masih tegang paska konflik 2006 yang saat itu masih berkelanjutan. Setiap hotel di Dili penuh, selain jurnalis, staff PBB juga masih banyak yang diinapkan di hotel, jumlah hotel di Dili pun dapat dihitung dengan sepuluh jari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu Timor-Timur sedang melaksanakan pemilu pertama setelah lepas dari Indonesia dan diakui sebagai Negara merdeka pada tahun 2002. Setahun sebelumnya, Timor Leste mengalami krisis dan konflik internal yang dipicu oleh 600an tentara yang keluar dari satuannya. Berlanjut mengakibatkan ratusan ribu orang mengungsi dari rumah mereka dan mendirikan desa-desa tenda di Dili dan sekitarnya, PBB kembali turun tangan membantu keamanan di negara kecil itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/TEfLYDtlHtI/AAAAAAAAAfU/KftfmpkUM6U/s1600/novo+turismo.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="128" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/TEfLYDtlHtI/AAAAAAAAAfU/KftfmpkUM6U/s200/novo+turismo.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Satu minggu lalu aku mendapat kesempatan untuk kembali ke Dili. Banyak bangunan baru gedung pemerintah nan megah (walau perumahan b masyarakatnya tak banyak berubah). Tapi tak ada Hotel Turismo, hotel tua yang berdiri pada tahun 1967  itu telah dihancurkan. Yang tersisa hanya plang nama hotel tersebut serta dua sayap kiri dan kanan. Bagian yang lain telah dihancurkan untuk kemudian dibangun kembali dengan nama Novo Turismo. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak ada yang luar biasa karena kota Dili tengah berbenah dengan infrastrukturnya, wajar saja kalau hotel tua itu diganti dengan yang baru. Sampai akhirnya Joao Pereira muncul. Laki-laki itu telah bekerja di hotel tersebut dari masa Portugis, Indonesia dan saat ini Timor Leste merdeka.  Ia masih menjadi saksi hidup sejarah yang disumbangkan Hotel turismo beserta tamu-tamunya dalam rentang waktu lebih dari 40 tahun bagi negara tetangga itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Joao Pereira juga dikenal dengan nama Joao Ingles, ia laki-laki berperawakan kecil berusia 70 tahun. Nama Ingles ia peroleh karena kemampuannya berbicara bahasa Inggris, selain itu ia mengaku mampu berbahasa Indonesia, sedikit Bahasa Jepang, sedikit Bahasa Perancis, dan dan beberapa bahasa daerah di Timor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Joao bercerita tentang tamu-tamunya, dari diplomat-diplomat, staff PBB, para jurnalis  asing yang pernah tinggal berbulan-bulan dan ia layani di restoran. Dari lima wartawan Australia yang dikenal sebagai 'Balibo Five', yang mati ditembak di Balibo, serta Roger East, wartawan Sidney Morning Herald yang 'hilang' pada masa-masa awal indonesia  tiba di  Timor Leste (kalau sudah nonton film Balibo pasti tahu).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi banyak wartawan, Hotel Turismo dan Joao pasti tak lekang dari ingatan. Tahun 1999 ketika Timor Leste lepas dari Indonesia, puluhan wartawan menginap di Hotel Turismo, bahkan beberapa media besar menjadikan kamar-kamar hotel itu sebagai kantor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi nanti, walaupun Hotel Turismo Baru berdiri dengan megahnya, tamu-tamu tak akan menemui Joao. Laki-laki itu kini ingin pensiun setelah melihat dan merasakan banyak hal di Hotel Turismo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alicia Goncalves, wanita berdarah campuran Timor dan Portugis yang pernah beberapa tahun bekerja sebagai manajer  Hotel Turismo mengatakan, "Hotel Turismo telah menjalani banyak hal, ia telah melihat banyak konflik, dari tahun 1975, tahun 1999, sampai yang terakhir 2006. Tapi ia tetap berdiri, sepertinya orang-orang menghormati tempat tersebut sebagai suatu tempat khusus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun 2007, ketika aku menginap disana, seorang fotografer senior Reuters mengatakan ia mempunya memori yang sangat dalam terhadap hotel itu, karena selama berbulan-bulan ia harus menjadikan kamar Hotel Turismo sebagai rumahnya. Mengalami berbagai pengalaman meliput referendum dan ketegangan serta teror yang dihadapi masyarakat  yang terjadi sebelum Timor lepas dari indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu itu, kalau ada hotel lain aku tidak akan menginap di Hotel Turismo, karena waktu itu pengertian dan pengetahuanku tentang romantisme sejarah Hotel Turismo nil. Tapi walaupun ingin, sekarang sudah tak mungkin lagi, karena tidak ada lagi Turismo tua yang kusam tapi ramah. Bagaimanapun aku bangga telah pernah merasakan jiwa Hotel Turismo Tua saat konflik terakhir di Timor Leste terjadi walau hanya beberapa hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*Hasil liputan ini dapat dibaca di koran &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.theaustralian.com.au/business/media/end-of-the-story-for-dili-haunt-of-press-gangs-of-old/story-e6frg996-1225893668630"&gt;The Australian.&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-6644826212126356601?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/6644826212126356601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=6644826212126356601' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/6644826212126356601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/6644826212126356601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2010/07/romantisme-hotel-turismo.html' title='Romantisme Hotel Turismo'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Wgdc16bzNsE/S5-4bSYtgWI/AAAAAAAAA3k/SMJTv9PqH_s/s72-c/turismo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-3118069731069540356</id><published>2010-06-21T02:28:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T02:45:58.516-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Skandal</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Oke, gak mau jadi munafik, aku mengakui, pada hari-hari pertama video itu muncul, memang &amp;nbsp;menjadi bahan pembicaraan yang seru, semua orang penasaran untuk melihat video mereka, dan ketika orang ketiga muncul, wah, lebih seru! Dan semua mencapai puncaknya waktu gosip tentang belasan nama selebritis perempuan keluar dalam sebuah daftar perempuan yang ditiduri dan direkam 'orang mirip Ariel’. Oke, kita semua tercengang; ada yang tercengang karena keberhasilan 'orang mirip Ariel' itu bercinta dengan wanita-wanita cantik berkulit putih mulus yang bahkan beberapa diantaranya telah menikah; Ada yang terpana karena betapa tak pantasnya skandal seks ini mendera Bangsa Indonesia yang sopan, baik hati dan beradat timur, yang berarti tidak menjunjung gaya hidup bebas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Oke, kita semua tercengang dan terpana dan bersemangat membicarakan kehidupan pribadi orang lain, yang kebetulan, sial buat mereka, terpapar kepada publik. Tapi kini skandal ini sudah memasuki minggu kedua, dan orang-orang masih membicarakannya? Duh, yasudah lah ya, sekarang ini berita udah 'gak lucu lagi'. Sampai hari ini (21/06/2010) pun media online masih &amp;nbsp;memberitakan masalah kamar tidur ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang paling bikin terkejut adalah skala liputan media terhadap kasus ini. Memang, segala yang berbau kelamin atau darah atau skandal pasti lebih menarik dibandingkan dengan berita mengenai peresmian PLTD di suatu tempat misalnya. Tapi, ketika media-media mainstream selama berhari-hari memfokuskan laporan mereka pada skandal seks ini, sepertinya agak berlebihan. Begitu juga para politisi, yang kalau dengan sebegini gencar mencoba menyelesaikan masalah utama negeri ini: Korupsi, mungkin kehidupan berbangsa dan bernegara kita akan lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang mengatakan, video seks seperti ini dapat merusak moral generasi muda. Tapi, apakah perusakan moral itu hanya dilakukan oleh si pembuat video, aku rasa enggak. Setiap orang berhak untuk membuat video apa saja, mau tentang anjing mereka, kucing yang lucu, adegan ganti baju, adegan seks, asal itu semua untuk konsumsi pribadi. &amp;nbsp;Gak perlulah yang ternyata juga ikut menyebarkan link dan ikut mentransfer video itu ke HP teman, dan minimal menggosipkan ikut-ikutan ceramah tentang moral rendah 'orang mirip Ariel dan cewek-ceweknya itu'. Karena, video ini yang menyebarkan juga masyarakat umum ini, buktinya si penyebar hanya mengunggah di satu website, tapi penyebarannya kencang dilakukan orang-orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan menulis ini berarti aku setuju tentang perbuatan para artis itu? Bukan itu intinya, aku tidak setuju maupun setuju, karena kehidupan pribadi orang adalah ranah yang sangat pribadi pula bagi orang itu. Tidak ada individu lain (apalagi yang tidak berhubungan) yang mempunyai hak untuk menjatuhkan vonis tertentu. Yang disayangkan hanyalah, karena para artis biasanya merupakan idola, dan idola kerap akan ditiru oleh penggemarnya, maka kita mengkhawatirkan terjadinya seks di kalangan remaja yang akhirnya menyebabkan kehamilan di usia 16an tahun. Jadi, apakah para idola harus menjaga diri dan moralnya? Ya. Terutama kalau buruk, paling tidak, jangan sampai menyebar ke publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi diluar itu, setiap individu mempunyai hak hidup dan menjalani kehidupannya dengan cara mereka, &amp;nbsp;yang tidak berhak dicampuri oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-3118069731069540356?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/3118069731069540356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=3118069731069540356' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/3118069731069540356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/3118069731069540356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2010/06/skandal.html' title='Skandal'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-7838867017141545168</id><published>2010-06-12T11:37:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T02:19:53.520-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Cinta Perempuan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://farm2.static.flickr.com/1096/4600997799_f2443c3cf6_m.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="http://farm2.static.flickr.com/1096/4600997799_f2443c3cf6_m.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak cowok bertanya-tanya, apa sih yang dibicarakan cewek-cewek ketika ngumpul. Kalau mereka tidak melihat berapa jumlah perempuan yang duduk di satu meja di belakang, mereka akan mengira ada belasan orang disana, ditilik dari ramai dan ributnya suara celotehan para cewek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, cewek kalau sedang kumpul akan membicakan apa saja. Topik paling baru tentang video Ariel (apalagi kalau ada diantara mereka yang jatuh cinta pada vokalis Peterpan itu terutama setelah melihat videonya :p). Atau tentang mode paling baru, gaya rambut apa yang paling cocok, tentang kerjaan, boss yang menyebalkan, cowok masing-masing, musik, si cowok keren di kantor atau kuliahan, atau politik dan anggota DPR yang tidak sensitif. &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin cowok-cowok akan berkata, “Kami juga ngobrol banyak hal, tapi gak harus ribut begitu.” Ha! Mereka memang tidak tahu, tapi itulah kelebihan cewek-cewek, kelebihan suara!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari cewek sekolahan, anak kuliahan, yang sudah atau belum menikah membutuhkan seorang teman cewek. Ada beberapa orang yang beruntung mempunyai suami yang sangat pengertian dan bisa jadi tempat curhat hebat, yang akan mengerti sepenuhnya keluh kesah dan kekhawatiran sang istri. Tapi, mengobrol dengan sesama perempuan memang berbeda, ada hal-hal yang ‘memang hanya perempuan yang mengerti’. Dan yang tak tertandingi tentu teriakan-teriakan mereka. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada perasaan sepi yang tidak dapat diisi oleh sang suami ataupun pacar dan keluarga. Ada rasa kangen atas jeritan-jeritan histeris ketika seorang teman cewek mengumumkan hari pernikahannya, atau bahwa dia akan menjadi seorang ibu, atau dia lulus sekolah tertentu, dapat kerjaan baru, bahkan hal-hal sepele seperti melihat jeans baru yang dipakai teman. Ada rasa ingin balik ke masa-masa dulu ketika jalan-jalan bareng teman ke suatu kota baru, backpacking bersama, ngobrol tak henti di perjalanan atau waktu ngecengin si cowok gondrong yang duduk di kursi depan. Ketika bersama mengadakan pijama party di kamar seorang teman, nonton film horor dan maksa teman cewek lain untuk menunggui ketika harus ke kamar kecil. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya teman-teman yang umur pertemanannya sudah belasan tahunpun kadang akan retak dan mendingin. Banyak sebab, dari jarak yang kini jauh, frekuensi pertemuan yang kini semakin jarang, atau yang lebih tragis karena masalah cowok yang menjadi penghalang, tanpa disadari menjadikan pertemanan yang dulu warna-warni menjadi kelabu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi, walaupun ada beberapa yang telah berwarna abu-abu, teman tetaplah teman, apalagi yang pernah mengisi hari-hari dengan tawa tak henti dan mendengar tangis sesama, mereka tidak hilang, tak pernah. Mereka hanya berganti wujud,&amp;nbsp; hidup di dalam hati dalam bentuk kenangan yang ketika hari ini diceritakan kisahnya, mereka masih dapat memberi senyum. Rasa peduli dan ingin tahu tentang kabar mereka adalah bukti sayang yang tetap ada. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti semua hubungan yang melibatkan perasaan, pasti ada rasa egois dan ingin menang sendiri, seberapapun kecil persentasenya. Baik itu hubungan dengan orang tua, pacar, suami dan teman, akan ada naik turun. Dan seperti semua hubungan itu pula, ada usaha-usaha yang perlu dilakukan untuk mempertahankannya. Karena semua hubungan yang baik mensyaratkan kerja keras dan pengertian, serta kadang kebersediaan untuk mengalah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap manusia, setiap perempuan pasti berubah atau berkembang sesuai dengan jalan hidup masing-masing. Ada sebuah pertanyaan, haruskah kita memaksakan teman yang kini telah berubah itu, padahal kita tak dapat mengikuti perubahan mereka, nilai-nilai dan cara pandang atau cara hidup yang kini berubah. Ada sebuah jawaban, teman akan tetap menjadi teman walau bagaimanapun teman kita itu akhirnya menjadi. Tapi ada pula yang menjawab bahwa orang tak selalu menjadi sama, dan ketika perbedaan itu terlalu besar kuaknya, tak terdapat lagi benang merah yang menjembatani perbedaan itu, maka jangan paksakan, karena ketika tidak ada lagi keikhlasan, maka kita atau mereka tak lagi menjadi teman yang sebenarnya. Berada di posisi manakah kita?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*Tulisan ini diperuntukkan bagi para perempuan, para sahabat, baik yang dipisah jarak maupun tidak. Juga bagi mereka yang kini telah hilang dan berubah wujud menjadi kenangan. Bagi mereka yang 'ada' aku berterima kasih dan mengucap cinta. Bagi yang tak ada disebabkan oleh kesalahan-kesalahanku dan rasa pengecut untuk minta maaf, maka, aku minta maaf. Dan hanya ingin bilang…. Aku kangen. (semoga keberanian segera datang).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-7838867017141545168?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/7838867017141545168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=7838867017141545168' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/7838867017141545168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/7838867017141545168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2010/06/banyak-cowok-bertanya-tanya-apa-sih.html' title='Cinta Perempuan'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm2.static.flickr.com/1096/4600997799_f2443c3cf6_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-8705453954695392182</id><published>2010-05-18T22:35:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T23:40:14.588-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='interestingness'/><title type='text'>Transkrip: Kuliah Umum Menkeu Sri Mulyani Indrawati</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20090303_062320_Z-SRIMULYANI-ADAM.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img border="0" height="157" src="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20090303_062320_Z-SRIMULYANI-ADAM.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dr. Sri Mulyani indrawati&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kuliah Umum 'Kebijakan Publik &amp;amp; Etika Publik'&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ritz Carlton &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selasa 18 Mei 2010&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Transkrip:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya rasanya lebih berat berdiri disini daripada waktu dipanggil pansus Century. Dan saya bisa merasakan itu karena sometimes dari moral dan etikanya jelas berbeda. Dan itu yang membuat saya jarang sekali merasa grogi sekarang menjadi grogi. Saya diajari pak Marsilam untuk memanggil orang tanpa mas atau bapak, karena diangap itu adalah ekspresi egalitarian. Saya susah manggil 'Marsilam', selalu pakai 'pak', dan dia marah. Tapi untuk Rocky saya malam ini saya panggil Rocky (Rocky Gerung dari P2D) yang baik. Terimakasih atas...... (tepuk tangan).&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi saya jelas nggak berani manggil Rahmat Toleng dengan Rahmat Tolengtor, kasus. Terimakasih atas introduksi yang sangat generous. Saya sebetulnya agak keberatan diundang malam hari ini untuk dua hal. Pertama karena judulnya adalah memberi kuliah. Dan biasanya kalau memberi kuliah saya harus, paling tidak membaca textbook yang harus saya baca dulu dan kemudian berpikir keras bagaimana menjelaskan.  Dan malam ini tidak ada kuliah di gedung atau di hotel yang begitu bagus tu biasanya kuliah kelas internasional atau spesial biasanya. Hanya untuk eksekutif yang bayar SPP nya mahal. Dan pasti neolib itu (disambut tertawa). Oleh karena itu saya revisi mungkin namanya lebih adalah ekspresi saya untuk berbicara tentang kebijakan publik dan etika publik.  Yang kedua, meskipun tadi mas Rocky menyampaikan, eh salah lagi. Kalau tadi disebutkan mengenai ada dua laki-laki, hati kecil saya tetap saya akan mengatakan sampai hari ini saya adalah pembantu laki-laki itu (tepuk tangan). Dan malam ini saya akan sekaligus menceritakan tentang konsep etika yang saya pahami pada saat saya masih pembantu, secara etika saya tidak boleh untuk mengatakan hal yang buruk kepada siapapun yang saya bantu. Jadi saya mohon maaf kalau agak berbeda dan aspirasinya tidak sesuai dengan amanat pada hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya diminta untuk bicara tentang kebijakan publik dan etika publik. Dan itu adalah suatu topik yang barangkali merupakan suatu pergulatan harian saya, semenjak hari pertama saya bersedia untuk menerima jabatan sebagai menteri di kabinet di Republik Indonesia itu. Suatu penerimaan jabatan yang saya lakukan dengan penuh kesadaran, dengan segala upaya saya untuk memahami apa itu konsep jabatan publik. Pejabat negara yang pada dalam dirinya, setiap hari adalah melakukan tindakan, membuat pernyataan, membuat keputusan, yang semuanya adalah dimensinya untuk kepentingan publik.  Disitu letak pertama dan sangat sulit bagi orang seperti saya karena saya tidak belajar, seperti anda semua, termasuk siapa tadi yang menjadi MC, tentang filosofi. Namun saya dididik oleh keluarga untuk memahami etika di dalam pemahaman seperti yang saya ketahui. Bahwa sebagai pejabat publik, hari pertama saya harus mampu untuk membuat garis antara apa yang disebut sebagai kepentingan publik dengan kepentingan pribadi saya dan keluarga, atau kelompok.Dan sebetulnya tidak harus menjadi muridnya Rocky Gerung di filsafat UI untuk pintar mengenai itu. Karena kita belajar selama 30 tahun dibawah rezim presiden Soeharto. Dimana begitu acak hubungan, dan acak-acakan hubungan antara kepentingan publik dan kepentingan pribadi. Dan itu merupakan modal awal saya untuk memahami konsekuensi menjadi pejabat publik yang setiap hari harus membuat kebijakan publik dengan domain saya sebagai makhluk, yang juga punya privacy atau kepentingan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ranah itulah kemudian dari hari pertama dan sampai lebih dari 5 tahun saya bekerja untuk pemerintahan ini. Topik mengenai apa itu kebijakan publik dan bagaimana kita harus, dari mulai berpikir, merasakan, bersikap, dan membuat keputusan menjadi sangat penting. Tentu saya tidak perlu harus mengulangi, karena itu menyangkut, yang disebut, tujuan konstitusi, yaitu kepentingan masyarakat banyak. Yaitu mencapai kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur. Jadi kebijakan pubik dibuat tujuannya adalah untuk melayani masyarakat, Kebijakan publik dibuat melalui dan oleh kekuasaan. Karena dia dibuat oleh institusi publik yang eksis karena dia merupakan produk dari suatu proses politik dan dia memiliki kekuasaan untuk mengeluarkannya. Disitulah letak bersinggungan, apa yang disebut sebagai ingridient utama dari kebijakan publik, yaitu unsur kekuasaan. Dan kekuasaan itu sangat mudah menggelincirkan kita. Kekuasaan selalu cenderung untuk corrupt. Tanpa adanya pengendalian dan sistim pengawasan, saya yakin kekuasaan itu pasti corrupt. Itu sudah dikenal oleh kita semua. Namun pada saat anda berdiri sebagai pejabat publik, memiliki kekuasan dan kekuasan itu sudah dipastikan akan membuat kita corrupt, maka pertanyaan 'kalau saya mau menjadi pejabat publik dan tidak ingin corrupt, apa yang harus saya lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, di dalam proses-proses yang dilalui atau saya lalui, jadi ini lebih saya cerita daripada kuliah. Dari hari pertama, karena begitu khawatirnya, tapi juga pada saat yang sama punya perasaan anxiety untuk menjalankan kekuasaan, namun saya tidak ingin tergelincir kepada korupsi, maka pada hari pertama anda masuk kantor, anda bertanya dulu kepada sistem pengawas internal anda dan staff anda. Apalagi waktu itu jabatan dari Bappenas menjadi Menteri Keuangan. Dan saya sadar sesadar sadarnya bahwa kewenangan dan kekuasaan Kementrian Keuangan atau Menteri Keuangan sungguh sangat besar. Bahkan pada saat saya tidak berpikir corrupt pun orang sudah berpikir ngeres mengenai hal itu. Bayangkan, seseorang harus mengelola suatu resources yang omsetnya tiap tahun sekitar, mulai dari saya mulai dari 400 triliun sampai sekarang diatas 1000 triliun, itu omset. Total asetnya mendekati 3000 triliun lebih.(batuk2) Saya lihat (ehem!) banyak sekali (ehem lagi) kalau bicara uang terus langsung....(ada air putih langsung datang diiringi ketawa hadirin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah melihat banyak sekali apa yang disebut tata kelola atau governance. pada saat seseorang memegang suatu kewenangan dimana melibatkan uang yang begitu banyak. Tidak mudah mencari orang yang tidak tergiur, apalagi terpeleset, sehingga tergoda bahwa apa yang dia kelola menjadi seoalh-olah menjadi barang atau aset miliknya sendiri.  Dan disitulah hal-hal yang sangat nyata mengenai bagaimana kita harus membuat garis pembatas yang sangat disiplin. Disiplin pada diri kita sendiri dan dalam, bahkan, pikiran kita dan perasaan kita untuk menjalankan tugas itu secara dingin, rasional, dengan penuh perhitungan dan tidak membolehkan perasaan ataupun godaan apapun untuk, bahkan berpikir untuk meng-abusenya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali itu istilah yang disebut teknokratis. Tapi saya sih menganggap bahwa juga orang yang katanya berasal dari akademik dan disebut tekhnokrat tapi ternyata 'bau'nya tidak seperti itu. Tingkahnya apalagi lebih-lebih. Jadi saya biasanya tidak mengklasifikasikan berdasarkan label. Tapi berdasarkan genuine product nya dia hasilnya apa, tingkah laku yang esensial. Nah, di dalam hari-hari dimana kita harus membicarakan kebijakan publik, dan tadi disebutkan bahwa kewenangan begitu besar, menyangkut sebuah atau nilai resources yang begitu besar. Kita mencoba untuk menegakkan rambu-rambu, internal maupun eksternal.  Mungkin contoh untuk internal hari pertama saya bertanya kepada Inspektorat Jenderal saya. "Tolong beri saya list apa yang boleh dan tidak boleh dari seorang menteri." Biasanya mereka bingung, tidak perndah ada menteri yang tanya begitu ke saya bu. Saya menteri boleh semuanya termasuk mecat saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau seorang menteri kemudian menanyakan apa yang boleh dan nggak boleh, buat mereka menjadi suatu pertanyaan yang sangat janggal. Untuk kultur birokrat, itu sangat sulit dipahami. Di dalam konteks yang lebih besar dan alasan yang lebih besar adalah dengan rambu-rambu. Kita membuat standart operating procedure, tata cara, tata kelola untuk membuat bagaimana kebijakan dibuat. Bahkan menciptakan sistem check and balance.  Karena kebijakan publik dengan menggunakan elemen kekuasaan, dia sangat mudah untuk memunculkan konflik kepentingan. Saya bisa cerita berhari-hari kepada anda. Banyak contoh dimana produk-produk kebijakan sangat memungkinkan seorang, pada jabatan Menteri Keuangan, mudah tergoda. Dari korupsi kecil hingga korupsi yang besar. Dari korupsi yang sifatnya hilir dan ritel sampai korupsi yang sifatnya upstream dan hulu.  Dan bahkan dengan kewenangan dan kemampuannya dia pun bisa menyembunyikan itu. Karena dengan kewenangan yang besar, dia juga sebetulnya bisa membeli sistem. Dia bisa menciptakan network. Dia bisa menciptakan pengaruh. Dan pengaruh itu bisa menguntungkan bagi dirinya sendiri atau kelompoknya. Godaan itulah yang sebetulnya kita selalu ingin bendung. Karena begitu anda tergelincir pada satu hal, maka tidak akan pernah berhenti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, meskipun kita mencoba untuk menegakkan aturan, membuat rambu-rambu, dengan menegakkan pengawasan internal dan eksternal, sering bahwa pengawasan itu pun masih bisa dilewati. Disinilah kemudian muncul, apa yang disebut unsur etika. Karena etika menempel dalam diri kita sendiri. Di dalam cara kita melihat apakah sesuatu itu pantas atau tidak pantas, apakah sesuatu itu menghianati atau tidak menghianati kepentingan publik yang harus kita layani. Apakah kita punya keyakinan bahwa kita tidak sedang menghianati kebenaran. Etika itu ada di dalam diri kita. Dan kemudian kalau kita bicara tentang total, atau di dalam bahasa ekonomi yang keren namanya agregat, setiap kepala kita dijumlahkan menjadi etika yang jumlahnya agregat atau publik, pertanyaannya adalah apakah di dalam domain publik ini setiap etika pribadi kita bisa dijumlahkan dan menghasilkan barang publik yang kita inginkan, yaitu suatu rambu-rambu norma yang mengatur dan memberikan guidance kepada kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya termasuk yang sungguh sangat merasakan penderitaan selama menjadi menteri. Karena itu tidak terjadi. Waktu saya menjadi menteri, sering saya harus berdiri atau duduk berjam-jam di DPR. Disitu anggota DPR bertanya banyak hal. Kadang-kadang bernada pura-pura sungguh-sungguh. Merek emngkritik begitu keras. Tapi kemudian mereka dengan tenangnya mengatakan 'Ini adalah panggung politik bu.' Waktu saya dulu masuk menteri keuangan pertama saya masih punya dua Dirjen yang sangat terkenal, Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai saya. Mereka sangat powerfull. Karena pengaruhnya, dan respectability karena saya tidak tahu karena kepada angota dewan sangat luar biasa. Dan waktu saya ditanya, mulainya dari...? Segala macem. Setiap keputusan, statemen saya dan yang lain-lain selalu ditanya dengan sangat keras. Saya tadinya cukup naif mengatakan, "Oh ini ongkos demokrasi yang harus dibayar." Dan saya legowo saja dengan tenang menulis pertanyaan-pertanyaan mereka.  Waktu sudah ditulis mereka keluar ruangan, nggak pernah peduli mau dijawab atau tidak. Kemudian saya dinasehati oleh Dirjen saya itu, "Ibu tidak usah dimasukkan ke hati bu. Hal seperti itu hanya satu episod drama saja. " Tapi kemudian itu menimbulkan satu pergolakan batin orang seperti saya. Karena saya kemudian bertanya. Tadi dikaitkan dengan etika publik, kalau orang bisa secara terus menerus berpura-pura, dan media memuat, dan tidak ada satu kelompokpun mengatakan bahwa itu kepura-puraan maka kita bertanya, apalagi? siapa lagi yang akan menjadi guidance? yang mengingatkan kita dengan, apa yang disebut, norma kepantasan. Dan itu sungguh berat. Karena saya terus mengatakan kalau saya menjadi pejabat publik, ongkos untuk menjadi pejabat publik, pertama, kalau saya tidak corrupt, jelas saya legowo nggak ada masalah. Tapi yang kedua saya menjadi khawatir saya akan split personality. Waktu di dewan saya menjadi personality yang lain, nanti di kantor saya akan menjadi lain lagi, waktu di rumah saya lain lagi. Untung suami dan anak-anak saya tidak pernah bingung yang mana saya waktu itu. Dan itu sesuatu yang sangat sulit untuk seorang seperti saya untuk harus berubah-ubah. Kalau pagi lain nilainya dengan sore, dan sore lain dengan malam. Malam lain lagi dengan tengah malam. Kan itu sesuatu yang sangat sulit untuk diterima. Itu ongkos yang paling mahal bagi seorang pejabat publik yang harus menjalankan dan ingin menjalankan secara konsisten. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, oleh karena itu, didalam konteks inilah kita kan bicara mengenai kebijakan publik, etika publik yang seharusnya menjadi landasan, arahan bagi bagaimana kita memproduksi suatu tindakan, keputusan, yang itu adalah untuk urusan rakyat. Yaitu kesejahteraan rakyat, mengurangi penderitaan mereka, menaikkan suasana atau situasi yang baik di masyarakat, namun di sisi lain kita harus berhadapan dengan konteks kekuasaan dan struktur politik. Dimana buat mereka norma dan etika itu nampaknya bisa tidak hanya double standrart, triple standart. Dan bahkan kalau kita bicara tentang istilah dan konsep mengenai konflik kepentingan, saya betul-betul terpana. Waktu saya menjadi executive director di IMF, pertama kali saya mengenal apa yang disebut birokrat dari negara maju. HAri pertama saya diminta untuk melihat dan tandatangan mengenai etika sebagai seorang executive director, do dan don'ts. Disitu juga disebutkan mengenai konsep konflik kepentingan. Bagaimana suatu institusi yang memprodusir suatu policy publik, untuk level internasional, mengharuskan setiap elemen, orang yang terlibat di dalam proses politik atau proses kebijakan itu harus menanggalkan konflik kepentingannya. Dan kalau kita ragu kita boleh tanya, apakah kalau saya melakukan ini atau menjabat yang ini apakah masuk dalam domain konflik kepentingan. Dan mereka memberikan counsel untuk kita untuk bisa membuat keputusan yang baik. Sehingga bekerja di institusi seperti itu menurut saya mudah. Dan kalau sampai anda tergelincir ya kebangetan aja anda. Namun waktu kembali ke Indonesia dan saya dengan pemahaman pengenai konsep konflik kepentingan, saya sering menghadiri suatu rapat membuat suatu kebijakan, dimana kebijakan itu akan berimplikasi kepada anggaran, entah belanja, entah insentif, dan pihak yang ikut duduk dalam proses kebijakan itu adalah pihak yang akan mendapatkan keuntungan itu. Dan tidak ada rasa risih. Hanya untuk menunjukkan yang penting pemerintahan efektif, jalan. Kuenya dibagi ke siapa itu adalah urusan sekunder.  Anda bisa melihat bahwa kalau pejabat itu adalah background nya pengusaha, meskipun yang bersangkutan mengatakan telah meninggalkan seluruh bisnisnya, tapi semua orang tahu bahwa adiknya, kakaknya, anaknya, dan teteh, mamah, aa' semuanya masih run. Dan dengan tenangnya, berbagai kebijakan, bahkan yang membuat saya terpana, kalau dalam hal ini apa disebutnya? kalau dalam bahasa inggris apa disebutnya?i drop my job atau apa..bengong itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bingung bahwa ada suatu keputusan dibuat, dan saya banyak catatan pribadi saya di buku saya. Ada keputusan ini, tiba-tiba besok lagi keputusan itu ternyata yang menimport adalah perusahaannya dia.  Nah ini merupakan sesuatu hal yang barangkali tanpa harus mendramatisir yang dikatakan oleh Rocky tadi seolah-olah menjadi the most reason phenomena. Kita semua tahu, itulah penyakit yang terjadi di jaman orde baru. Hanya dulu dibuatnya secara tertutup, tapi sekarang dengan kecanggihan, karena kemampuan dari kekuasaan, dia mengkooptasi decision making process juga. Kelihatannya demokrasi, kelihatannya melalui proses check and balance, tapi di dalam dirinya, unsur mengenai konflik kepentingan dan tanpa etika begitu kental. Etika itu barang yang jarang disebut pak. Ada suatu saat saya membuat rapat dan rapat ini jelas berhubungan dengan beberapa perusahaan. Kebetulan ada beberapa dari yang kita undang, dia adalah komisaris dari beberapa perusahaan itu. Kami biasa, dan saya mengatakan dengan tenang, bagi yang punya aviliasi dengan apa yang kita diskusikan silahkan keluar dari ruangan. Memang itu adalah tradisi yang coba kita lakukan di kementrian keuangan. Kebetulan mereka adlaah teman-teman saya. Jadi teman-teman saya itu dengan bitter mengatakan, "Mba ani jangan sadis-sadis amat lah kayak gitu. Kalaupun kita disuruh keluar juga diem-diem aja. Nggak usah caranya kayak gitu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menceritakan cerita seperti ini kepada anda bagaimana ternyata konsep mengenai etika dan konflik kepentingan itu, bisa dikatakan sangat langka di republik ini. Dan kalau kita berusaha untuk menjalankan dan menegakkan, kita dianggap menjadi barang yang aneh. Jadi tadi kalau MC nya menjelaskan bahwa saya ingin menjelaskan bahwa di luar gua itu ada sinar dan dunia yang begitu bagus, di dalam saya dianggap seperti orang yang cerita yang nggak nggak aja. Belum kalau di dalam konteks politik besar, kemudian, wah ini konsep barat pasti 'Lihat saja Sri Mulyani, neolib.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya mungkin akan mengatakan bagaimana ke depan di dalam proses politik. Tentu adalah suatu keresahan buat kita. Karena episod yang terjadi beberapa kali adalah bahwa di dalam ruangan publik, rakyat atau masyarakat yang harusnya menjadi the ultimate shareholder dari kekuasaan. Dia memilih, kepada siapapun CEO di republik ini dan dia juga memilih dari orang-orang yang diminta untuk menjadi pengawas atau check terhadap CEO nya. Dan proses ini ternyata juga tidak murah dan mudah. Sudah banyak orang yang mengatakan untuk menjadi seorang jabatan eksekutif dari level kabupaten, kota, propinsi, membutuhkan biaya yang luar biasa, apalagi presiden pastinya. Dan biayanya sungguh sangat tidak bisa dibayangkan untuk suatu beban seseorang. Saya menteri keuangan saya biasa mengurusi ratusan triliun bahkan ribuan, tapi saya tidak kaget dengan angka. Tapi saya akan kaget kalau itu menjadi beban personal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang akan menjadi kandidat mengeluarkan biaya sebesar itu. Kalkulasi mengenai return of investment saja tidak masuk. Bagaimana anda mengatakan dan waktu saya mengatakan sya lihat struktur gaji pejabat negara sungguh sangat tidak rasional. Dan kita pura-pura tidak boleh menaikkan karena kalau menaikkan kita dianggap mau mensejahterakan diri sebelum mensejahterakan rakyat. Sehingga muncullah anomali yang sangat tidak bisa dijelaskan oleh logika akal sehat, bahkan Rocky bilangnya ada akal miring. Saya mencoba sebagai pejabat negara untuk mengembalikan akal sehat dengan mengatakan strukturnya harus dibenahi lagi. Namun toh tetap tidak bisa menjelaskan suatu proses politik yang begitu sangat mahalnya. Sehingga memunculkan suatu kebutuhan untuk berkolaborasi dengan sumber finansialnya. Dan disitulah kontrak terjadi. Di tingkat daerah, tidak mungkin itu dilakukan dengan membayar melalui gajinya. Bahkan melalui APBD nya pun tidak mungkin karena size dari APBN nya kadang-kadang tidak sebesar atau mungkin juga lebih sulit. Sehingga yang bisa adalah melalui policy. Policy yang bisa dijual belikan. Dan itu adalah adalah bentuk hasil dari suatu kolaborasi. &lt;br /&gt;pertanyaan untuk kita semua, bagaimana kita menyikapi hal ini didalam konteks bahwa produk dari kebijakan publik, melalui sebuah proses politik yang begitu mahal sudah pasti akan distated dengan struktur yang membentuk awalnya. Karena kebijakan publik adalah hilirnya, hasil akhir. Hulunya yang memegang kekuasaan, lebih hulu lagi adalah prosesnya untuk mendapatkan kekuasaan itu demikian mahal.  Dan itu akan menjadi pertanyaan yang concern untuk sebuah sistem demokrasi. Maka pada saat kita dipilih atau diminta untuk menjadi pembantu atau menjadibagian dari pemerintah, Tentu kita tidak punya ilusi bahwa ruangan politik itu vakum atau hampa dari kepentingan. politik dimana saja pasti tentang kepentingan. Dan kepentingan itu kawin diantara beberapa kelompok untuk mendapatkan kekuasaan itu. Pasti itu perkawinannya adalah pada siapa saja yang menjadi pemenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pada hari ini tadi disebutkan ada yang menanyakan atau menyesalkan atau ada yang menangisi ada yang gelo (jawa:menyesal.red), kenapa kok Sri Mulyani memutuskan untuk mundur dari Menteri Keuangan. Tentu ini adalah suatu kalkulasi dimana saya menganggap bahwa sumbangan saya, atau apapun yang saya putuskan sebagai pejabat publik tidak lagi dikehendaki di dalam sistem politik. Dimana perkawinan kepentingan itu begitu sangat dominan dan nyata. Banyak yang mengatakan itu adalah kartel, saya lebih suka pakai kata kawin, walaupun jenis kelaminnya sama. (ketawa dan tepuktangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena politik itu lebih banyak lakinya daripada perempuan makanya saya katakan tadi. Hampir semua ketua partai politik laki kecuali satu. Dan di dalam bahwa dimana sistem politik tidak menghendaki lagi atau dalam hal ini tidak memungkinkan etika publik itu bisa dimnculkan, maka untuk orang seperti saya akan menjadi sangat tidak mungkin untuk eksis. Karena pada saat saya menerima tangungjawab untuk menjadi pejabat publik, saya sudah berjanji kepada diri saya sendiri, saya tidak ingin menjadi orang yang akan menghianati dengan berbuat corrupt. Saya tidak mengatakan itu gampang. Sangat painful. Sungguh painful sekali. Dan saya tidak mengatakan bahwa saya tidak pernah mengucurkan atau meneteskan airmata untuk menegakkan prinsip itu. Karena ironinya begitu besar. Sangat besar. Anda memegang kekuasaan begitu besar. Anda bisa, anda mampu, anda bahkan boleh, bahkan diharapkan untuk meng abuse nya oleh sekelompok yang sebetulnya menginginkan itu terjadi agar nyaman dan anda tidak mau. (tepuk tangan) Pada saat yang sama anda tidak selalu di apresiasi. P2D kan baru muncul sesudah saya mundur (ketawa, disini dia terlihat mengusapkan saputangan ke matanya).Jadi ya terlambat tidak apa-apa, terbiasa. Saya masih bisa menyelamatkan republik ini lah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya tidak tahu tadi, Rocky tidak ngasih tahu saya berapa menit atau berapa jam. Soalnya diatas jam 9 argonya lain lagi nanti. Jadi saya gimana harus menutupnya. Nanti kayaknya nyanyi aja balik terus nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saya akan mengatakan bahwa pada bagian akhir kuliah saya ini atau cerita saya ini saya ingin menyampaikan kepada semua kawan-kawan disini. Saya bukan dari partai politik, saya bukan politisi, tapi tidak berarti saya tidak tahu politik. Selama lebih dari 5 tahun saya tahu persis bagaimana proses politik terjadi. Kita punya perasaan yang bergumul atau bergelora atau resah. Keresahan itu memuncak pada saat kita menghadapi realita jangan-jangan banyak orang yang ingin berbuat baik merasa frustasi. Atau mungkin saya akan less dramatic. Banyak orang-orang yang harus dipaksa untuk berkompromi dan sering kita menghibur diri dengan mengatakan kompromi ini perlu untuk kepentingan yang lebih besar. Sebetulnya cerita itu bukan cerita baru, karena saya tahu betul pergumulan para teknokrat jaman Pak Harto, untuk memutuskan stay atau out adalah pada dilema, apakah dengan stay saya bisa membuat kebijakan publik yang lebih baik sehingga menyelamatkan suatu kerusakan yang lebih besar. Atau anda out dan anda disitu akan punya kans untuk berbuat atau tidak, paling tidak resiko getting associated with menjadi less. Personal gain, public loss. If you are stay, dan itu yang saya rasakan 5 tahun, you suddenly feel that everybody is your enemy. Karena no one yang sangat simpati dan tahu kita pun akan tidak terlalu happy karena kita tetap berada di dalam sistem. Yang tidak sejalan dengan kita juga jengkel karena kita tidak bisa masuk kelompok yang bisa diajak enak-enakan. Sehingga anda di dalam di sandwich di dua hal itu. Dan itu bukan suatu pengalaman yang mudah. Sehingga kita harus berkolaborasi untuk membuat space yang lebih enak, lebih banyak sehingga kita bisa menemukan kesamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kalau kita ingin kembali kepada topiknya untuk menutup juga, saya rasa forum-forum semacam ini atau saya mengatakan kelompok seperti anda yang duduk pada malam hari ini adalah kelompok kelas menengah. Yang sangat sadar membayar pajak. Membayarnya tentu tidak sukarela, tidak seorang yang patriotik yang mengatakan dia membayar pajak sukarela. Tapi meskipun tidak sukarela, anda sadar bahwa itu adalah suatu kewajiban untuk menjaga republik ini tetap berdaulat. Dan orang seperti anda yang tau membayar pajak adalah kewajiban dan sekaligus hak untuk menagih kepada negara, mengembalikan dalam bentuk sistim politik yang kita inginkan. Maka sebetulnya di tangan orang-orang seperti anda lah republik ini harus dijaga. Sungguh berat, dan saya ditanya atau berkali-kali di banyak forum untuk ditanya, kenapa ibu pergi? Bagaimana reformasi, kan yang dikerjakan semua penting. Apakah ibu tidak melihat Indonesia sebagai tempat untuk pengabdian yang lebih penting dibandingkan bank dunia.Seolah-olah sepertinya negara ini menjadi tanggungjawab Sri Mulyani. Dan saya keberatan. Dan saya ingin sampaikan di forum ini karena anda juga bertanggungjawab kalau bertama hal yang sama ke saya. Anda semua bertanggungjawab sama seperti saya. Mencintai republik ini dengan banyak sekali pengorbanan sampai saya harus menyampaikan kepada jajaran pajak, jajaran bea cukai, jajaran perbendaharaan, "Jangan pernah putus asa mencintai republik." Saya tahu, sungguh sulit mengurusnya pada masa-masa transisi yang sangat pelik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan itu paling tidak akan terus memelihara suara hati kita. Dan bahkan menjaga etika kita di dalam betindak dan berbuat serta membuat keputusan. Dan saya ingin membagi kepada teman-teman disini, karena terlalu banyak di media seolah-olah ditunjukkan yang terjadi dari aparat di kementrian keuangan yang sudah direformasi masih terjadi kasus seperti Gayus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin memberikan testimoni bahwa banyak sekali aparat yang betul-betul genuinly adalah orang-orang yang dedicated. Mereka yang cinta republik sama seperti anda. Mereka juga kritis, mereka punya nurani, mereka punya harga diri. Dia bekerja pada masing-masing unit, mungkin mereka tidak bersuara karena mereka adalah bagian dari birokrat yang tidak boleh bersuara banyak tapi harus bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kecil adalah kelompok rakus, dan dengan kekuasaan sangat senang untuk meng abuse. Tapi saya katakan sebagian besar adalah orang-orang baik dan terhormat. Saya ingin tolong dibantu, berilah ruang untuk orang-orang ini untuk dikenali oleh anda juga dan oleh masyarakat. Sehingga landscape negara ini tidak hanya didominasi oleh cerita, oleh tokoh, apalagi dipublikasi dengan seolah-olah menggambarkan bahwa seluruh sistem ini adalah buruk dan runtuh. Selama seminggu ini saya terus melakukan pertemuan dan sekaligus perpisahan dengan jajaran di kementrian keuangan dan saya bisa memberikan, sekali lagi, testimoni bahwa perasaan mereka untuk membuktikan bahwa reform bisa jalan ada disana. Bantu mereka untuk tetap menjaga api itu. Dan jangan kemudian anda disini bicara dengan saya, ya bisa diselamatkan kalau sri mulyani tetap menjadi Menteri keuangan. Saya rasa tidak juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana yang kita rasakan pada minggu-minggu yang lalu, bulan-bulan yang lalu, seolah-olah persoalan negara ini disandera oleh satu orang, sri mulyani. Sedemikian pandainya proses politik itu diramu sedemikian sehingga seolah-olah persoalannya menjadi persoalan satu orang. Seseorang yang pada sautu ketika dia harus membuat keputusan yang sungguh tidak mudah, dengan berbagai pergumulan, kejengkelan, kemarahan, kecapekan, kelelahan, namun dia harus tetap membuat kebijakan publik. Dia berusaha, berusaha di setiap pertemuan, mencoba untuk meneliti dirinya sendiri apakah dia punya kepentingan pribadi atau kelompok, dan apakah dia diintervensi atau tidak, apakah dia membuat keputusan karena ada tujuan yang lain. Berhari-hari, berjam-jam dia bertanya, dia minta, dia mengundang orang dan orang-orang ini yang tidak akan segan mengingatkan kepada saya. Meskipun mereka tahu saya menteri, mereka lebih tua dari saya. Orang seperti pak Darmin, siapa yang bisa bilang atau marahin pak marsilam? Wong semua orang dimarahin duluan sama dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ada disana hanya untuk mengingatkan saya berbagai rambu-rambu, berbagai pilihan dan pilihan sudah dibuat. Dan itu dilaporkan, dan itu diaudit dan itu kemudian dirapatkan secara terbuka. Dan itu kemudian dirapatkerjakan di DPR. Bagaimana mungkin itu kemudian 18 bulan kemudian dia seolah-olah menjadi keputusan individu seorang Sri Mulyani. Proses itu berjalan dan etika sunyi. Akal sehat tidak ada. Dan itu memunculkan suatu perasaan apakah pejabat publik yang tugasnya membuat kebijakan publik pada saat dia sudah mengikuti rambu-rambu, dia masih bisa divictimize oleh sebuah proses politik. Saya hanya mengatakan, kalau dulu pergantian rezim orde lama ke orde baru, semua orang di stigma komunis, kalau ini khusus didisain pada era reformasi seorang distigma dengan sri mulyani identik dengan century. Mungkin kejadiannya di satu orang saja, tapi sebetulnya analogi dan kesamaan mengenai suatu penghakiman telah terjadi.Sebetulnya disitulah letak kita untuk mulai bertanya, apakah proses politik yang didorong, yang dimotivate, yang ditunggangi oleh suatu kepentingan membolehkan seseorang untuk dihakimi, bahkan tanpa pengadilan. Divonis tanpa pengadilan. Itu barangkali adalah suatu episod yang sebetulnya sudah berturut-turut kita memahami konsekuensi sebagai pejabat publik yang tujuannya membuat kebijakan publik, dan berpura-pura seolah-olah ada etika dan norma yang menjadi guidance kita dibenturkan dengan realita-realita politik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk itu, saya hanya ingin mengatakan sebagai penutup, sebagian dari anda mengatakan apakah Sri mulyani kalah, apakah Sri mulyani lari? Dan saya yakin banyak yang menyesalkan keputusan saya. Banyak yang menganggap itu adalah suatu loss atau kehilangan. Diantara anda semua yang ada disini, saya ingin mengatakan bahwa saya menang. Saya berhasil. Kemenangan dan keberhasilan saya definisikan menurut saya karena tidak didikte oleh siapapun termasuk mereka yang menginginkan saya tidak disini. (applause)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa berhasil dan saya merasa menang karena definisi saya adalah tiga. Selama saya tidak menghianati kebenaran, selama saya tidak mengingkari nurani saya, dan selama saya masih bisa menjaga martabat dan harga diri saya, maka disitu saya menang. Terimakasih.&lt;br /&gt;(standing applause)&lt;br /&gt;(Rrn)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-8705453954695392182?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/8705453954695392182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=8705453954695392182' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/8705453954695392182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/8705453954695392182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2010/05/transkrip-kuliah-umum-menkeu-sri.html' title='Transkrip: Kuliah Umum Menkeu Sri Mulyani Indrawati'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-1065601731560865812</id><published>2010-04-28T22:59:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T22:26:57.406-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='interestingness'/><title type='text'>ITHAKA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://imageseu.homeaway.com/vd2/propmaps/vv/en/10/110972/griechenland_110972.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://imageseu.homeaway.com/vd2/propmaps/vv/en/10/110972/griechenland_110972.gif" width="265" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;One of the compass shown to me:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ITHAKA&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;by Constantine Petrou Cavafy&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;As you set out for Ithaka&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;hope the voyage is a long one,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;full of adventure, full of discovery.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Laistrygonians and Cyclops,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;angry Poseidon—don’t be afraid of them:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;you’ll never find things like that on your way&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;as long as you keep your thoughts raised high,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;as long as a rare excitement&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;stirs your spirit and your body.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Laistrygonians and Cyclops,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;wild Poseidon—you won’t encounter them&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;unless you bring them along inside your soul,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;unless your soul sets them up in front of you.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hope the voyage is a long one.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;May there be many a summer morning when,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;with what pleasure, what joy,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;you come into harbors seen for the first time;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;may you stop at Phoenician trading stations&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;to buy fine things,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;mother of pearl and coral, amber and ebony,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;sensual perfume of every kind—&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;as many sensual perfumes as you can;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;and may you visit many Egyptian cities&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;to gather stores of knowledge from their scholars.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Keep Ithaka always in your mind.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Arriving there is what you are destined for.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;But do not hurry the journey at all.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Better if it lasts for years,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;so you are old by the time you reach the island,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;wealthy with all you have gained on the way,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;not expecting Ithaka to make you rich.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ithaka gave you the marvelous journey.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Without her you would not have set out.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;She has nothing left to give you now.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;And if you find her poor, Ithaka won’t have fooled you.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wise as you will have become, so full of experience,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;you will have understood by then what these Ithakas mean. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://famouspoetsandpoems.com/pictures/constantine_p__cavafy.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://famouspoetsandpoems.com/pictures/constantine_p__cavafy.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;Cavafy, one of the most prominent Greek poets, was born on April 29, 1863 and died on the same date in 1933 in Alexandria (Egypt). Here's a short biographical note by the poet himself.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;"I am from Constantinople by descent, but I was born in Alexandria -- at a house on Seriph Street; I left very young, and spent much of my childhood in England. Subsequently I visited this country as an adult, but for a short period of time. I have also lived in France. During my adolescence I lived over two years in Constantinople. It has been many years since I last visited Greece.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;My last employment was as a clerk at a government office under the Ministry of Public Works of Egypt. I know English, French, and a little Italian."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;  &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-1065601731560865812?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/1065601731560865812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=1065601731560865812' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/1065601731560865812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/1065601731560865812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2010/04/ithaka.html' title='ITHAKA'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-2658106278954859199</id><published>2010-04-07T20:03:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T20:55:52.982-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='interestingness'/><title type='text'>Wikileaks: Collateral Murder part one</title><content type='html'>Video rahasia yang bikin heboh itu.... (*kehilangan kata-kata)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/QJ_zTrjMhX8&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/QJ_zTrjMhX8&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-2658106278954859199?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/2658106278954859199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=2658106278954859199' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/2658106278954859199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/2658106278954859199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2010/04/blog-post.html' title='Wikileaks: Collateral Murder part one'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-5846652125080110594</id><published>2010-03-18T22:20:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T02:05:31.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Terorisme - Cabut Dari Akar</title><content type='html'>&lt;div class="Section1" style="layout-grid: 18.0pt;"&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;Setelah berbulan-bulan pemirsa televisi dan pembaca surat kabar disuguhkan dengan berita mengenai bank century- dari rapat pansus DPR, berbagai demo yang menuntut menteri keuangan Sri mulyani dan Wakil Presiden Boediono di turunkan - kini penyimak berita mendapat sedikit variasi. Sekarang media tak henti-hentinya memberitakan tentang kasus terorisme dan kematian Dulmatin, laki-laki asal Solo yang kepalanya dihargai 10 juta dolar Amerika.&lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;Kebanyakan sumber berita mengenai terorisme diperoleh media dari kepolisian, sumber sampingan adalah ‘analis terorisme’, yang ketika diwawancarai jarang sekali dicantumkan apakah latar belakang analis-analis tersebut. Media juga tak segan-segan mengabaikan praduga tak bersalah yang seharusnya berlaku dalam ranah hukum. Jarang sekali media mau repot-repot menyebut TERSANGKA teroris.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;Kejadian di Pamulang, Banten, bagi polisi adalah sesuatu operasi yang hasilnya layak diberi tepuk tangan. Memang, densus layak diacungkan jempol karena berhasil mencegah tindakan terror terjadi lagi. Tapi, mungkin juga patut dipertanyakan, apakah layak, seseorang dicap bersalah sebelum pengadilan memutuskan. Sistem tembak mati seperti yang dilakukan densus sangat disayangkan. Bukankah kalau petinggi-petinggi ‘teroris’ itu ditangkap maka akan banyak informasi yang dapat diperoleh untuk menghabisi jaringan teroris di Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;Memang sedikit naïf kalau berharap dengan memenjarakan terpidana kasus terorisme maka ia ‘selesai’. Karena tak dapat disangkal, orang-orang seperti Rois (terpidana seumur hidup kasus pengeboman kedutaan &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;) masih bermain dari balik jeruji besi. Polisi telah menyita 8 telepon seluler dari dalam selnya, polisi telah mendeteksi adanya hubungan komunikasi tersangka teroris yang telah ditangkap akhir-akhir ini dengan si senior itu. &lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;Berbicara mengenai terorisme yang mengatasnamakan islam, maka tentu kita tidak dapat memisahkannya dengan agama. Walaupun &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; adalah negara dengan mayoritas pemeluk agama islam, tapi mayoritas tersebut pulalah yang menolak nama Tuhan dibawa dalam melakukan tindakan kriminal. Kalau begitu, bagaimana terorisme dapat terus hidup dalam masyarakat kita?&lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang mengatakan terorisme terjadi karena alasan ekonomi. Mereka adalah orang-orang bodoh yang dapat dengan gampang dicuci otak, dan karena himpitan ekonomi maka mencari jalan yang mudah untuk mencapai kebahagiaan, kalau tidak di dunia, maka di akhirat, apalagi doktrin 70 bidadari yang menyambut dan dosa 7 generasi keluarga si mujahidin akan terhapuskan dosanya. Kemiskinan bukanlah alasan anak-anak muda yang kehilangan arah ini untuk mengikuti kegiatan terorisme. Terbukti dengan berbagai macam latar belakang yang ada, dari mantri kesehatan, mantan anggota polisi, tamatan universitas, bahkan pegawai pemerintah. &lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="mso-list: none; tab-stops: .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="mso-list: none; tab-stops: .5in; text-align: justify;"&gt;Bukan uang yang harus disumpalkan kepada para tersangka terorisme. Lagipula mereka sudah ‘jadi’, yang musti diperhatikan adalah yang ‘menjadikan’. Mereka, orang-orang yang dalam ceramahnya menganjurkan kebencianlah yang seharusnya ditindak dari awal. Sejak tahun 1998, setelah reformasi, maka ada euphoria demokrasi. Setiap orang berhak melakukan sesuatu dan mengeluarkan pendapat sesuai hati mereka. &lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="mso-list: none; tab-stops: .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="mso-list: none; tab-stops: .5in; text-align: justify;"&gt;Ketika zaman Suharto, orang-orang seperti Abu Bakar Baasyir, atau Abu jibril musti mangkir ke luar negeri karena dikejar-kejar akibat ceramah keras mereka, yang menentang pancasila dan perjuangan mereka untuk mendirikan negara islam. Kebanyakan lari ke &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan di negara tetangga itu mereka bersatu sambil memperdalam ideologi mereka. Setelah Suharto jatuh, satu-persatu orang-orang yang ‘menjadikan’ ini kembali. Sekarang, di tanah air mereka kembali menyebarkan ajaran islam yang menciptakan teroris-teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun telah dibawa ke persidangan, Abu Bakar Basyir atau Abu Jibril tidak pernah terbukti sebagai pemimpin organisasi teroris di &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, yaitu Jamaah islamiyah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="mso-list: none; tab-stops: .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="mso-list: none; tab-stops: .5in; text-align: justify;"&gt;Bumi Aceh, yang telah dipenuhi darah baik oleh konflik bersenjata selama 30 tahun maupun tsunami pada 2005 kini dipilih menjadi tempat pelatihan. Berawal pada tahun 2006 ketika salah satu grup radikal, Front pembela Islam (FPI) membuka pendaftaran bagi para pemuda yang ingin melakukan jihad ke Afghanistan. Ratusan mendaftar, yang diterima mendapatkan pelatihan paramiliter, tapi tidak ada yang jadi diberangkatkan. Beberapa peserta pelatihan militer yang akhirnya tak jadi bertempur ini akhirnya ditangkap dengan tuduhan terorisme. &lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="mso-list: none; tab-stops: .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="mso-list: none; tab-stops: .5in; text-align: justify;"&gt;Sayang sekali sampai saat ini kita masih dapat mendengar ceramah-ceramah mereka para penganut islam garis keras, masih dapat membeli buku yang menganjurkan jihad dengan cara yang salah, masih dapat menonton VCD propaganda jihad yang dikompilasi dari klip-klip lama Osama Bin Laden (tidak peduli apa Osama itu juga propaganda, yang pasti pesannya adalah terror).&lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="mso-list: none; tab-stops: .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="mso-list: none; tab-stops: .5in; text-align: justify;"&gt;Tindakan pencegahan dengan menangkapi atau membunuhi para tersangka terorisme telah dilakukan. Tapi apakah tindakan represif telah mampu menghalau terorisme? Masih jelas dalam ingatan ratusan orang yang mengelu-elukan trio Amrozi – yang telah jelas bersalah terlibat pengeboman yang telah menyebabkan 202 orang mati - pada pemakaman di Tenggulun tahun lalu. Lalu minggu lalu, pada pemakaman tersangka teroris Dulmatin, pendukung islam garis keras masih juga ada, mereka malah menganggap mujahiddin sebagai pahlawan. Bukti bahwa tindakan represif tidaklah mampu menaklukkan terorisme. &lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="mso-list: none; tab-stops: .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="mso-list: none; tab-stops: .5in; text-align: justify;"&gt;Pendapat orang yang bukan ahli agama dan juga bukan ahli hukum apalagi bukan ‘analis’ terorisme mungkin sangat dangkal. Maka dari itu, sebagai orang awam dan rakyat kecil, hanya dapat berharap kepada para ahli untuk dapat melihat akar terorisme dan mencabut akar itu dari masyarakat. Cabut habis pesan-pesan kebencian yang didasarkan atas agama, karena dari pengajian-pengajian itulah para ‘mujahiddin’ sesat terlahirkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="NoteLevel1" style="mso-list: none; tab-stops: .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-5846652125080110594?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/5846652125080110594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=5846652125080110594' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/5846652125080110594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/5846652125080110594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2010/03/setelah-berbulan-bulan-pemirsa-televisi.html' title='Terorisme - Cabut Dari Akar'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-5135676607567161855</id><published>2010-02-11T08:34:00.000-08:00</published><updated>2010-08-20T10:02:27.649-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>18 Tahun Buah Pepesan Kosong</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: Trebuchet, 'Trebuchet MS', Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.abc.net.au/reslib/200905/r367195_1701715.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://www.abc.net.au/reslib/200905/r367195_1701715.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Keputusan hakim hari ini kontroversial, bukan karena majelis hakim pada kasus Antasari Azhar menjatuhkan vonis terhadap pembunuhan dirut PT Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulakarnain, jauh dibawah tuntutan jaksa yaitu dari tuntutan mati menjadi ‘hanya’ 18 tahun penjara.&amp;nbsp; Sebaliknya, bagaimana bisa Antasari diputus salah berdasarkan fakta-fakta persidangan yang sama sekali tidak mendukung dakwaan, jaksa tidak dapat menunjukkan bukti-bukti bahwa Antasari adalah otak dibalik pembunuhan pada siang hari 14 Maret 2009 tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan pertama setelah mendengar vonis 18 tahun hari ini adalah, apakah panel hakim menghukum Antasari hanya karena mereka akan kelihatan ‘salah’ kalau tidak memasukkan Antasari ke balik jeruji besi. Agak ironis, karena pengadilan negeri Jakarta Selatan terkenal sebagai pengadilan yang paling banyak membebaskan koruptor.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=7482722450325729272&amp;amp;postID=5135676607567161855" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jaksa mencoba membuktikan motif pembunuhan, yaitu adegan asmara yang terjadi di Hotel Grand Mahakam kamar 803 sekitar Mei 2008. Persidangan menghadirkan Rhani Juliani, gadis 24 tahun yang berada pada pusat lingkaran kasus ini. ‘Perbuatan seksual’ Antasari ‘diketahui’ melalui keterangan Rhani dan sebuah rekaman. Rhani yang bekerja sebagai sales lapangan golf Modern Land, mencoba menarik kembali Antasari agar kembali bermain golf di tempatnya bekerja. Dari rekaman tersebut yang terdengar dari awal sampai akhir kebanyakan adalah tawa manja Rhani. Hanya beberapa kalimat saja yang terdengar dari suara berat Antasari, “Kadang-kadang saya begitu, diam, justru saya nggak suka ngomong,” atau, “Hari sabtu saya ada ceramah”, katanya menjawab ajakan Rhani untuk bermain golf di akhir pekan. Kalimat “Ih bapak dibuka…” oleh suara Rhani yang menggoda tidak pernah dapat dibuktikan apakah&amp;nbsp; berarti Antasari sedang membuka celananya atau sedang membuka baju Rhani dan mencoba menyentuh payudaranya, seperti yang disampaikan dalam dakwaan jaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itu sendiri sudah janggal dan dibuktikan pada rekonstruksi kasus, yang mengungkap bahwa Rhani datang ke Hotel Grand Mahakam diantar oleh Nasruddin sendiri dan ia menunggu di bawah selama 15 menit pertemuan di lantai delapan. Tapi ketika naik untuk bertemu dengan Antasari untuk ‘melaporkan suatu kasus’, Nasruddin malah pura-pura terkejut kenapa Antasari bisa bersama dengan istri ketiganya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada persoalan lain, kalau menilik dakwaan jaksa yaitu Antasari sebagai otak operasi penembakan Nasruddin Zulkarnain, laki-laki asal makassar itu, jaksa malah tidak dapat membuktikan bagaimana hubungan Antasari dengan para eksekutor. Hal tersebut adalah inti dakwaan, dan hal satu ini pun sama sekali tidak dapat dibuktikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang paling mencurigakan tentu saja Sigid Haryo Wibisono (15 tahun penjara), direktur PT Pers Indonesia Merdeka, kenapa ia bisa tahu bahwa polisi membentuk suatu tim untuk menindaklanjuti curhat Antasari kepada kepala kepolisian nasional Indonesia, Bambang Herdarso Danuri. Kenapa pula ia memberikan uang 500 juta rupiah, yang ‘diketahui’ Wiliardi adalah untuk membiayai suatu kasus yang sedang ditangani polisi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan Wiliardi Wizard (12 tahun penjara),&amp;nbsp; yang bertemu di rumah Sigid selama lebih kurang 10 menit untuk dikenalkan kepada Antasari, saat itu adalah kepala Komisi Pemerantasan Korupsi, juga membingungkan. Bagaimana dalam pertemuan itu Antasari mengatur rencana pembunuhan, transkrip pembicaraan yang direkam oleh Sigid (kenapa pula ia merekam) tidak dapat menunjukkan diskusi tiga orang tersebut tentang pembunuhan. Bisakah jaksa menuduh suatu kesepakatan jahat hanya karena mereka ‘kenal’, atau ‘bertemu’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua&amp;nbsp; pasti masih ingat pada kesaksian Wiliardi yang membuat mata Antasari basah di persidangan.&amp;nbsp; Saksi paling kontroversial ini mengatakan bahwa ia dibujuk untuk menandatangi berkas perkara oleh petinggi polisi dengan satu tujuan, menjebak Antasari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal paling akhir, bahkan pada amar putusan setebal 179 halaman dengan nomor perkara&amp;nbsp; 1529/Pid/B/2009/PN Jaksel yang dibacakan majelis hakim selama hampir 6 jam, tidak menyatakan Antasari sebagai otak pembunuhan. “Terdakwa telah secara sah dan meyakinkan&amp;nbsp;&lt;b&gt;turut serta&amp;nbsp;&lt;/b&gt;melakukan pembujukan untuk melakukan tindak pidana pembunuhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini konspirasi besar, kita yang mengikuti kasus ini dari awalpun mungkin tidak akan pernah tahu apakah benar Antasari memerintahkan pembunuhan bergaya mafia itu. Tapi, bagaimanapun cerita sebenarnya, jaksa penuntut umum &amp;nbsp;telah gagal membuktikan &amp;nbsp;Antasari Azhar adalah otak operasi penembakan Nasruddin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-5135676607567161855?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/5135676607567161855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=5135676607567161855' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/5135676607567161855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/5135676607567161855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2010/02/vonis-antasari_11.html' title='18 Tahun Buah Pepesan Kosong'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-9138691122993420955</id><published>2010-02-05T08:47:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T02:39:58.606-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Keluh Kesah Go Public</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S2xMeLyNtII/AAAAAAAAAeI/8AOYo3S-ny0/s1600-h/d300-200_9786-600.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="145" src="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S2xMeLyNtII/AAAAAAAAAeI/8AOYo3S-ny0/s200/d300-200_9786-600.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Udah dua tahun terakhir aku mimpiin kamera baru, sampe hari ini masih cuma bisa&amp;nbsp; ngebayangin enaknya make Nikon D700 yang harganya selangit. Karena kamera itu masih jauh banget buat dirasain di tangan, sementara ini aku masih berharap sama Nikon D300 yang harganya gak turun-turun dari 16 juta, kapan ya bisa beli itu kamera?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal lagi ada permintaan motret, tapi si tua ini lagi gak bisa dipake, agak menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera Nikon D70 yang aku punya sekarang udah gak memfasilitasi, aku udah mulai malu buat motret, karena hasilnya gak ada yang bagus lagi, gak ada gambar yang tajam lagi, dan noisenya malah lebih banyak sampe nutupin warna asli. Sedih siy, kerasa banget kualitas foto menurun, tapi, tenang, kita kan optimis, itu bukan karena kemampuan kita menurun lah yaw, mari salahkan &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt;!&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Walopun aku nyalahin kamera yang sekarang, itu bukan berarti aku gak sayang sama dia, secara udah nemenin kemana-mana, ke gunung, ke laut, ke kota, ke desa...&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi, biarpun sayang, bukan berarti aku gak mau pisah sama dia &amp;gt;:)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena ini hanya keluh kesah gak penting maka akan ditulis sependek-pendeknya. Hanya ingin membuatnya go public, moga-moga kalo udah diteriakin melalui tulisan, didoain dari hati, yang Maha Memberi mau mendengar doaku, dengan 'menjatuhkan' rezeki, biar bisa langsung mempensiunkan si tua ini dan segera beli daun muda.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-9138691122993420955?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/9138691122993420955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=9138691122993420955' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/9138691122993420955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/9138691122993420955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2010/02/keluh-kesah-go-public.html' title='Keluh Kesah Go Public'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S2xMeLyNtII/AAAAAAAAAeI/8AOYo3S-ny0/s72-c/d300-200_9786-600.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-4019453448435616782</id><published>2010-02-04T02:19:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T02:42:41.145-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in English'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>A Change</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The tittle of this writing has no relation with Obama, cos i've had this feeling for A Change before the white house announcement last week about &amp;nbsp;The American President and his family coming here next month.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S2qfDaJXcZI/AAAAAAAAAeA/DR1DWGwZvQg/s1600-h/intowhite2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="143" src="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S2qfDaJXcZI/AAAAAAAAAeA/DR1DWGwZvQg/s200/intowhite2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;It's been quiet some times now i have that urge to move on, and that this year 2010 will be a transitional year. For my village standard, i'm &amp;nbsp;old and i'm not even married or having children. But sorry villagers, i have plans to fulfill before i step into motherhood.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The first motor for that Change is my dignity; i blame my Achenese proud blood for that, for we Achenese might take orders, but we take them with dignity. This proud blood told me that i have learnt enough with my job in this four years, it's time to develop. Come on, you are learning in whatever you are doing, there is knowledge in everything, but when those knowledges has been absorbed to dry, it becomes a boring thing (even though news never gone), when you are limited your ideas evaporated, while your proud blood need some actualizations.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Connected to that, i started to think about taking Master degree next year, so when i graduate i can work with somebody but not under anybody (even if it has to be, don't worry, it will still be done with dignity).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The third is this guy named Nico, whom i met in Vietnam, he's a young French bloke who has that rare advantage of doing whatever he wants. He planned to stay in Sa Pa for two weeks, but an opportunity came for him to stay there for six months by working in an Italian restaurant, and he took it, just like that. So, since i hear that kind of story from a real person ( usually i only read in books or watched in movies), i started to envy him and think about &amp;nbsp;my own free feelings which lately getting more and more walled.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Five years ago, i came to Jakarta in search for freedom, but the strange thing is i didn't know that freedom also needs Changes. Because finally, you have this freedom of doing what you want for years, until it becomes &amp;nbsp;an anti-freedom years cos those freedom becomes a ritual and ritual create a comforting monotony or in other word, Comfort Zone.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A good job that guarantee your finance, health insurance, nice working environment, many trips out of the city &amp;nbsp;- how many people can be that lucky- is my Comfort Zone. Yours can be husband, wife, family, house, city, or other jobs and activities.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Think about leaving your comfort zone for something that is unsure or unsafe, you might become poor, lost, fall etc. Sure some people will chose to have securities for their life, monthly salaries or stay in one city the whole of their lives, cos only stupid people want to risk such comforts for something that is still in the air.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The problem is that i must be one of that stupid person cos i haven't got any ideas of how i am going to get through all the challenges, but i've planned to move on again, &amp;nbsp;i got to make that shadows in the air become real things and relieve this tight muscles on my shoulder.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Obama shouts 'Change!' in his campaigns, and he won the heart of Americans by that, so i suppose many people want changes, either for a short or a long time. Because like they say, the only thing that is not changing in this world is The Change itself.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;So, stay by my side, the decision is made and soon i will step outside my cushioned walls, roll my sleeves and start to draw a &amp;nbsp;picture of &amp;nbsp;huge colorful square of another Comfort Zone, where i can run more free - even for a moment.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-4019453448435616782?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/4019453448435616782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=4019453448435616782' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/4019453448435616782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/4019453448435616782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2010/02/change.html' title='A Change'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S2qfDaJXcZI/AAAAAAAAAeA/DR1DWGwZvQg/s72-c/intowhite2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-894278859386649800</id><published>2010-01-28T19:42:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T19:29:28.813-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in English'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>The Neverending Story</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;Postingan ini diambil dari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="color: #ffcc66;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1264736345101"&gt;sofia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S2JY2G5_8WI/AAAAAAAAAdw/9ZW02D8G_mI/s1600-h/neverendingstory.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S2JY2G5_8WI/AAAAAAAAAdw/9ZW02D8G_mI/s200/neverendingstory.jpg" width="132" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;"Atreyu wouldn't give up just because things were gettin a little rough... what i've started i must finish." He was proud of standing firm in the face of temptation. (Bastian) was a little like Atreyu after all.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;The Neverending Story by Michael Ende&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;-----&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S16MToq0u-I/AAAAAAAAAdY/KHHflerKxNE/s1600-h/neverendingstory.jpg" imageanchor="1" style="float: left;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;Those were sentences i read when i swollowed the last chuck of the tempe goreng, and with that, immediately regret it, to have those delicious fries running down my throat at 11 o'clock right before i went to sleep.&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;I am not a little bit like Atreyu at all, i didn't resist temptations, tonight's diet failed - &amp;nbsp;that easy.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;It should have been alright with that great miso soup for dinner, but instead of going to sleep feeling light, i went to the kitchen, chopped some tempe, mixed it with white pepper, lemon leaves and coriander ( which coincidently also the name of the book owner from whom Bastian had stolen The Neverending from, and stuck those oily stuffs in my stomach. At the same time my house mate just finished up a bowl of instant noodle which smells so good, and mumbled "Fat, fat, fat."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;And me, shouting in my head, "Help! i don't understand why in the last five years my kg has increased with the same number if the year!"&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;And then i had to laugh, oh yes, i know i'm not the only one in the world who feel like this after a satisfaying night snacks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;Tell me girls, if you have never experienced this, how many times did you failed the temptation not to scramble your kitchen cupboard, searching for something to eat just before you went to sleep (yes, i'm not talking about you, lucky skinnies).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;And now, we are talking of no philosophy here, but this temtpation plus denial of how we have to enjoy food while we can before we have any deadly disease ..... is always useful.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;Oke, i need more control, i have to read more of Bastian with his strong commitment to stay in the attic of his empty school building to read the book, and learn more about the Atreyu the hunter with his Big Quest in Fantastica.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;Another hope for another nights.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;ps: read this book, it's great, mixed of Lord of the ring, harry potter,and &amp;nbsp;&lt;st1:city u1:st="on"&gt;&lt;st1:place u1:st="on"&gt;alice&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc;"&gt;in wonderland, and Jostein Garrder's books :)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-894278859386649800?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/894278859386649800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=894278859386649800' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/894278859386649800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/894278859386649800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2010/01/neverending-story_28.html' title='The Neverending Story'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S2JY2G5_8WI/AAAAAAAAAdw/9ZW02D8G_mI/s72-c/neverendingstory.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-5118047526700967788</id><published>2010-01-05T20:19:00.000-08:00</published><updated>2010-08-20T10:06:42.059-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in English'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='backpacking'/><title type='text'>Second Postcard from Vietnam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S0Qa9Kr98ZI/AAAAAAAAAcw/_9oyalrbLK8/s1600-h/Sapa-+vietnam3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S0Qa9Kr98ZI/AAAAAAAAAcw/_9oyalrbLK8/s320/Sapa-+vietnam3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Try to sleep in a 50 cm wide bed, with the sound of the machine roars in your ears and in such a big bed you are rocked for about 9 hours. With the Fanxipan night train from Hanoi to Sa Pa, it actually wasn’t bad at all, believe me. The only thing we pity is that we couldn’t see the scenery along the way which must be significant, because the railway is right at the bank of the Red River, that flows from the mountains in the north, the place we are going to.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S0Qa5hwJE7I/AAAAAAAAAco/8T_gmNo3lCk/s1600/Sapa+-+vietnam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="130" src="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S0Qa5hwJE7I/AAAAAAAAAco/8T_gmNo3lCk/s200/Sapa+-+vietnam.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;It was still dark when we arrived in Sa pa, but the train station was already busy. Obviously they have been doing this every day – the bus drivers, the guides, the hotel staffs, coming to the train station very early in the morning to pick up their guesses.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Our mini bus was filled in 10 minutes, four young Nederlandes at the back seat, a tall young guy who sounded from England, two girls who don’t speak English but sound like Latin Americans, two Vietnamese at the front seat, and a couple whom I can’t figure out where from cos they don’t speak at all.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The drive took one hour up, up into the blue foggy mountain, in the dark it was like a parade of fireflies. With that atmosphere, it should be very calm and surreal, if the driver didn’t turn the tape on and played a music which sounded like dangdut in Vietnamese- but it was great, people  might be sleepy, but they laugh. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The bus finally dropped everybody in front of Chapa Garden Hotel, if you stay there, good, if not, walk. We were lucky cos we didn’t have to walk. The only problem is that it was very early in the morning, and our rooms weren’t ready yet, the check out time was 12 pm. What to do? Big breakfast of course, and after the  strong Vietnamese coffee, we started a short walk to Cat-Cat village, the nearest Hmong village, the biggest among other minority tribes in Sa Pa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Going to Cat-Cat means going down, from the crowded market in asphalt road  you continue with stairs, hundreds of steps, and it actually the ‘main road’ of the village. It’s just terrible, especially when you are going up. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cat-cat  preserve the culture by building a little market where Hmong women woven their skirts, bags and clothes for sell. There was a loudspeaker  attached in a building by the waterfall that played Hmong folk music, which i think a bit bizarre. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Touristic, that’s what Sa Pa is. With busy main road roamed by tourists, fancy restaurants serving Italian or French food, hotels, and Hmong women in their traditional clothes selling stuffs. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The Hmong women really went out of the way to sell whatever they carry in their basket, some even follow tourists for 5 hours trek, with a hope that the visitors will buy something from them. And it’s a bit sad to see 20 women chasing a tourist, in their broken English words saying “ You buy from me, the bag?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;As one of the tourist, I felt bugged. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S0QbAxz_OxI/AAAAAAAAAc4/x4SwZ-qIIsQ/s1600-h/sapa-vietnam2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S0QbAxz_OxI/AAAAAAAAAc4/x4SwZ-qIIsQ/s200/sapa-vietnam2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Sa Pa used to be the sanctuary for the French who ruled Vietnam in 19th century to escape the heat in the South, that’s why you see those European buildings in the middle of the Mountain. In 1990s it was open for tourist, and since then it was just flowed. The minority tribes at that time weren’t very happy their area being ‘infiltrated’, after the colonizer, now by tourists, but they finally accept it when they knew they could increase some income by selling hand woven clothes. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;I just wish they had other system of marketing, because I don’t want to see the women lowering their dignity, to chase tourists for a $ 4 for a bag. What makes it even worse was you don’t know anymore if the women who talk to you were genuinely friendly or they do cos they want you to buy stuffs. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;When we arrived to the village of Cha Mai, we met an elderly woman carrying a granddaughter on her back. She didn’t speak English, but clearly asked us to follow her. We did, we went through the village until she stop in front of a house with hard soil floor, it was her house and she invited us to enter. We did, and she offered us drinks and lunch, we took the drink but refused the lunch (to see the condition inside the house, I don’t think they have much for themselves). While we were watching the other two grandchildren playing around the fire which used for cooking and at the same time a heater, the old woman showed us her home and finally, sadly, she put out her basket and try to sell us her trade (we didn’t buy, but left some money ‘for the drink’). I was a bit disappointed, but i guess they just have to do things that way, competition is hard. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;But, apart from that, the scenery of Sa Pa is great! It’s blue foggy mountain, the cold weather, the walk in the middle of the mountain, its smell, its market, its hot Pho, that beautiful girl- Mai- our Hmong guide, are great. We spent three nights there, wishing to know more about the life of the minority tribes, too bad there is not enough time. On the new year night, we were back in the Fanxipan express with its 50 cm bed enroute to Hanoi.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sa Pa was the last spot and holiday this year had finished. But there are so many places to go, and while remembering Vietnam, next trip is being pinned on the map in the wall. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-5118047526700967788?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/5118047526700967788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=5118047526700967788' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/5118047526700967788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/5118047526700967788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2010/01/second-postcard-from-vietnam_4117.html' title='Second Postcard from Vietnam'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S0Qa9Kr98ZI/AAAAAAAAAcw/_9oyalrbLK8/s72-c/Sapa-+vietnam3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-8647370212285360498</id><published>2009-12-25T03:10:00.000-08:00</published><updated>2010-08-20T10:06:14.827-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in English'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='backpacking'/><title type='text'>Postcard From Vietnam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S0RB12rnQhI/AAAAAAAAAdQ/Bag6UATSXnY/s1600-h/Citadel+-+Hue.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S0RB12rnQhI/AAAAAAAAAdQ/Bag6UATSXnY/s320/Citadel+-+Hue.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;It was end of November when i was laying down&amp;nbsp;on my bedless mattress, thinking about my financial term and happily concluded that i would achieved my financial target for year 2009 if i can maneuver with saving and spending.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;That was before i checked the calender and found out that i'd have a full 2 weeks holiday.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;It took me days of thinking and considering about&amp;nbsp;will i have my&amp;nbsp;money or will&amp;nbsp;i&amp;nbsp;answer for the call of going traveling again. Achieving a target is important for me, but somehow, what is more important, to have a bank book printing the amount you like to see or to enrich yourself and feel the freedom again. And i cannot say no to the latter.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Therefore, here i am finally, sitting in front of the hotel's computer feeling all stink and sticky with all that residue of sunblock lotion in my skin and hair like i haven't washed in three days. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;I&amp;nbsp;just finish biking, not very far, just off to the beach of Cui Dai in this Hoi An city . Tomorrow will be a week of my two full weeks in Vietnam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S0RBr2zM5pI/AAAAAAAAAdA/v8tfJqvazGY/s1600/hcm+city+-+vietnam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S0RBr2zM5pI/AAAAAAAAAdA/v8tfJqvazGY/s200/hcm+city+-+vietnam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;We arrived in this country on Saturday the 19th, welcomed by the hot Ho Chi Minh city at the south (no visa, great!). It was a big city, and my first impression of the old city's named Saigon is that this is a city of a million motorbikes. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;If you are Indonesian i'm sure that it wouldn't be a strange things to see, but really, it was chaotic! Incredible how people can ride in such an amount of motors swirling around. But secretly, i always admire people who ride in chaos, it shows, after ignorance, actually a huge sense of tolerance, with that i meant that you won't hear any swearing or harsh words from them ( i'm not in this circle, the only f*****ck! or bast*rd i heard&amp;nbsp;is from my own mouth).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;But if you walk, it's not that bad. You got to see people exercising in the park, people playing a kind of badminton game&amp;nbsp;but instead of playing with hand they kick the dick. People sitting around in the park, lovers hugging eachothers, old men sitting at the trotoar sipping tea or beers. The city is so alive.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;At night, it looks like the whole city is roaming the street (walking, motors, bikes) and ofcourse, you can't really escape xmas. The malls putting lights and white xmas tree with carols heard from every building you pass. Children were clad in santa clause dress and parents taking photos of them. In Indonesian, you would say that it was a Macet Total.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Not long in Ho Chi Minh city, we continue to the central Vietnam, this time to Hue. At the stair of the airplane, the first thing you feel is fresh air. Ohh, i love it. It's just so good to escape Dear Jakarta with its polluted air to something fresh like this.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hue is a cultural city, with a ruined citadel accross the Perfume River, a place where the king still live at the early 1900. It's cold, and the smell of the sweet potatoes burnt in charcoal by the street vendor in the cold rainy afternoon is so tempting that your saliva is dripping. Everybody in bicyle or motorbike is covered with the raincoat, you see them colorful in the grey rainy day. After three days, however, i was looking forward to some sun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S0RBxccVmUI/AAAAAAAAAdI/0eVUcVSx2L8/s1600-h/Hoi+An+-+vietnam.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S0RBxccVmUI/AAAAAAAAAdI/0eVUcVSx2L8/s200/Hoi+An+-+vietnam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;And here in Hoi An, i really got that sun. We should have arrived in Hoi An by&amp;nbsp; mid day, but the train from Hue was delayed for almost three hours. That made half sunny day in Hoi An gone. We arrived here at sunset, put my 60 liters carrier safe in the hotel and started roaming the street. Hoi An is so beautiful at night with its river and old French colonial buildings at its side, adorned by lanterns is many colors, mostly red. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sitting at the second floor of a small restaurant by the river eating spring rolls and sipping tea, just watching people walk, the boats taking tourist passes by, and street vendors at their posts. But for a moment the solemn evening was disturbed by the bakpao seller. He had a carrige full of white cakes with incredibly inviting smell, but anyhow, you would like to cut some cabbles hidden in there,&amp;nbsp;cos, to attract buyers, he&amp;nbsp;put a loud, i mean loud, Red Square kind of music (that means disco), its just not matching.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hoi An in the morning is busier, and not too different with Ho Chi Minh, people here also ride motorbike with a lot of 'tolerance'.&amp;nbsp;I see this city as a shopping paradise. In every streets there are shops selling tailored clothes or shoes and sandals. Pick one shop, and you'll be incredibly warm welcomed by the girls speaking&amp;nbsp; English. You&amp;nbsp;show one model of the clothes you want, they will measure you, you choose any color and you will have your new dress wihtin 24 hours. I had one sandal and two pants made for me ( hey, that is good enough for a girl - as long as we don't count that this is my second day here).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;So, what i think about Vietnam in a week? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;I think it's simply interesting. But if we tak about nature, i have to admit that until now, i think Indonesia is more beautiful ( a friend who had lived in Vietnam for 8 years had warned me of this). But somehow, if you go places, you always experience and feel new things. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Vietnam tourist places are no different with other country,&amp;nbsp; the competition is sharp among people who put their life hanging in the rope of tourism. It's always sad to see women in an empty restaurant call you to have a lunch at their place, and&amp;nbsp; not at the next restaurant which is full of people. The women selling snacks, being ignored in front of fancy hotels, people call you to rent their bikes or boats. It's true, i can't help feeling sad for them,&amp;nbsp; but it's also true, you can't help ignoring them if every 2 meters they approach you when you just want to walk calmly.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Talking about calm, i can't wait to continue the journey up to the north, to the mountain area of Sapa. They said it will be cold and the mountain is so beautiful, and&amp;nbsp;here i expect&amp;nbsp;not to listen any motorcycles' horns.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Minority tribes people, mountains, cold, thick jacket and a mild&amp;nbsp;trek... ... ...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;More story of Vietnam (with its coffee and food and other things that i'd try to remember) when i get back.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-8647370212285360498?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/8647370212285360498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=8647370212285360498' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/8647370212285360498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/8647370212285360498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2009/12/going-vietnam.html' title='Postcard From Vietnam'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/S0RB12rnQhI/AAAAAAAAAdQ/Bag6UATSXnY/s72-c/Citadel+-+Hue.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-1449872494923023837</id><published>2009-12-13T08:20:00.000-08:00</published><updated>2010-03-18T22:22:46.212-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sofia'/><title type='text'>Manusia-Manusia Enteng</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“In a world in which lives are shaped by irrevocable choices and by fortuitous events, a world in which everything occurs but once, existance seems to lose its substance, it’s weight. Hence we feel, says the novelist, “the unbearable lightness of being”- not only as the consequence of our private acts but also in the public sphere, and the two inevitably intertwined.”&lt;br /&gt;From the book: The unbearable lightness of being, by Milan Kundera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jum’at lepas tengah malam, duduk di depan TV sambil menonton audisi American Idol di Puerto Rico, aku tertawa-tawa melihat kegilaan orang-orang yang bermimpi menjadi penyanyi terkenal. Bukan hal gampang, mengingat harus tabah menerima hinaan Simon Cowell&amp;nbsp; yang akan disiarkan di seluruh dunia.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tawaku terhenti ketika gadis itu, Belinda, tampil dalam balutan gaun merah jambu yang agak terbuka bagian depannya dan bagian belakang yang menampakkan punggungnya. Sebelum dipanggil masuk ke ruang audisi, gadis berkulit gelap berkepala plontos itu bilang, ia suka menari tanpa sehelai benangpun di depan cermin di kamarnya, ia tidak malu untuk membeberkan hal tersebut kepada dunia karena menari telanjang membuatnya merasa lepas, bebas. Setelah itu, Belinda memamerkan tarian Afrikanya, penuh energi, gerakan-gerakan yang kelihatan asal, tapi sebenarnya berirama, ia menari tanpa alas kaki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata Belinda, ia ikut audisi -yang telah mencetak penyanyi-penyanyi terkenal seperti Kelly Clarkson - dengan tujuan menyebarkan kebaikan dalam lagu-lagu yang suatu hari akan ia nyanyikan dan didengar oleh jutaan orang di seluruh dunia. Ia bilang, dunia sudah jungkir balik sekarang, dan dunia membutuhkan kebaikan. Malam itu keempat juri, Randy, Paula Abdul, Simon, serta seorang juri bintang tamu dengan bersemangat&amp;nbsp; dan anonimus mengatakan “Yes” lalu memberinya selembar kertas kuning tiket ke Holliwood. Di luar, ia disambut seorang wanita setengah baya (mungkin ibunya) dan Belinda berteriak kesenangan sambil memeluk wanita itu. Dengan bangga menunjukkan kertas tersebut ke depan kamera dan melanjutkan tariannya yang erotis, diiringi tepuk tangan orang-orang di auditarium.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada informasi apa-apa lagi tentang gadis itu; apa nama lengkapnya, berapa usianya, dari mana ia berasal, bagaimana masa lalunya, atau apa pekerjaannya sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari ribuan orang yang mengikuti audisi, hanya 9 yang mendapat kesempatan ke Holliwood. Kesembilan orang itu punya satu kesamaan, semua yang lolos bernyanyi tanpa beban.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat Belinda, aku merasakan energi, dari senyumnya yang lebar, tawanya yang lepas dan bahasa tubuhnya yang bebas. Juga dari kata-kata bijaksana yang diucapkannya mengenai kebaikan, aku merasa memperoleh vitamin Positif. Dan ternyata bukan hanya aku saja yang merasakan aura positifnya, karena Paula Abdul juga bilang bahwa ia merasa bersemangat setelah melihat Belinda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;------&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;‘Manusia tanpa beban’, itu adalah komentarku setelah melihat Belinda. Ia gadis yang kelihatan bahagia dan enteng. Aku tidak tau apa memang ia termasuk salah satu manusia yang beruntung karena dibesarkan dalam keluarga penuh cinta atau apa. Tapi karena ia juga punya daging dan darah, aku rasa ia juga tidak luput dari segara macam ujian hidup. Aku yakin ia juga pernah patah hati, atau putus asa karena masalah di sekolah atau bertengkar dengan orang-orang terdekatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya aku ingin tau bagaimana reaksi Belinda kalau ia gagal, tapi entah kenapa, dari sikapnya aku yakin ia akan menghadapi kegagalannya dengan senyum yang sama. Sikap positifnya akan membuatnya berfikir bahwa suatu kegagalan bukan akhir dari segalanya. Yayaya, aku tahu, sudah ribuan kali kita mendengar kalimat yang kedengaran klise itu, kata-kata yang ketika kita sedang gagal&amp;nbsp; memang sulit untuk diserap artinya, hati sedang keruh, diaduk-aduk rasa sedih dan sakit&amp;nbsp; - tahu apa orang lain, yang tidak sedang gagal seperti kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tidak tahu apa prinsip hidupnya atau bagaimana caranya menjalani hidup. Tapi yang pasti dunia perlu lebih banyak vitamin Belinda. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KALAU GAGAL&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dibagian ini pasti aku kedengaran klise. Tapi kalau dipikir lebih dalam, memang kenapa kalau gagal? Satu kali, dua kali, tiga kali, bahkan seribu kali… bukan akhir dunia. Yang perlu dilakukan hanyalah pikir dan pikir lagi. Dimana letak kesalahan yang menelurkan kegagalan-kegagalan itu. Mungkin kurang latihan nyanyi, mungkin salah pilih lagu, mungkin terlalu gugup, mungkin jadi penyanyi tidak cocok, mungkin kita harus mencari hal lain yang dapat memuaskan jiwa kita, mungkin mungkin mungkin… ada seribu kemungkinan yang harus ditemukan kuncinya untuk mengatasi kegagalan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegagalan dalam segala hal; hubungan kasih sayang hancur, proyek kantor tak mencapai target, kerajinan tangan tidak rapi, rapor masih merah, berhenti merokok, jadi pengusaha sukses, mau kurus, mau gemuk, mau buat anak, dan lain-lain, dan lain-lain. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin kalau Belinda disuruh duduk di belakang meja, menjadi sekretaris yang sepanjang hari harus menghabiskan waktu di belakang komputer mengisi huruf demi huruf jadwal si boss, ia akan gagal. Tapi karena Belinda punya ‘Vitamin Belinda’, aku rasa ia akan bisa bilang pada dirinya sendiri: (Tersenyum: ) “Yah, bukan aku nih kalau harus kerja kayak gini, dapat uang bulanan tapi kok gak bikin aku lepas, mungkin aku harus berhenti kerja.” Dan ia akan memutuskan “Kayaknya aku mau daftar ke American Idol aja deh, aku yakin aku bisa nyanyi, siapa tahu bisa sampai ke Holliwood.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kalau gak berhasil gak apa-apa, aku bakal menari telanjang dengan lagu sedih selama sehari atau sebulan, lalu cari kerja lain lagi, yang bisa bikin aku happy.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Ps: Ini memang tulisan lama yang keselip dalam folder-folder komputer. Diambil dari &lt;a href="http://perempuansofia.blogspot.com/"&gt;Sofia&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-1449872494923023837?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/1449872494923023837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=1449872494923023837' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/1449872494923023837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/1449872494923023837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2009/12/manusia-manusia-enteng.html' title='Manusia-Manusia Enteng'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-2602036798211636976</id><published>2009-12-07T22:20:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T00:04:35.861-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='interestingness'/><title type='text'>Asal Usul Nama 'Sumatera'</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tulisan menarik ini aku temuin di blog &lt;a href="http://irfananshory.blogspot.com/2007/05/asal-usul-nama-sumatera.html"&gt;Irfan Anshori&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.swaen.com/os/Lgimg/99063.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="165" src="http://www.swaen.com/os/Lgimg/99063.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;NAMA ASLI pulau Sumatera, sebagaimana tercatat dalam sumber-sumber sejarah dan cerita-cerita rakyat, adalah “Pulau Emas”. Istilah pulau ameh kita jumpai dalam cerita Cindur Matadari Minangkabau. Dalam cerita rakyat Lampung tercantum namatanoh mas untuk menyebut pulau mereka yang besar itu. Pendeta I-tsing (634-713) dari Cina, yang bertahun-tahun menetap di Sriwijaya (Palembang sekarang) pada abad ke-7, menyebut pulau Sumatera dengan nama chin-chou yang berarti “negeri emas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dalam berbagai prasasti, pulau Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi(“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Naskah Buddha yang termasuk paling tua, Kitab Jataka, menceritakan pelaut-pelaut India menyeberangi Teluk Benggala ke Suwarnabhumi. Dalam cerita Ramayana dikisahkan pencarian Dewi Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para musafir Arab menyebut pulau Sumatera dengan nama Serendib (tepatnya: Suwarandib), transliterasi dari nama Suwarnadwipa. Abu Raihan Al-Biruni, ahli geografi Persia yang mengunjungi Sriwijaya tahun 1030, mengatakan bahwa negeri Sriwijaya terletak di pulau Suwarandib. Cuma entah kenapa, ada juga orang yang mengidentifikasi Serendib dengan Srilanka, yang tidak pernah disebut Suwarnadwipa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan bangsa Yunani purba, Pulau Sumatera sudah dikenal dengan nama Taprobana. Nama Taprobana Insula telah dipakai oleh Klaudios Ptolemaios, ahli geografi Yunani abad kedua Masehi, tepatnya tahun 165, ketika dia menguraikan daerah Asia Tenggara dalam karyanya Geographike Hyphegesis. Ptolemaios menulis bahwa di pulau Taprobana terdapat negeri Barousai. Mungkin sekali negeri yang dimaksudkan adalah Barus di pantai barat Sumatera, yang terkenal sejak zaman purba sebagai penghasil kapur barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah Yunani tahun 70, Periplous tes Erythras Thalasses, mengungkapkan bahwa Taprobana juga dijuluki chryse nesos, yang artinya ‘pulau emas’. Sejak zaman purba para pedagang dari daerah sekitar Laut Tengah sudah mendatangi tanah air kita, terutama Sumatera. Di samping mencari emas, mereka mencari kemenyan (Styrax sumatrana) dan kapur barus (Dryobalanops aromatica) yang saat itu hanya ada di Sumatera. Sebaliknya, para pedagang Nusantara pun sudah menjajakan komoditi mereka sampai ke Asia Barat dan Afrika Timur, sebagaimana tercantum pada naskah Historia Naturalis karya Plini abad pertama Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab umat Yahudi, Melakim (Raja-raja), fasal 9, diterangkan bahwa Nabi Sulaiman a.s. raja Israil menerima 420 talenta emas dari Hiram, raja Tirus yang menjadi bawahan beliau. Emas itu didapatkan dari negeri Ophir. Kitab Al-Qur’an, Surat Al-Anbiya’ 81, menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman a.s. berlayar ke “tanah yang Kami berkati atasnya” (al-ardha l-lati barak-Na fiha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di manakah gerangan letak negeri Ophir yang diberkati Allah itu? Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa negeri Ophir itu terletak di Sumatera! Perlu dicatat, kota Tirus merupakan pusat pemasaran barang-barang dari Timur Jauh. Ptolemaios pun menulis Geographike Hyphegesis berdasarkan informasi dari seorang pedagang Tirus yang bernama Marinus. Dan banyak petualang Eropa pada abad ke-15 dan ke-16 mencari emas ke Sumatera dengan anggapan bahwa di sanalah letak negeri Ophir-nya Nabi Sulaiman a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dari manakah gerangan nama “Sumatera” yang kini umum digunakan baik secara nasional maupun oleh dunia internasional? Ternyata nama Sumatera berasal dari nama Samudera, kerajaan di Aceh pada abad ke-13 dan ke-14. Para musafir Eropa sejak abad ke-15 menggunakan nama kerajaan itu untuk menyebut seluruh pulau. Sama halnya dengan pulau Kalimantan yang pernah disebut Borneo, dari nama Brunai, daerah bagian utara pulau itu yang mula-mula didatangi orang Eropa. Demikian pula pulau Lombok tadinya bernama Selaparang, sedangkan Lombok adalah nama daerah di pantai timur pulau Selaparang yang mula-mula disinggahi pelaut Portugis. Memang orang Eropa seenaknya saja mengubah-ubah nama tempat. Hampir saja negara kita bernama “Hindia Timur” (East Indies), tetapi untunglah ada George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan yang menciptakan istilah Indonesia, sehingga kita-kita ini tidak menjadi orang “Indian”! (Lihat artikel penulis, “Asal-Usul Nama Indonesia”, Harian Pikiran Rakyat, Bandung, tanggal 16 Agustus 2004, yang telah dijadikan salah satu referensi dalam Wikipedia artikel “Indonesia”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralihan Samudera (nama kerajaan) menjadi Sumatera (nama pulau) menarik untuk ditelusuri. Odorico da Pardenone dalam kisah pelayarannya tahun 1318 menyebutkan bahwa dia berlayar ke timur dari Koromandel, India, selama 20 hari, lalu sampai di kerajaan Sumoltra. Ibnu Bathutah bercerita dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) bahwa pada tahun 1345 dia singgah di kerajaan Samatrah. Pada abad berikutnya, nama negeri atau kerajaan di Aceh itu diambil alih oleh musafir-musafir lain untuk menyebutkan seluruh pulau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1490 Ibnu Majid membuat peta daerah sekitar Samudera Hindia dan di sana tertulis pulau Samatrah. Peta Ibnu Majid ini disalin oleh Roteiro tahun 1498 dan muncullah nama Camatarra. Peta buatan Amerigo Vespucci tahun 1501 mencantumkan nama Samatara, sedangkan peta Masser tahun 1506 memunculkan nama Samatra. Ruy d’Araujo tahun 1510 menyebut pulau itu Camatra, dan Alfonso Albuquerque tahun 1512 menuliskannya Camatora. Antonio Pigafetta tahun 1521 memakai nama yang agak ‘benar’: Somatra. Tetapi sangat banyak catatan musafir lain yang lebih ‘kacau’ menuliskannya: Samoterra, Samotra, Sumotra, bahkan Zamatra dan Zamatora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan-catatan orang Belanda dan Inggris, sejak Jan Huygen van Linschoten dan Sir Francis Drake abad ke-16, selalu konsisten dalam penulisan Sumatra. Bentuk inilah yang menjadi baku, dan kemudian disesuaikan dengan lidah kita: Sumatera.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber utama:&lt;br /&gt;Nicholaas Johannes Krom, “De Naam Sumatra”, Bijdragen tot de Taal-, Land-, en Volkenkunde, deel 100, 1941.&lt;br /&gt;William Marsden, The History of Sumatra, Oxford University Press, Kuala Lumpur, cetak ulang 1975.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;oleh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://irfananshory.blogspot.com/2007/05/asal-usul-nama-sumatera.html"&gt;IRFAN ANSHORI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-2602036798211636976?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/2602036798211636976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=2602036798211636976' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/2602036798211636976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/2602036798211636976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2009/12/asal-usul-nama.html' title='Asal Usul Nama &amp;#39;Sumatera&amp;#39;'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-1357962555811082189</id><published>2009-10-30T00:52:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T22:57:40.299-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Liputan'/><title type='text'>Semoga Jadi Lalat Yang Berguna</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Mereka juga disebut kuli tinta. Tapi kejadian tadi pagi membawa ingatan pada sebuah buku/film yang aku gak ingat lagi judulnya, yang menyamakan para kuli tinta itu seperti lalat. Makhluk yang akan diusir jauh-jauh, bahkan kalau di kampung-kampung dipukul pakai sapu lidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sulit untuk menerima pendapat bahwa wartawan itu seperti makhluk pembawa pelbagai jenis penyakit kepada manusia. Buku/film itu memberikan julukan lalat, makhluk bermata majemuk itu, karena wartawan selalu mengerubungi ‘makanan’ dan ‘mengotorinya’, padahal si empunya makanan sama sekali gak ngundang. Ada juga yang bilang, wartawan itu seperti burung pemakan bangkai, nama lain yang diasosiasikan dengan wartawan adalah si pengejar ambulan. Alasan aku gak setuju terhadap panggilan tersebut sederhana aja, aku satu perahu dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kejadian yang menyebabkan aku menulis ini nyaris enggak signifikan. Dengan perahu penumpang yang disebut pom-pong, melayani rute antar pulau-pulau kecil yang tersebar di bagian selatan Pulau Bintan, tepatnya di daerah Pelabuhan Kijang, kami berlayar menuju kapal imigrasi Australia yang bernama Oceanic Viking. Diatas kapal tersebut ada 78 orang Sri Lanka yang ditahan saat hendak menuju ke Pulau Chrismast secara ilegal. Pu lau Chrismast adalah tempat yang digunakan oleh Australia sebagai  pusat pemprosesan pencari suaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu ada dua pom-pong, satu yang kami naiki, dan satu lagi dinaiki wartawan dari koran saingan, Sidney Morning Herald. Mendekati Oceanic Viking, kami mulai mencari orang-orang Sri Lanka di atas kapal, misi kami adalah mencari cara untuk berkomunikasi dengan mereka. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SusCo8ICiYI/AAAAAAAAAcY/Vo2gmIfx5Uw/s1600-h/DSC00508-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SusCo8ICiYI/AAAAAAAAAcY/Vo2gmIfx5Uw/s200/DSC00508-1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oceanic Viking adalah kapal buatan Norwegia tahun 1996 dengan panjang 105,6 meter. Dibandingkan dengan itu, pom-pong kami keliatan seperti mainan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami melihat-lihat keadaan, mencari celah untuk berkomunikasi dengan orang-orang Tamil itu. Kami sudah tahu, diantara mereka ada yang bisa Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia.  Di atas kapal, orang-orang berseragam sibuk menjaga, berarti kami tidak bisa begitu saja mendekat. Akhirnya, dua pom-pong berputar-putar melihat situasi, mengitari kapal mengadu keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saat perahu kami dan SMH berputar-putar mengitari kapal besar itulah, aku tiba-tiba  melihat kami dari mata si penjaga, petugas imigrasi berseragam biru di atas kapal, dan kata ‘lalat’ muncul begitu saja di kepala. Walaupun tadi aku bilang kurang setuju, tapi emang enggak bisa dipungkiri, kami memang kelihatan seperti lalat-lalat yang sedang mengitari sebuah piring besar dengan isi makanan enak, mencoba mendarat ketika tidak ada yang melihat untuk mengusir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga akhirnya, setelah berputar-putar - satu mata mengawasi si penjaga masuk ke kapal, satu mata lagi tertuju ke si saingan - kami berhasil mendekati kapal itu, lalu diusir. Tapi seperti kalau kita mengusir lalat, mereka gak akan pergi begitu aja. Jadi, kami mengitari lagi, incar lagi, sampai akhirnya, kami mendekat, kali ini dengan gerakan cepat, dan berhasil menyelesaikan misi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saat-saat dalam lima tahun ini aku merasa kadang-kadang berbuat salah dalam mencari berita. Bukan salah dalam arti kriminal, tapi salah dalam arti kesadaran. Saat-saat sulit, waktu harus menanyai orang-orang yang kerabatnya baru meninggal misalnya, walaupun benar-benar merasa simpati, tapi dalam hati tahu, ini untuk kepentingan berita, jadi informasi harus didapat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru hari ini aku melihat kami dari sudut pandang orang yang kesal makanannnya dikerumuni lalat. Dalam memperoleh berita tertentu kami memang harus kebal. Inti profesi ini adalah menyampaikan informasi kepada khalayak ramai kebenaran yang kadang ingin disimpan oleh sebagian orang, padahal masyarakat perlu tahu. Kami kadang memang tidak disambut dengan tangan terbuka, tapi aku harap, walaupun dianggap oleh sebagian kalangan sebagai lalat, kami tetap berguna, paling enggak, sebagai penyambung lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-1357962555811082189?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/1357962555811082189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=1357962555811082189' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/1357962555811082189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/1357962555811082189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2009/10/semoga-jadi-lalat-yang-berguna.html' title='Semoga Jadi Lalat Yang Berguna'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SusCo8ICiYI/AAAAAAAAAcY/Vo2gmIfx5Uw/s72-c/DSC00508-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-4492664104329313477</id><published>2009-10-21T07:57:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T09:59:19.164-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Liputan'/><title type='text'>Dari Gempa ke Pencari Suaka</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Memang hidup dalam keadaan terus bergerak kayak gini keliatannya asik, tapi kayaknya satu bulan ini agak kelewatan deh. Mungkin karma, karena hampir setaun terakhir kantor gak ngijinin banyak keluar kota buat liputan dalam rangka penghematan uang perusahaan. Kejadian-kejadian yang gak dianggap luar biasa penting, diliput dari Jakarta aja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi setelah hampir satu tahun lumayan leha-leha di Jakarta, tiba-tiba rute perjalanan jadi panjang kayak gini: Jakarta-Banda Aceh 1 minggu; balik ke Jakarta 4 hari, lanjut ke Padang 6 hari,  trus balik ke Jakarta 2 hari ke Banda Aceh 3 hari, balik ke Jakarta 1 hari lanjut ke Banten 4 hari, balik lagi ke Jakarta 1 hari, trus balik lagi ke Banten 2 hari, balik lagi ke Jakarta 1 hari; dan sekarang, posting ini ditulis dari dalam kamar sederhana dengan debur ombak di luar, suara AC yang sumpah bikin marah dan suara bus dan truk yang kalo pengemudinya selip, gak tanggung-tanggung, bakal langsung tergeletak di  atap kamar-kamar Hotel Pantai Merak, Banten (rencana kali ini 3 hari).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Rute ini bikin semua rencana sebulan terakhir rontok semua; dari ke dokter gigi, ke salon, pergi pijat, mau belanja-belanja, dan tentu saja baca buku di tempat tidur sambil malas-malasan di akhir minggu - batal karena pas sampe Jakarta udah teler duluan. Segala usaha jaga penampilan gagal total karena tiap liputan melibatkan berdiri di terik matahari (nasib sedang kurang baik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, gimanapun, yang namanya ngintip dikit keluar kotak, pasti ada kesan pesannya, banyak yang aku lihat, rasa, dan alami, yang mungkin walaupun aku beber di bawah ini gak akan bisa detil. Tapi aku anggap ini sebagai pengingat aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #ffe599;"&gt;Banda Aceh, 20-27 September 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sebenarnya perjalanan yang ini bukan buat kerja, tapi karena itungannya keluar dari Jakarta, jadi harus diikutkan juga. Satu minggu di Aceh, pulang pas hari lebaran karena salah itung tanggal lebaran serta kejar tiket paling murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku senang karena selama satu minggu bisa ketemu temen-temen paling enggak satu kali buat update cerita-cerita selama satu taon gak ketemu. Ngabisin waktu dengan ponakan-ponakan, main dengan mereka, makan bakso kojek (akhirnya!), motret sana-sini, ngopi, makan durian, puas-puasin sama makanan rumah and tentu saja ke pantai! Sebenarnya satu minggu enggak cukup, tapi aku cukup puas ketemuan ama keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #ffe599;"&gt;Padang, 1-6 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Setelah panik karena sedang ada di kantor yang berada di lantai 16 pas gempa 7,6 SR terjadi, besoknya tim The Oz udah dalam perjalanan ke Padang. Tiap meliput bencana, efek rusaknya pasti tinggal di dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat orang dikeluarin dari reruntuhan bangunan, mayat-mayat yang udah gak utuh karena berhari-hari tertimpa beton dan besi-besi, mendengar cerita korban gempa, perasaan trauma karena tinggal di kamar lantai 3, susahnya cari makan, berdiri di atas tanah longsor yang mengubur puluhan orang beserta rumah mereka,basah-basahan dalam hujan lebat buat ngejar deadline, dan perasaan capek luar biasa karena tiap hari mulai kerja pagi-pagi dan selesai setelah matahari terbenam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan bolak-balik Padang-Pariaman yang berjarak 1 jam lebih beri aku kesempatan menikmati alam Sumatera Barat yang bagus banget! Hijau tuanya dan bukit-bukitnya ingatin aku sama Aceh. Ada satu pemandangan yang bikin aku tenang, di tengah guyuran hujan kami berdiri di antara bukit-bukit yang sawah-sawahnya baru selesai dipanen, ada satu gubuk kecil tempat pak tani istirahat dan satu kerbau yang keliatannya masih remaja, dengan sangat antusias dan gembira, berguling-guling di lumpur. Sederhana, tapi beneran, indah banget. Aku merasa harus balik ke Padang lain kali buat liburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang menghibur adalah banyaknya teman-teman wartawan yang ikut meliput di Padang, jadi bisa tukar cerita kalo ada boss yang nyebelin, serta, penyelamat kami semua: restauran seafood yang akhirnya buka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #ffe599;"&gt;Banda Aceh, 9-11 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Aku berhasil bikin keluarga terkejut karena tiba-tiba muncul di pintu gerbang rumah tanpa bilang-bilang. Masalahnya, mereka belon pada kangen karena baru satu mingguan yang lalu aku masih disini. Paling pendek, tapi bagian paling seru liputan maratonku ada dalam 3 hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba dari Jakarta, tim The Oz langsung ngadain tsunami tur. Standarlah, kuburan masal, monumen-monumen bergambar ombak di berbagai penjuru kota, dan tentunya kapal PLTD apung nan massive berdiri di tengah-tengah kota, serta cerita-cerita orang tentang bencana 5 tahun lalu, yang ternyata masih diceritakan dengan tingkat emosi yang tinggi, suara mereka masih bergetar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuburan masal yang kami datangi ada di Kecamatan Ingin Jaya (kalau ada yang enggak tau, itu yang ke arah bandara). Kata bapak penjaganya, setiap hari kuburan masal itu didatangi 30-40an peziarah. Hari itu juga ada dua grup yang sedang duduk di bale-bale sambil membaca doa, salah satu ibu dalam kelompok itu menangis  waktu ia melantunkan ayat-ayat Al Qur’an. Kuburan masal ini yang paling besar di Aceh, ada 46 ribuan mayat dikubur disitu. Yang membuat trenyuh, orang-orang yang datang ke kuburan masal ini gak pernah tau apa  mereka udah datang ke tempat yang tepat. Mereka cuma bisa pilih salah satu kuburan masal untuk diziarahi, tanpa benar-benar tau, apa orang-orang yang ingin mereka kirim doanya ada disitu (atau mereka pergi ke kuburan yang beda tiap kalinya?). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kami putar-putar kota, melihat keadaan 5 tahun setelah boxing day, aku terkesan dengan gimana Aceh udah maju, ninggalin memori kelam itu dan berbenah jadi kota yang cantik lagi. Tapi, gak bisa dipungkiri, tiap kali lewat satu bagian kota, ingatanku selalu berbalik ke bulan desember 2005, “Rumah itu dulu gak ada, yang ada cuma reruntuhan, rumput hijau disini dulu hanya genangan air dengan tubuh-tubuh telungkup terapung, bagian kota ini dulu habis tersapu, yang ada hanya balok-balok kayu, reruntuhan rumah, mobil, orang, tumpuk menumpuk dalam lumpur.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling mengesankan untuk dilihat yang pasti PLTD apung. Luar biasa, bagaimana kapal semasif itu bisa tergeletak dengan rapi di tengah pemukiman penduduk yang sekarang udah ramai lagi. Aku masih merasa ganjalan di tenggorokanku, waktu kami melihat foto-foto yang udah pudar ditempel di kantor taman PLTD. Gak ada yang disembunyikan, cuma ada fakta dalam foto-foto yang menunjukkan keadaan kota lima tahun yang lalu, mayat tindih-menindih dengan tubuh rusak, dan setengah kota Banda Aceh yang hilang tersapu air. Rasa sedih itu masih ada.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari berikutnya, tur tsunami digantikan dengan tour naik sepeda - ini bukan dalam rangka kerja, jadi suasana kelam kemarin digantikan dengan pemandangan bukit-bukit yang hijau dan bebek mandi di sungai (tidak lupa mengejar bebek)- serta acara mandi laut sama ponakan-ponakan, i enjoyed it very much.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #ffe599;"&gt;Banten, 13-16, 18-19, and today, 21 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Belum sempat menghilangkan penat dibadan, perjalanan harus dilanjutkan. Kali ini buat menemui pencari suaka, 250an orang Tamil yang berdesak-desakan dalam sebuah kapal kayu menuju Australia, ditangkap oleh angkatan laut RI dan disandarkan di Pelabuhan Merak, Banten. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kataku pelabuhan, ini literal. Berhari-hari, dalam panaaaaaaasssss kami harus nongkrongin kapal kayu itu, berusaha mencari celah biar diizinkan naik untuk melihat situasi, minimum bisa komunikasi dengan mereka. Agak sulit, karena kapal kayu itu disandarkan di sebelah kapal perang KRI Teuku Umar, dan TNI dengan tegas menolak setiap wartawan yang mencoba naik (kalau mau ke kapal kayu harus melalui KRI dulu). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung ada Alex, si MBA berambut dan bercambang gondrong yang bahasa inggrisnya bagus banget dengan logat Amerika yang sempurna. Seluruh isi kapal itu beruntung karena miliki Alex, salah satu pencari suaka yang harus ninggalin anak dan istrinya mencari kehidupan damai, menghindari perang berkelanjutan di daerah asalnya. Alex bertindak sebagai negosiator dan juga wakil orang-orang Tamil itu, ia menyampaikan keluh kesah, cerita perjalanan dan harapan mereka tentang hidup baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Alex yang menyayat hati membuat aku merasa sangat bersyukur dengan kehidupanku, banyak banget orang lain yang kurang beruntung. Katanya cuma ada 1 toilet di dalam kapal untuk 250an orang. Tapi Alex bilang, kapal itu sudah mewah untuk mereka, karena mereka telah hidup di kamp-kamp penampungan yang keadaannya jauh lebih buruk, dimana 1 toilet bisa jadi untuk 600an orang, padahal kapal kayu itu memancarkan bau tidak sedap yang tercium dari jarak 20an meter. Ada anak-anak kecil dengan muka bentol-bentol digigit nyamuk tetap bermain dengan ceria, ibu-ibu menyusui bayi dengan wajah ‘menderita tapi menerima’, kaum lelaki yang cuma bisa nongkrong gak keruan tiap hari memandang nyaris tanpa harapan. Padahal dulunya mereka ini orang-orang berkecukupan (mereka harus bayar $15,000 buat si penyelundup manusia untuk sampai ke Australia). Nyaris setiap ibu memakai kalung emas berat di lehernya. Nyaris semua orang punya pekerjaan keren, ada yang dokter, pengusaha, mahasiswa, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencegah nasib yang lebih buruk, pencari suaka ini (hanya laki-laki dewasa) mencoba menarik perhatian dunia dengan cara mogok makan. IOM tetap menyalurkan makanan, tapi selama 2 hari pula berplastik-plastik besar makanan dikeluarkan dalam keadaan bau. Dan selama 2 hari itu, enam orang roboh. Gimana enggak, mereka duduk bersila menutupi kepala dengan segala kain yang ada, sedikit menghalangi sinar matahari yang panas ditambah udara laut yang lembab, yang enggak mogok makan aja capek banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari inipun belum ada perkembangan, mereka masih tidak mau turun dari kapal. Mereka tahu, kalau mereka turun dari kapal, kasus mereka akan ditangani oleh UNHCR dan itu berarti sama dengan pencari suaka lain, baik yang berasal dari Afghanistan, iraq, Iran, Myanmar, Srilangka, dll. Mereka akan berakhir, kalau tidak dalam rumah detensi imigrasi, maka hostel-hostel sederhana dimana mereka bisa saja menghabiskan 9 tahun berikutnya menunggu UNHCR memutuskan negara mana yang mau menerima mereka sebagai warganya. Dan kalau tidak diterima sebagai pencari suaka, mereka harus dideportasi- kembali ke titik nol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-4492664104329313477?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/4492664104329313477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=4492664104329313477' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/4492664104329313477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/4492664104329313477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2009/10/dari-gempa-ke-pencari-suaka.html' title='Dari Gempa ke Pencari Suaka'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-8710700928396228145</id><published>2009-10-10T10:18:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:10:02.932-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Liputan'/><title type='text'>Liputan Gempa Padang (2)</title><content type='html'>Padang, 1-6 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cerita Syahrial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awan hitam datang dengan cepat dari arah perbukitan, sementara itu pekerja bergegas membongkar tumpukan kayu yang tadi ditemukan oleh tangan eskavator. Tumpukan kayu bisa berarti penemuan jenazah. Mereka harus bekerja cepat, karena hujan membawa resiko tanah gembur itu longsor lagi dan malah menimbun pekerja evakuasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Syahrial , 20, salah satu korban selamat dari bencana tanah longsor akibat gempa 7,6 SR yang mengguncang Sumatera Barat 30 september 2009 lalu, duduk ditemani dua temannya di warung yang berjarak 20an meter dari bukit yang runtuh. Ia menunggu jenazah kedua orangtua beserta ponakannya yang baru berusia 2,5 tahun ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Gempa terjadi ketika hujan turun pada hari Rabu pukul 5 sore hari. Syahrial yang sehari-hari membantu ayahnya di sawah sedang tidur. Ia terbangun oleh guncangan keras dan segera meraih kusen pintu untuk berpegangan. Tak lama kemudian, yang syahrial rasakan hanyalah “Seperti berada dalam luncuran air, tapi bedanya, dengan pohon-pohon kayu dan puing-puing bangunan di atas kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terseret jauh ke bawah, ratusan meter, ke arah sungai, sambil tetap memegang kusen pintu. Ketika tubuhnya terhenti dalam keadaan telungkup, Syahrial mencoba bangun dan berdiri. Dalam pikirannya saat itu, hanya rumahnyalah, yang letaknya paling atas dari titik longsoran yang meluncur ke bawah. Tapi ketika ia menengadah, ia melihat sawah-sawah, 8 rumah, 1 sekolah, perumahan guru dan sebuah mushalla sudah terkubur di bawahnya, beserta sekitar 40an orang warga desanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencoba bangun untuk mencari anggota keluarganya saat ia mendengar teriakan minta tolong. Syahrial mencoba berdiri, tapi jatuh kembali, maka ia merangkak, dan menemukan kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya beruntung, orang lain kehilangan nyawa, saya hanya menderita luka terkilir,” kata Syahrial sambil memandang balutan putih tebal di kakinya. Ia juga bersyukur karena ketiga kakaknya selamat, walaupun ia kehilangan orangtua, rumah, sawah, ternak dan segala harta benda lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, Syahrial merasa trauma untuk tetap tinggal di desanya. Ia berniat ikut merantau bersama kakaknya yang bekerja sebagai pelayan sebuah restoran di Semarang. “Mau ngapain lagi di sini, semua sudah habis.,” ucapnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akhirnya hujan turun dan petir menyambar, bau mayat menggantung di udara. Pekerja evakuasi menemukan seorang jenazah yang segera diangkut ke dalam ambulan dan dikumpulkan di tenda Departemen Sosial sekitar 1 km ke arah bawah desa Lubuk Laweh, Pariaman, Sumbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrial berharap cemas, apakah mungkin itu salah satu anggota keluarganya. Tapi, kalaupun tidak, ia bilang, “Aku sudah ikhlas. Mau gimana lagi, memang sudah kehendak Tuhan.” Walaupun ada satu hal yang sangat disesali anak muda itu, “Sebelum kejadian longsor, aku melawan orang tua. Ayah minta aku lakukan sesuatu, tapi aku gak mau, aku pilih tidur, aku nyesal sekali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bencana tanah longsor, pemerintah biasanya membuat perjanjian dengan keluarga korban. Setelah empat hari, pencarian akan dihentikan dan daerah longsoran dijadikan kuburan masal. Tapi selama orang masih mencari, Syahrial tetap menunggu. “Aku pengen orangtuaku ketemu, biar ada makam yang bisa aku datangi.” Kalau tidak, ia hanya dapat berdoa sambil memandang lautan tanah merah berlumpur, yang mungkin suatu hari akan hijau lagi dan menghilangkan jejak keberadaan ayah dan ibunya yang tanpa nisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** Masih banyak cerita korban lain dalam gempa Padang, Syahrial salah satu diantara seribuan orang yang kehilangan anggota keluarga. Semua cerita sama menyedihkan, cukup Syahrial mewakili cerita-cerita sedih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-8710700928396228145?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/8710700928396228145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=8710700928396228145' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/8710700928396228145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/8710700928396228145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2009/10/liputan-gempa-padang-2.html' title='Liputan Gempa Padang (2)'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-7518518476202534988</id><published>2009-10-07T22:23:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:32:06.224-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Liputan'/><title type='text'>Liputan Gempa Padang (1)</title><content type='html'>Padang, 1-6 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kabar tentang gempa Padang udah meluas jam 5 sore tanggal 30 september 2009 sebesar 7,6 SR. Tapi karena komunikasi putus, belum ketauan seberapa gede efeknya. Jadi pulang kantor hari Rabu itu, dalam pikiran masih kebayang baju rapi yang bakalan aku pake buat liputan pelantikan anggota DPR besok – celana item satu-satunya, modal buat liputan acara resmi sama kemeja dan sepatu item yang emang cuma satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, hidup dalam profesi ini emang gak bisa diduga. Jam 6 pagi sampe telpon dari si boss yang bilang kami harus ke Padang (langsung kebayang si ibu manajer kantor yang udah nyaris gila  dapatkan kartu liputan DPR, tapi akhirnya batal). Baju rapi yang udah disiapin ganti jadi baju lapangan dalam backpack 60 L yang udah dekil, karena setia nemenin jalan ke beberapa daerah di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/Ss11_inp4OI/AAAAAAAAAcI/JDAUVHCXJHo/s1600-h/gempa+padang1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/Ss11_inp4OI/AAAAAAAAAcI/JDAUVHCXJHo/s320/gempa+padang1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dalam 15 menit kemas2 selesai, karena dalam setengah jam bakal dijemput si boss dan harus langsung ke bandara, go show, cari tiket ke Padang. Di Sukarno-Hatta, orang yang mau ke padang udah bertumpuk. Penerbangan selanjutnya ke Padang udah punya 75 daftar tunggu (gubrak!), orang2 yang pengen cepat- cepat ke Padang – ada wartawan, pekerja sosial, pemerintah, and yang pasti orang Padang sendiri, yang sedang kuatir tentang keluarganya, semuanya bersaing dapatin tiket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis bolak-balik terminal 1, 2, 3 sama si boss dan satu fotografer lain buat cari penerbangan yang paling cepat bawa kami ke Padang, Garuda berbaik hati bikin extra flight, yang tiketnya gak bisa dipesan, harus langsung beli, dan emang langsung ludes! Beruntung kami dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah naik pesawat yang jam 1, penerbangan 80 menit, berarti bisa sampe sebelon jam 3 siang, bisalah gubrak-gabruk disana buat kejar deadline jam 3. Tapi, biarpun naik pesawat benar-benar jam satu-an, teutep aja pesawat gak berangkat, harus nunggu di dalam pesawat selama 1 jam! Kata kapten pilot, traffick di Bandara Minangkabau, Sumbar, keramean and gak ada tempat parkir pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi akhirnya pesawat terbang juga jam 2.30 dan sampe padang jam 4an. Untung udah ada mobil yang jemput (dapetin mobil juga gila-gilaan, secara hubungan telpon kritis and orang-orang Padang lagi sibuk ngungsi ato ngurusin keluarganya sendiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di Padang, kami keluar dari bandara yang jaraknya sekitar 25 menitan dari pusat kota (kalo gak macet). Bukit-bukit di kejauhan yang berwarna hijau tua karena langit mendung adalah pemandangan pertama yang nyangkut di mata. Sungai-sungai berlatar belakang gedung-gedung beratap kepala kerbau setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki kota padang, efek gempa baru keliatan. Gedung-gedung retak, pecah di sana-sini, beberapa ambruk, lantai 3 jadi lantai 1, horor. Si fotografer minta mobil berenti di beberapa tempat untuk ambil gambar. Trus kami melaju ke Hotel Ambacang, gedung paling besar yang ambruk total, yang katanya nimbun beberapa ratus orang. Disampingnya, hotel Bumi Minang berdiri tegak, tapi keliatan luka dengan keruntuhan dinding-dindingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang berkerumun di depan hotel Ambacang, tim SAR, TNI dan polisi sibuk menggali-reruntuhan, berpacu waktu mencari yang masih hidup. Hari udah mulai gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/Ss118chB-ZI/AAAAAAAAAcA/OIYjhZn_VwA/s1600-h/gempa+padang2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/Ss118chB-ZI/AAAAAAAAAcA/OIYjhZn_VwA/s320/gempa+padang2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Di dekat situ ada hotel Mariani International yang bagian depannya masih tegak tapi dengan lobi kecil yang kosong melompong. Di belakangnya ada reruntuhan 4 lantai. Ada satu eskavator besar dengan raungan genset untuk nerangin lubang besar di bawah reruntuhan. Beberapa anggota TNI sedang sibuk membuat lubang, berusaha ngeluarin John Lee, orang singapura berusia 50an tahun yang keperangkap di lantai dasar. Botol minuman terus disodorin melalui lubang kecil, makanan tetap disalurin dan mereka terus ngajak dia bicara biar dia tetap sadar dan gak putus harapan. Orang-orang mulai datang buat nonton, satu ambulan dan tenaga medis tiba. Evakuasi terus berjalan, sangat hati-hati, jangan sampai menyentuh bagian sensitif gedung runtuh itu, yang bisa bikin lebih banyak korban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 10 jam, tim TNI yang berani dan gak putus asa berhasil ngeluarin John Lee, dia menderita patah tulang kaki kiri karena kejepit reruntuhan. Orang –orang bertepuk tangan dan ngucap syukur. Pemandangan kota dan penyelamatan John Lee jadi berita kami hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelahnya, drama untuk kirim berita, gak ada listrik, dan internet untuk kirim berita, sat phone gak jalan. Sekali lagi kami keliling-keliling kota Padang, cari tempat yang mungkin ada listrik untuk idupin komputer dan jaringan telpon buat ngirim gambar. Juga hotel buat nginap malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pak supir udah nawarin rumahnya, tapi agak jauh di luar kota. “Bagus juga, apalagi kalo gak deket laut, ngurangin kuatir diterjang tsunami, apalagi malam gelap gulita kayak gini,” pikirku. Tapi akhirnya, kami lihat satu gedung dengan cahaya, hotel Hang Tuah, yang thanks God, punya genset. Orang-orang rame duduk di lobi, beberapa dengan laptop di pangkuan, dari penampilannya, pasti wartawan. Kami mampir, benar juga, udah ada setumpuk wartawan yang cukup beruntung nemuin hotel ini - yang punya listrik, air, dan internet wi-fi! Langsung aja kami putusin nginap di hotel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku numpang sekamar dengan dua wartawati lainnya, extra bed di lantai. Si fotografer berbagi kamar dengan dua wartawan lain, si boss cukup puas dengan pesanan satu extra bed yang digelar di lantai ruang rapat hotel itu, sama-sama dengan orang lain yang gak kebagian kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun agak ngeri karena kamar yang kami tempati lantai 3, tapi aku bersyukur gak harus tidur di luar. Malam kemarin hujan deras, malam ini bisa jadi. Masalah berikutnya cari makan di kota yang baru diguncang gempa dan mayat-mayat di bawah reruntuhannya. Beruntung kami nemu satu café kecil yang jual nasi goreng, walaupun antrinya lama banget, tapi yang penting bisa makan. Kami dengar banyak teman-teman wartawan lain yang gak punya tempat berteduh dan tidur serampangan, berlima atau bersepuluh dalam satu kamar, kenal gak kenal, karena senasib, semua sepenanggungan, dan mereka kesusahan cari makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini tidur cepat karena besok kami bakal mulai pagi-pagi banget. Tapi gimanapun kuatirnya kalau-kalau gedung bergoyang, ternyata tidurku gak bisa diganggu gugat. Masuk kamar, nyentuh bantal, baru buka mata lagi pas alarm bunyi besok harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-7518518476202534988?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/7518518476202534988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=7518518476202534988' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/7518518476202534988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/7518518476202534988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2009/10/liputan-gempa-padang-1.html' title='Liputan Gempa Padang (1)'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/Ss11_inp4OI/AAAAAAAAAcI/JDAUVHCXJHo/s72-c/gempa+padang1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-8429837007029362096</id><published>2009-09-30T00:28:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:11:06.072-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sofia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Tembok</title><content type='html'>Postingan ini juga ada di &lt;a href="http://perempuansofia.blogspot.com/"&gt;Sofia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bangunlah dari khayalmu sebuah atap di hutan belantara. Sebelum kau dirikan sebuah rumah di dalam tembok-tembok kota. Sebab sebagaimana kau musti pulang setiap senja, demikian pula sang pengembara di dalam dirimu, nan jauh dan sendiri selalu.”&lt;br /&gt;Sang Nabi, oleh Khalil Gibran&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;Lewat tengah malam kemarin-  setelah menantang dua bule main scrabble online, dan otot-otot leher perlu dilemaskan karena kelamaan telungkup - aku dan Wad duduk di ruang tamu  kami yang cuma berisi satu buah kursi panjang nan butut.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Seperti biasa, percakapan tengah malam berkisar antara hidup, cinta, gossip tentang pembantu baru– yang pengen di gujrak-gujrak sangking lambannya, dan cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang cita, tak dinyana, ternyata Wad dan aku sama-sama punya keinginan untuk pergi dari ibu kota tercinta Jakarta. Salah satu alasan Wad, “Jakarta sudah terlalu sumpek, aku gak mau habisin waktu di jalan, trus pas sampe rumah mo mati kecapean.” Alasan yang sangat masuk akal, siapa yang gak ngerasain duka yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menambahkan alasan lagi, yaitu rindu dengan angin. Yak. Rindu dengan perasaan bebas ketika naik sepeda menyelusuri jalanan di pinggir pantai, ngerasain angin di rambut, di kulit, menghapus bulir-bulir keringat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tanpa sadar aku telah menjadikan angin sebagai metafora atas keinginanku untuk merasa bebas. Mungkin akan ada yang bertanya; kurang bebas apalagi? Belum berkeluarga, punya kerjaan yang asik, gajipun cukuplah, bebas macam apalagi yang dicari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita seorang pria yang, sangat bersyukur atas hidupnya. Dia bilang, dia cukup beruntung karena hingga usia yang lebih dari setengah abad, ia telah berkesempatan untuk keliling dunia, melihat banyak tempat, bertemu berbagai macam orang. Tapi, ternyata dia tidak punya rumah. Harta yang dimiliki hanya sebuah pondok di tengah gunung, tempatnya singgah ketika tidak sedang berkelana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu aku tanya apa tidak satu tempatpun di dunia, di berbagai negara yang telah dikunjunginya, yang membuatnya ingin menetap? Jawabannya akan terus terngiang seumur hidupku; “Orang-orang seperti aku mendapat berkah karena kami diberi kesempatan untuk melihat banyak. Tapi kami juga diberi kutukan; tidak ada satu tempatpun yang dapat memaku kaki kami.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, kaki yang tidak dapat dipaku dan selalu berpindah tidak hanya menjadi kebahagiaan karena selalu dalam perjalanan, tapi juga memberi kesedihan, karena kaki itu hanya dapat mengikuti suara hati, yang tidak dapat diam. Banyak hal yang ingin membuatnya tinggal di satu tempat, tapi akhirnya ia harus selalu bergerak, bukan karena tidak puas, tapi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, aku mengerti maksudnya, tanpa harus diberi penjelasan lebih jauh, itulah yang aku rasa. Sebelum, mungkin, nanti di usia yang lebih matang, aku bangun satu rumah kayu di tengah tembok-tembok, tempat aku pulang tiap senja. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-8429837007029362096?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/8429837007029362096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=8429837007029362096' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/8429837007029362096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/8429837007029362096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2009/09/tembok.html' title='Tembok'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-1334554952292618530</id><published>2009-09-29T09:28:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:11:30.957-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='photo'/><title type='text'>A night like this....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Other variation of this one in &lt;a href="http://www.flickr.com/photos/emyz/3966807148"&gt;flickr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.flickr.com/photos/emyz/3966807148/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.flickr.com/photos/emyz/3966807148/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SsJQJ4SCl6I/AAAAAAAAAbA/TDQtzCm7EHU/s1600/DSC_3914-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SsJQJ4SCl6I/AAAAAAAAAbA/TDQtzCm7EHU/s400/DSC_3914-2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SsJQJ4SCl6I/AAAAAAAAAbA/TDQtzCm7EHU/s1600/DSC_3914-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SsJQJ4SCl6I/AAAAAAAAAbA/TDQtzCm7EHU/s1600/DSC_3914-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SsIzHrywA8I/AAAAAAAAAaw/2V2JH2p1reQ/s1600-h/DSC_3919-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SsIzHrywA8I/AAAAAAAAAaw/2V2JH2p1reQ/s400/DSC_3919-2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SsIzCPW9ykI/AAAAAAAAAao/HUtZuCgFfbQ/s1600-h/DSC_3917-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SsIzCPW9ykI/AAAAAAAAAao/HUtZuCgFfbQ/s400/DSC_3917-2.jpg" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SsIyzpzQIMI/AAAAAAAAAag/WUKTyEz2i2M/s1600-h/DSC_3915-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SsIyzpzQIMI/AAAAAAAAAag/WUKTyEz2i2M/s400/DSC_3915-2.jpg" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;These are a failure.. full of noises and some are not as sharp as i ecpected, and the first pic might be &lt;b&gt;very&lt;/b&gt; 'noisy', but i think it creates a very different feeling to the picture.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-1334554952292618530?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/1334554952292618530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=1334554952292618530' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/1334554952292618530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/1334554952292618530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2009/09/night-like-this.html' title='A night like this....'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SsJQJ4SCl6I/AAAAAAAAAbA/TDQtzCm7EHU/s72-c/DSC_3914-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-9181519156068987524</id><published>2009-09-18T09:56:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:11:59.268-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Keledai Masokis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sudah setahun berlalu sejak terakhir kali aku ingin menghantam wajah orang dengan kepalan tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaannya pun sama; matras keras berlapis plastik, lampu putih benderang yang menyilaukan tepat di atas mata, dan seorang perempuan bermasker yang tanpa ampun menunduk begitu dekat dengan wajahku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ia hiraukan air mata yang mengalir, yang keluar tanpa bisa aku tahan, walaupun dalam hati aku tetap berkata, “Aku tidak menangis, masa segini saja menangis.” Tapi airmata itu bukti tak terbantahkan, betapa aku merasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Tangan perempuan itu dengan cekatan berganti-ganti dari peralatan besi ke beberapa cairan wangi, kapas, wajahku dan mengorek-ngorek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata tetap mengalir sementara aku mengejangkan kaki kesakitan, kucoba mengalihkan pikiran dengan mendengar musik, tapi ada gumpalan kata-kata di tenggorokan yang kucoba agar tidak menghambur keluar. “Cukuuuuuuuupppppp! Sudah! Dasar kejam!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak menghiraukan (mungkin lain kali aku harus benar-benar teriak biar dia bisa dengar). Kucoba mengajak ia bicara, “berapa lama ini harus berlangsung?” “satu jam,” katanya tegas. Aku mengerang dalam hati... dan menahan kepalan tangan agar tetap berada di atas kasur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya tuhan, aku masih tidak habis pikir, kenapa setelah setahun bersikap bijaksana, hari ini aku jatuh lagi ke lubang yang sama (dasar keledai). Padahal aku sudah berjanji tidak akan melakukan ini lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mengerti bagaimana bisa orang datang dengan sukarela, malah membayar untuk merasa sakit seperti ini. Apa yang ada dalam pikiran mereka? (aku tidak mau merasa sama dengan ‘mereka’, aku bukan masokis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, ini terakhir kali dalam hidupku aku melakukan hal ini. Aku janji gak akan &lt;i&gt; facial &lt;/i&gt;lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-9181519156068987524?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/9181519156068987524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=9181519156068987524' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/9181519156068987524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/9181519156068987524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2009/09/keledai-masokis.html' title='Keledai Masokis'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-4634899676389964289</id><published>2009-09-09T02:48:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:12:16.435-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='video'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><title type='text'>The Blower's Daughter</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/5YXVMCHG-Nk&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/5YXVMCHG-Nk&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;The Blower's Daughter, Damien Rice, album O,tahun 2003. Aku tahu lagu itu udah lama banget, tapi aku terlalu suka.   ini termasuk dalam salah satu OST film Closer, yang dibintangi Julia Roberts dan Jude law. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And so it is&lt;br /&gt;just like you said it would be&lt;br /&gt;life goes easy on me&lt;br /&gt;most of the time&lt;br /&gt;and so it is&lt;br /&gt;the shorter story&lt;br /&gt;no love no glory&lt;br /&gt;no hero in her skies&lt;br /&gt;i can't take my eyes off of you&lt;br /&gt;and so it is&lt;br /&gt;just like you said it should be&lt;br /&gt;we'll both forget the breeze&lt;br /&gt;most of the time&lt;br /&gt;and so it is&lt;br /&gt;the colder water&lt;br /&gt;the blower's daughter&lt;br /&gt;the pupil in denial&lt;br /&gt;i can't take my eyes off of you&lt;br /&gt;did i say that i loathe you?&lt;br /&gt;did i say that i want to&lt;br /&gt;leave it all behind?&lt;br /&gt;i can't take my mind off of you&lt;br /&gt;my mind&lt;br /&gt;'til i find somebody new&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blower's daughter, apakah itu? &lt;br /&gt;Menurut wikipedia, Blower sendiri artinya ada beberapa:&lt;br /&gt;1. Blower (fish), a fish of the Atlantic coast of the United States and the West Indies&lt;br /&gt;2. USS Blower (SS-325), a submarine of the United States Navy&lt;br /&gt;3. a ducted mechanical fan, especially when used in a heating, ventilating, and air-conditioning system&lt;br /&gt;4. a supercharger on an internal-combustion engine&lt;br /&gt;5. a device to increase the draught of a locomotive (see blastpipe)&lt;br /&gt;6. the telephone, for which the blower is a slang term, especially in the United Kingdom&lt;br /&gt;Heterodon platirhinos, a.k.a. the eastern hog-nosed snake, a non-venomous snake found in North America.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi a blower's daughter?&lt;br /&gt;Masa Damien rice jatuh cinta sama anak ikan dari Atlantik, dan yang lainnya mesin, yang gak mungkin punya anak perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, karena gak pernah ada yang tahu apa arti lagu ini, muncullah teori konspirasi. Blower yang dimaksud dalam lagu ini adalah guru klarinet Damien. Dan si Damien sendiri jatuh cinta sama anak perempuan sang guru, tapi gak kesampaian (agak cemburu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung sedang berbicara tentang Damien Rice, maka sekalian aku embed satu lagi lagu penting, masih bersama Lisa Hannigan yang bersuara surreal,  vocalis kedua Damien Rice sebelum pisah tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/mYPCYboEpmk&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/mYPCYboEpmk&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-4634899676389964289?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/4634899676389964289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=4634899676389964289' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/4634899676389964289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/4634899676389964289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2009/09/blower-daughter.html' title='The Blower&amp;#39;s Daughter'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-1048401880547768081</id><published>2009-09-07T09:23:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T22:11:39.921-08:00</updated><title type='text'>Janji</title><content type='html'>Fanta uniform charli kilo.&lt;br /&gt;Kenapa susah banget disiplin buat tetep nulis! &lt;br /&gt;but i'll try to post as often as possible!&lt;br /&gt;i promise! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun janji tsb kedengaran seperti kalimat ini:&lt;br /&gt;"To quit smoking is easy, believe me, i've done it thousands of times!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-1048401880547768081?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/1048401880547768081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=1048401880547768081' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/1048401880547768081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/1048401880547768081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2009/09/janji.html' title='Janji'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-7121661474252119569</id><published>2009-04-01T09:05:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:13:09.640-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='backpacking'/><title type='text'>me-Nyepi di Bali</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SdOVqyqg0LI/AAAAAAAAAZw/_NvdRj5BaEY/s1600-h/DSC_2123-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319760147241816242" src="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SdOVqyqg0LI/AAAAAAAAAZw/_NvdRj5BaEY/s320/DSC_2123-1.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 207px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ruangan dalam kamar gelap, di luar, cahaya bulan tidak mampu menembus awan yang menjanjikan hujan, malam gulita. Selain dengung nyamuk, tak terdengar suara apapun. Bahkan laut juga hanya berdesir, tidak berani menghempas ombak. Ini saatnya Nyepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini hari raya Nyepi jatuh pada  Kamis, 26 Maret 2009. Umat Hindu merayakan hari besar dengan tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;amati geni&lt;/span&gt; (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;amati karya&lt;/span&gt; (tidak bekerja), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;amati lelungan&lt;/span&gt; (tidak bepergian), dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;amati lelanguan&lt;/span&gt; (tidak mendengarkan hiburan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti sejak matahari menyingsing tadi pagi, sampai matahari muncul lagi esok hari, semua pemeluk agama Hindu tidak boleh melakukan kegiatan apa-apa. Mereka tidak boleh memasak ( puasa 24 jam), tidak boleh keluar rumah, tidak boleh bekerja, tidak boleh menyalakan lampu, tidak boleh menghidupkan TV atau mendengarkan musik, tidak boleh jalan-jalan, tidak boleh melakukan apapun. Kecuali duduk bersemedi, memohon ke hadapan Tuhan Yang Mahaesa, untuk menyucikan Buwana Alit (alam manusia) dan Buwana Agung (alam semesta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jalan-jalan kosong melompong, toko-toko atau restoran tutup, pantai yang biasanya dipenuhi turis-turis berbikini atau peselancar, kosong. Dan pada malam hari tidak boleh ada lampu yang menyala. Kalau tidak mematuhi peraturan ini, hati-hati, bisa-bisa ditangkap Pecalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pecalang berarti penjaga keamanan adat Bali, dan hanya pecalang yang punya hak untuk beredar di jalanan pada hari Nyepi. Mereka adalah sekumpulan orang-orang yang dipilih oleh masyarakat untuk mengawasi jalannya upacara agama- misalnya mengatur lalu lintas di depan Pura – dan pada hari Nyepi, mengontrol agar orang-orang mematuhi peraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya setiap desa membentuk satuan pecalangnya sendiri. Tapi apa pecalang akan menangkapi atau melaporkan tetangganya sendiri kalau ada yang membandel di hari Nyepi? Ternyata Bali menerapkan system ‘tukar desa’. Pecalang dari satu desa akan dikirim ke desa lain untuk mengawasi agar tidak terjadi perseteruan antar tetangga ketika pecalang menjalankan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bali bergantung pada kepariwisataan, bagaimana mereka mengakali agar pulau dewata itu tidak kosong dan bisnis mati pada hari nyepi? Di kawasan ramai seperti Kuta, Seminyak atau Nusa Dua, hotel-hotel berbintang lima biasanya mengajukan izin untuk tetap menghidupkan lampu pada malam hari dan restoran tetap buka. Semua kegiatan perhotelan berjalan seperti biasa, dengan satu syarat, para tamu diharapkan hanya beredar di dalam pekarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bagaimana dengan hotel-hotel kecil yang jauh dari daerah ramai, seperti Amed dengan desa-desa nelayan yang  masih tradisional?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penginapan-penginapan di Amed harus berusaha keras membuat tamu-tamu mereka mengerti apa itu Nyepi, dan memperingatkan berulang kali agar jangan sampai keluar dari hotel, bahkan walau hanya berjalan-jalan di pantai yang biasanya hanya berjarak 30an meter dari depan kamar. Tidak boleh menyalakan lampu (kecuali kalau mau ke toilet- langsung dimatikan kalau sudah selesai) tidak peduli walaupun sudah bayar untuk segala fasilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak, mereka akan mendapat kesulitan. Pecalang akan mencatat pelanggaran yang dilakukan hotel atau tamunya, lalu dilaporkan dalam rapat adat keesokan harinya. Dan pihak yang dilaporkan harus membayar denda, biasanya berupa satu truk pasir atau beberapa sak semen, yang akan disumbangkan untuk kepentingan desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya pecalang di Amed tidak akan mempunyai daftar panjang pelanggar peraturan. Di luar, suasana sepi sekali. Tapi di dalam sebuah hotel berkamar kurang dari 10, terletak tepat di bawah bukit kecil, Mbok Kadek, sedang sibuk menawarkan makan siang kepada empat tamunya. Tidak ada pilihan, hanya nasi goreng. “Saya sebenarnya tidak enak, ini harusnya hari pembakaran dosa, tapi saya tidak bersemedi, tidak puasa dan tetap menyalakan api. Tapi saya minta maaf sama Tuhan, mau bagaimana lagi…. kerjaan, kan” ujarnya membela diri, sambil melirik staff hotel lain, Nengah Dharma, yang sedang santai merokok di meja lain di ujung restoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbok Kadek belum pernah menjalankan puasa 24 jam seperti yang seharusnya dia lakukan. Tepat sebelum matahari terbit, orang yang akan melaksanakan puasa dan semedi Nyepi hanya boleh makan tiga kepal nasi putih dan air putih. Begitu juga ketika berbuka keesokan harinya. “Tidak sanggup,” katanya sambil mengelus perutnya yang kekenyangan setelah santap siang. “Hanya golongan Brahmana (pendeta) yang sanggup,” kata perempuan muda bertubuh gembur tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SdOVAqbF7yI/AAAAAAAAAZo/6GGPgNrl0BI/s1600-h/DSC_2038-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319759423475150626" src="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SdOVAqbF7yI/AAAAAAAAAZo/6GGPgNrl0BI/s200/DSC_2038-1.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 132px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tamu hotel ini sepertinya cukup mengerti, tidak ada yang terlalu sering  memanggil pelayan hotel untuk meminta sesuatu. Semua orang berusaha sediam mungkin, melakukan aktifitas sendiri. Membaca buku, mendengar musik, atau mengobrol dengan suara pelan, walau mata tak lepas memandang air laut yang tenang mengundang. Semuanya menahan diri. Semua staff hotel dan para tamu bersikap sama, tidak sabaran menunggu hari ini berakhir, agar mereka bisa beraktifitas seperti biasa, para turis bisa nyebur ke laut dan bersnorkeling mengagumi taman bawah laut dipenuhi ikan hias warna-warni.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-7121661474252119569?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/7121661474252119569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=7121661474252119569' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/7121661474252119569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/7121661474252119569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2009/04/me-nyepi-di-bali.html' title='me-Nyepi di Bali'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SdOVqyqg0LI/AAAAAAAAAZw/_NvdRj5BaEY/s72-c/DSC_2123-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-2212126640453336138</id><published>2009-01-27T22:29:00.000-08:00</published><updated>2009-12-09T23:13:20.348-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='photo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='backpacking'/><title type='text'>Gili Trawangan (in Pictures)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAbiGgQ8zI/AAAAAAAAAY8/pcSkJoclxvE/s1600-h/gili+trawangan+2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296263434463146802" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAbiGgQ8zI/AAAAAAAAAY8/pcSkJoclxvE/s320/gili+trawangan+2.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 213px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;Gili Trawangan is one of the triplet island off Nusa Tenggara Barat, Indonesia, the other two are Gili Meno and Gili Air. Trawangan is the furthest (althought not that far (45 minutes by boat) and the biggest of the three, where more lives are seen here. It has a little of everything for everybody, swimming, snorkeling, diving, sun bathing, quietness, and night life.  Other thing i  love about this island is its easy access, just 1,5 hours flight from Jakarta and two hours from airport of Lombok. There is no cars nor motorbike in the island , all means of transportations are by foot, push bike or the delman (horse cart). You can go around the island in about an hour with push bike.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAZ_JboKlI/AAAAAAAAAYs/lRnQdfbJEGM/s1600-h/gili+trawangan+19.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296261734441953874" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAZ_JboKlI/AAAAAAAAAYs/lRnQdfbJEGM/s200/gili+trawangan+19.jpg" style="cursor: pointer; height: 133px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAZ-74J6zI/AAAAAAAAAYk/0FyfEJmDZv4/s1600-h/Gili+Trawangan1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296261730803510066" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAZ-74J6zI/AAAAAAAAAYk/0FyfEJmDZv4/s200/Gili+Trawangan1.jpg" style="cursor: pointer; height: 133px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAZ-jTaM0I/AAAAAAAAAYc/NWAVxfp3tk0/s1600-h/Gili+trawangan6.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296261724206936898" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAZ-jTaM0I/AAAAAAAAAYc/NWAVxfp3tk0/s200/Gili+trawangan6.jpg" style="cursor: pointer; height: 133px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAVFl1q03I/AAAAAAAAAXc/jo34FxcwHZY/s1600-h/Gili+trawangan+17.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296256347588449138" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAVFl1q03I/AAAAAAAAAXc/jo34FxcwHZY/s200/Gili+trawangan+17.jpg" style="cursor: pointer; height: 143px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAZ-k9s2PI/AAAAAAAAAYM/ssM3Kraj_ho/s1600-h/Gili+trawangan+blog+12.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296261724652755186" src="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAZ-k9s2PI/AAAAAAAAAYM/ssM3Kraj_ho/s200/Gili+trawangan+blog+12.jpg" style="cursor: pointer; height: 133px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYATjA8x4ZI/AAAAAAAAAW0/9CJr5OZuJrE/s1600-h/Gili+trawangan+11.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296254654058979730" src="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYATjA8x4ZI/AAAAAAAAAW0/9CJr5OZuJrE/s200/Gili+trawangan+11.jpg" style="cursor: pointer; height: 132px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAVGCWbUYI/AAAAAAAAAXk/rdnirAbrv9w/s1600-h/gili+trawangan+18.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296256355242037634" src="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAVGCWbUYI/AAAAAAAAAXk/rdnirAbrv9w/s200/gili+trawangan+18.jpg" style="cursor: pointer; height: 133px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYARTXrZ4GI/AAAAAAAAAWk/nf6NH1jPYDs/s1600-h/gili+trawangan+9.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296252186258956386" src="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYARTXrZ4GI/AAAAAAAAAWk/nf6NH1jPYDs/s200/gili+trawangan+9.jpg" style="cursor: pointer; height: 140px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAVFpG80sI/AAAAAAAAAXU/zvXEWbYo1s4/s1600-h/Gili+trawangan+16.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296256348466238146" src="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAVFpG80sI/AAAAAAAAAXU/zvXEWbYo1s4/s200/Gili+trawangan+16.jpg" style="cursor: pointer; height: 133px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAUJRT5f8I/AAAAAAAAAXM/AfDxLmSQSfg/s1600-h/Gili+trawangan+15.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296255311285944258" src="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAUJRT5f8I/AAAAAAAAAXM/AfDxLmSQSfg/s200/Gili+trawangan+15.jpg" style="cursor: pointer; height: 133px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAUJaMCu0I/AAAAAAAAAXE/a6Mwf7RkC4w/s1600-h/gili+trawangan+14.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296255313668913986" src="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAUJaMCu0I/AAAAAAAAAXE/a6Mwf7RkC4w/s200/gili+trawangan+14.jpg" style="cursor: pointer; height: 200px; width: 140px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAUJeanjvI/AAAAAAAAAW8/69dI1TIV6vg/s1600-h/gili+trawangan+13.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296255314803789554" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAUJeanjvI/AAAAAAAAAW8/69dI1TIV6vg/s200/gili+trawangan+13.jpg" style="cursor: pointer; height: 200px; width: 132px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYARTR3Ql_I/AAAAAAAAAWc/ClYA24QbBc8/s1600-h/Gili+Trawangan+7.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296252184698066930" src="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYARTR3Ql_I/AAAAAAAAAWc/ClYA24QbBc8/s200/Gili+Trawangan+7.jpg" style="cursor: pointer; height: 133px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYARS9qWLyI/AAAAAAAAAWU/zYyF_SkAQgA/s1600-h/gili+trawangan+5.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296252179275198242" src="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYARS9qWLyI/AAAAAAAAAWU/zYyF_SkAQgA/s200/gili+trawangan+5.jpg" style="cursor: pointer; height: 133px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYARS0P0HJI/AAAAAAAAAWM/nxf7ddHztJc/s1600-h/gili+trawangan+4.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296252176747994258" src="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYARS0P0HJI/AAAAAAAAAWM/nxf7ddHztJc/s200/gili+trawangan+4.jpg" style="cursor: pointer; height: 133px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYARS2mKTuI/AAAAAAAAAWE/LttfZ64J8Ks/s1600-h/gili+trawangan+3.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296252177378594530" src="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYARS2mKTuI/AAAAAAAAAWE/LttfZ64J8Ks/s200/gili+trawangan+3.jpg" style="cursor: pointer; height: 133px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAdEzj_hDI/AAAAAAAAAZE/_GZpl8u6zHI/s1600-h/Gili+Trawangan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296265130185557042" src="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAdEzj_hDI/AAAAAAAAAZE/_GZpl8u6zHI/s320/Gili+Trawangan.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 213px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh-oleh liburan tahon baru... moga-moga bisa ikut promosiin itu pulau dan pendapatan masyarakat setempat bisa bertambah (walaupun hotel-hotel yang paling bagus udah dimiliki orang asing), tapi paling nggak, ikan-ikan hasil pancingan bapak-bapak nelayan ada yang beli :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-2212126640453336138?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/2212126640453336138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=2212126640453336138' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/2212126640453336138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/2212126640453336138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2009/01/gili-trawangan-in-pictures.html' title='Gili Trawangan (in Pictures)'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SYAbiGgQ8zI/AAAAAAAAAY8/pcSkJoclxvE/s72-c/gili+trawangan+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-8804609794144507008</id><published>2009-01-21T01:43:00.000-08:00</published><updated>2010-03-18T22:23:05.099-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Euforia Harapan dan Perubahan : Obama</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan dua juta orang berkumpul di Capitol Hill, tempat presiden terpilih Amerika ke 44, Barrack Obama, dilantik pada hari ke 20 Januari 2009. Jumlah itu merupakan jumlah terbesar massa yang hadir pada pelantikan presiden Amerika sepanjang sejarah. Belum termasuk jumlah pasang mata di seluruh dunia yang menyaksikan peristiwa tersebut dari layar kaca. Jutaaan orang berbalut jaket tebal dan topi wol, menahan udara minus nol di Washington DC, berkumpul, bersorak, menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan menangis karena mereka adalah pendukung Mc Cain yang kalah dalam pemilihan presiden, tapi karena baru kira-kira setengah abad yang lalu, orang-orang kulit berwarna belum diperlakukan layaknya seorang manusia, ditercerabuti hak-hak mereka. Sekarang, masa itu sudah lalu, seorang dari orang kulit hitam itu telah menjadi orang nomor satu dinegaranya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ya, ia memang telah mengukir namanya dalam lembar sejarah dengan menjadi presiden kulit hitam pertama di Amerika. Seluruh dunia dilanda euforia, semua orang berharap pada Obama, bangga atas pencapaiannya dan menyukai figurnya yang tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia,  pesta-pesta diadakan di hotel-hotel untuk merayakan kemenangan. Setiap orang membicarakan Obama, Obama, dan Obama. Setiap halaman pertama surat kabar menampilkan foto dan berita inagurasi, bahkan semua TV swasta Indonesia menayangkan langsung peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku termasuk salah satu pasang mata yang mencoba menahan kantuk ketika menyaksikan peristiwa ‘bersejarah’ tersebut dari layar kaca. Pertama ada perasaan enggan untuk ikut serta dalam peristiwa ini, karena, rasanya ia tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap kehidupan nyata di Indonesia.&lt;br /&gt;Harian Rakyat Merdeka (21/1/09) pada halaman pertama menyajikan judul :” Anak Menteng Penguasa Dunia”. Judul berita yang berlebihan, karena dia bukan anak menteng, dia hanya seseorang yang pernah tinggal di kawasan Menteng dari tahun 1967-1972, ketika berumur 6-10 tahun, mengikuti ibunya yang menikah dengan pria berkebangsaan Indonesia. Dan apakah benar, menjadi orang nomor satu di Amerika juga berarti menjadi penguasa dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, dalam percakapan melalui telepon dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu, ia menyapa Presiden SBY dengan beberapa kata Bahasa Indonesia, dan pada kesempatan itu juga menyampaikan kerinduannya pada rambutan, bakso dan nasi goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Indonesia sangat bangga dengan tali yang menghubungkan negara ini dengan pemimpin baru tersebut, seolah-olah laki-laki 47 tahun itu adalah milik kita. Merasa bahwa ia akan bisa membawa kebaikan bagi semua, baik di Amerika maupun  Indonesia, dan seluruh dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Presiden Barack Hussein Obama (pada saat penyambutan resmi kedatanganya di Capitol Hill, nama tengah beraroma islam itu disebut dengan H saja) dengan tangan kanan terangkat dan tangan kiri menyentuh kitab injil yang juga digunakan Abraham Lincoln dalam pelantikannya sebagai Presiden Amerika ke 16 pada 4 Maret 1861, melakukan beberapa kesalahan, maka ia terlihat sangat manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bersorak sorai dan melambaikan jutaan bendera Amerika berukuran kecil. Sebelumnya telah dilakukan pembacaan doa.  Penyanyi legendaris Aretha Franklin menambah hikmat acara itu dengan menyanyikan “The Star-Spangled Banner”, lagu kebangsaan Amerika, orang-orang menunduk, tersenyum, atau menangis. Aku merinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merinding melihat betapa jutaan orang-orang berharap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan, Perubahan, dan Kita Bisa; adalah kata-kata kunci yang membawa Obama di hadapan jutaan pemilihnya hari itu. Kata-kata yang mungkin telah ribuan kali diucapkan oleh tim kampanye. Kata-kata yang bagi sebagian orang sudah basi, dan tidak bermakna, hanya janji-janji yang biasa diucapkan para politisi ketika ingin menduduki suatu jabatan (Kita di Indonesia sudah sering mengalami hal ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, malam itu (pagi di Washington) aku terkesima dengan kata Harapan yang menjadi nyata dalam tatap mata orang-orang. Harapan bukan lagi hanya sebuah kata, tapi kata yang maknanya mereka jadikan pandangan ke depan. Berapa juta orang yang hidup dalam keadaan sulit, dan sekarang dipersulit karena anjloknya ekonomi dunia. Berapa juta orang yang hidup dalam ketidakadilan. Berapa juta orang yang telah jadi korban, atau melihat kejamnya perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak menaruh harapan yang tinggi pada Barack Obama (aku senang dia menang!). Masalah yang ada di negaranya pasca Bush bukannya sedikit, banyak yang harus ia hadapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimanapun, mataku sempat basah menyaksikan acara pengambilan sumpah itu. Jutaan orang bersatu, sama-sama berharap demi masa depan yang lebih baik, dan (semoga) kesadaran bahwa kita harus berubah, karena dunia butuh sikap baru demi kebaikan semua. Semoga kesadaran untuk menolong Bumi yang merana semakin kuat, semoga tidak ada lagi keributan dan peperangan atas nama Tuhan, semoga tidak ada lagi orang yang melihat apakah seorang itu hitam, putih, kuning, merah maupun coklat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku senang Barack Husein Obama menjadi pemimpin (di negara Amerika). Bukan karena dia memilih Hillary Clinton sebagai menteri luar negeri, dan  bukan karena niatnya untuk menarik tentara Amerika dari Iraq untuk dikirim ke Afghanistan. Bukan karena ia seperti tukang sihir yang akan bisa menyelesaikan masalah dengan sekali sapu. Malah sebaliknya, ia musti mendobrak sistem pemerintahan partai republik yang telah berkuasa sekian lama, harus mengubah sistem politik 'takutlah' a la Bush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, aku senang ia jadi presiden karena ia telah mengingatkan jutaan manusia atas harapan, kesadaran untuk berubah, niat dan sikap baik, serta kuatnya persatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“They have forgotten… what men and women can achieve when imagination is joined to common purpose……..”&lt;br /&gt;“The world has change, and we must change.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-8804609794144507008?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/8804609794144507008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=8804609794144507008' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/8804609794144507008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/8804609794144507008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2009/01/euforia-harapan-dan-perubahan-obama.html' title='Euforia Harapan dan Perubahan : Obama'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-7441113949172489451</id><published>2008-12-08T03:38:00.000-08:00</published><updated>2009-12-09T23:14:29.255-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Cepat Kawin!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ha!&lt;br /&gt;Akhirnya 28 juga... and seperti udah diduga dan disangka, dari berbagai macam selamat ulang taon yang daku terima, sebagian besar mengandung "Cepat kawin!" ato yang lebih sopan nanya "Kapan kawin?" And sambil sedikit sekal, daku cuma bisa jawab, ngutip kayak di iklan, "Bulan Mei! ( taonnya belon tau)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan pertanyaan baru, udah sejak ultah ke 24 pertanyaan ini gak pernah absen, tiap tanggal 6 Desember pasti ditanyain! Emang siy, banyak temen-temen sebaya udah pada kawin bahkan punya anak. Temen sebangu waktu SMA malah udah punya 3 anak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Masalahnya, aku gak ngerasa buru-buru karen usia udah menua - seperti yang dibilang teman-teman :(, abis, dalam hati daku tetap merasa muda, (serius! dan ini bukan penyangkalan!) Mungkin ada orang-orang yang ngerasa umur 28 itu udah tua ya....  Tapi,  masih banyak hal yang ingin daku rasain sebelon berkeluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta, banyak banget perempuan yang masih bisa sendiri sampe umur 30an and belon ada yang ngatain gak laku. Tapi, kalo udah pulang ke daerah asal, perasaan jadi tuaaaaa dan gak laku! (This is not the case lho!) Bikin aku ngerasa hidup ini pendek aja (well, emang gak sepanjang nabi Adam siy, tapi kan juga gak sependek lalat Tse-Tse). Rasanya, kalo udah diatas 25 aja, udah gak perlu punya mimpi tinggi-tinggi, gak perlu petualangan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen -temen yang udah berkeluarga siy bilang kawin itu gak menghambat kok, (well, tergantung suaminya siy) Tapi, i can't deny, ada kok perbedaan temen-temen yang masih single dan yang udah berkeluarga. Jujur aja, temen yang udah berkeluarga, apalagi punya anak, pasti kesangkut! Kalo dulu bisa weekend seranjang (maksudnya tidur bareng, having girls nite) tapi berhubung ada laki-laki lain yang lebih berhak menempati tempat tidur, ya yang gak berkepentingan sadar diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen-temen yang single bisa diajak keluar sampe jam 4 atau 6 pagi kalo mau. Kan gak ada suami yang bakal ngerinduin and anak yang musti disiapin  makan pagi besoknya, jadi nyantaiii, dan malam jadi milik orang-orang yang gak ditungguin. And i think i still enjoy this. Well, dari sisi kerjaan juga siy, apa mungkin kerjaanku yang punya mobilitas tinggi yang masih sangat aku nikmati, petualangan sana-sini, pergi ke pelosok-pelosok negri tanpa harus mikirin 'orang rumah'. will you call this egoist? well, i dont think so, kan emang gak punya, gak bisa dibilang cuuma mikirin diri sendiri dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain kalo aku punya keluarga, aku tau aku bakal dedikasi penuh, bukan berarti langsung jadi ibu rumah tangga, gak, aku masih pengen kerja walopun ntar berkeluarga. Tapi aku tau, sekali aku punya, maka keluarga aku bakal jadi prioritas. Jadi, berhubung daku masih ngerasa 18 kayak sekarang, kayaknya ibu-bapak masih musti sabar dulu deh nimang cucu dari daku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kisah nih, Temen sebangu SMA yang udah punya 3 anak tadi, (bilang aja namanya Titi), cewek kecil mungil nan manis and pintar banget! dia punya bapak yang temperamennya keras! jadi, setelah selasai kuliah D3 si Titi dikawinin sama orang yang dipanggilnya paman - pas nikah dia nangis-nangis karena gak cinta. Nah sekarang dia tinggal di satu desa di daerah Lampung sama suami dan anak-anaknya. Suaminya punya toko alat-alat pertanian. Suatu hari nih, aku dapet telepon dari Titi, dia cerita tentang kehidupannya (waktu itu baru melahirkan anak bungsu). Dia bilang siy dia bahagia, dia udah cinta dengan suaminya and anak-anaknya lucu-lucuuu. Tapi, secara Titi cewek yang aktif (dan sedikit cerewet) dia bilang, walopun bahagia, ada saat-saat dia pengen single lagi, and gak bisa nyangkal, kalo bisa, dia dulu gak kawin dulu. Karena dia ngerasa hidupnya nyangkut. Tiap hari dengan rutinitas yang sama, beresin anak-anak, beresin rumah, urusin suami dan urusin toko. Tapi, anyway, dia bilang siy itu udah hidupnya and bakal dia jalanin dengan hati ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa jadi cerita tentang Titi ya... padahal aku juga punya temen-temen yang perkawinannya bahagiaaa banget! (tapi tetap terikat) and gak sama dengan ceritanya Titi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, aku pikir siy, selama aku bahagia masih jadi cewek single di umur yang 28, gak masalah lah ya. Ntar, kalo udah siap baru deh mikirin punya suami and anak kembar yang lucu-lucu (God Will) I know, i know, i don't mean it would be next 20 years! Tapi sekarang, relax dulu yaaaaa...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-7441113949172489451?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/7441113949172489451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=7441113949172489451' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/7441113949172489451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/7441113949172489451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/12/cepat-kawin.html' title='Cepat Kawin!'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-8998921172028188632</id><published>2008-11-27T02:14:00.000-08:00</published><updated>2010-03-18T22:23:23.898-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Fatwa Haram Yoga</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Karena banyak diprotes  sama orang-orang yang masih waras di Malaysia, akhirnya Perdana Menteri Ahmad Badawi memperlunak fatwa Majelis Fatwa Nasional (MFN) yang sebelumnya ngelarang orang islam olahraga yoga. Larangan itu mengatakan kaum Muslim harus menghindari yoga karena menggunakan sembahyang umat Hindu yang bisa mengikis keyakinan Islam. PM badawi bilang, kalau bener hanya sebagai latihan fisik yoga tidak apa-apa, asal gak masukin ‘chanting’ hindu dalam latihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, karena latah dan ikut-ikutan fatwa yang enggak popular itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam rapat harian hari Rabu 26 November 2008 malah memutuskan bakalan menyelidiki dan mengkaji apa putusan MFN itu juga seharusnya diterapin di Indonesia. Miggu ini, rencananya mereka akan berkunjung ke pusat-pusat kelas yoga yang sekarang banyak bertebaran di seluruh Indonesia untuk melakukan observasi langsung, apakah para yogis itu mempraktekan ritual agama hindu atau tidak. Kalau iya, wakil ketua MUI Sa’ruf Amin bilang “Bisa membahayakan keimanan muslim,” tapi kalau rupanya cuma olahraga bakal diijinkan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pertama kali kenal yoga empat tahun lalu, aku langsung jatuh cinta. Setelah nyobain olah fisik lain kayak ke gym atau lompat tali di rumah atau berenang, perasaan masih gak puas. Seorang teman ngajakin kelas yoga, karena penasaran aku ikut! Setelah kelas pertama, aku langsung jatuh cinta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima belas menit pertama memang bikin mati rasanya, semua otot-otot direnggangin sampai maksimum tapi hasilnya badan  jadi lentur banget, relaksasi yang nikmat sepuluh menit terakhir bikin aku tau, “I found my sport!” Sebenarnya yoga yang dijalankan kebanyakan orang-orang di Indonesia itu murni olah raga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang di Malaysia udah pernah nyobain gak sih? Dari mana mereka ngambil kesimpulan yang menyesatkan seperti itu? Parah banget, turut berduka cita terhadap yang pilihan olah raganyapun dibatasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan MUI bersikap lebih  masuk akal dibanding sejawat mereka di negeri seberang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-8998921172028188632?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/8998921172028188632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=8998921172028188632' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/8998921172028188632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/8998921172028188632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/11/fatwa-haram-yoga.html' title='Fatwa Haram Yoga'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-7232985227419360951</id><published>2008-11-25T23:49:00.000-08:00</published><updated>2009-12-09T23:15:31.114-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='backpacking'/><title type='text'>Gembelisme to Dieng Plateau</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Akhirnya tercapai juga keinginan si Emy buat jalan ke Dieng!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SS0GZ7T478I/AAAAAAAAASM/Dn7ndSXb4-o/s1600-h/Dieng+plateau.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272877781208330178" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SS0GZ7T478I/AAAAAAAAASM/Dn7ndSXb4-o/s320/Dieng+plateau.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 211px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah dengan cermat memperhatikan kalender dan mendapati libur Waisak yang jatuh pada hari selasa 20 Mei 2008, maka segeralah dia minta cuti hari senennya. Dan langsung saja otaknya diputar, coba ingat-ingat tempat2 mana saja yang belum dia kunjungi di tanah Jawa tapi yang bisa dijabanin dalam 4 hari.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lalu, terbitlah nama Dieng! And dengan segera dia cari temen buat jalan, setelah setengah memaksa dan merayu, akhirnya Emy dengan sukses ngumpulin Gita and Okka untuk diajak Gembelisme Bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil mengumpulkan dua gembel itu, hari rabu tanggal 14 Mei langsung ke Gambir buat beli tiket tujuan Jogja, yang tentu aja udah abis, sampe akhirnya sangking sangat bersemangat buat backpacking, daku beli dari ‘travel agent’ yang berkeliaran disekitar situ. Akhirnya dapet Kereta Taksaka jam 0815 jurusan Jogja yang harganya nglunjak dari Rp160 ribu jadi Rp 250 rb. Berhubung daku pergi sendiri ke Gambir, dua gembel yang lain gak perlu terlalu tau detil penting ini :p&lt;br /&gt;(oya, saat ini, Emy juga udah berhasil rayu2 bos biar boleh libur tambahan satu hari lagi,Jumat)&lt;br /&gt;Jadilah perjalanan kita dimulai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day One&lt;br /&gt;Jum’at 14 Mei 2008&lt;br /&gt;Sampe di Gambir jam 8 pagi dengan perasaan sangat senang, apalagi ingat kalo orang lain harus kerja :p Caya bawa tas paling gede, Okka bawa tas sedang, dan Gita bawa tas Doraemon (Abis tasnya kecil banget tapi isinya sama dengan yang laen2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta Taksaka terlambat 1 jam, and keterlambatan ini besar banget artinya, karena rencananya mau langsung ke Dieng malam ini. But anyway, kereta berangkat jam 0915 dan sampe Jogja jam 1800.Makan dulu di warung soto yang enak banget di stasiun, trus langsung ke terminal bus. Sampe sana, petugas stasiun bilang kita telat 1 jam karena bus terakhir ke Wonosobo udah berangkat jam 1900, gubrak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dengan niat yang kuat, rencana gembelisme ditunda dulu karena kita akhirnya nyewa taksi dari Jogja-Wonosobo dengan harga Rp350 ribu (gak mampir Malang dulu kaya kalo naik bus yang harus ditempuh 4 jam tapi harganya Rp35 ribu ajah!), dijanjiin ama supirnya bakal Cuma 2,5 jam karena kita gak lewat kota Malang, tapi lewat Sampiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil dengar lagu2 ballads taon 80 yang diputar dari MP3 si bapak taksi, kita mampir dulu di warung keluarganya yang enak banget! After istirahat, jalan lagi. dua gembel dibelakang itu udah tidur, tinggallah daku berbincang-bincang dengan pak supir, biar dia juga gak tidur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe Wonosobo jam 12 malam kurang and langsung cari hotel Bu Djono yang udah kita telp. Di lonely planet siy alamatnya di Jalan Resimen, Tapi, setelah kita putar2 and gak nemu2, kita nginep di Hotel Melasti Asri. (penjelasan di paragraf bawah)&lt;br /&gt;Bingung!&lt;br /&gt;Ternyata kita akhirnya tau bahwa Lonely Planet edisi 2007 salah bikin alamat Bu Djono yang harusnya ada di Dieng, tapi dibikin dengan alamat Melati Asri di Wonosobo. Tapi berhubung udah malam banget kita mutusin nginep di losmen yang tempatnya kayak rumah jaman belanda tapi lumayan bersih. Satu kamar bertiga harganya Rp 50 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day Two&lt;br /&gt;Sabtu 15 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SS0H9Kqgp8I/AAAAAAAAASc/jn4exY0Wh7s/s1600-h/Dieng+Plateau4.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272879486136788930" src="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SS0H9Kqgp8I/AAAAAAAAASc/jn4exY0Wh7s/s200/Dieng+Plateau4.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 133px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;Hal paling berkesan pertama buat hari ini adalah mandi paginya: serasa pake aer es!! Dua cewek2 laen, secara gembel, mandi cowboy ajah, daku, menguatkan hati cuci rambut.... lalu langsung berjemur sinar matahari disamping tiang jemuran di depan kamar mandi. Abis foto2 di kamar jaman belanda itu, kita cabut! Jalan 10 menit dari hotel ke bus-bus yang ngetem di pinggir jalan, bayar Rp 10,000 ditemani ibu-ibu penjual sayur, anak2 sekolahan, pemandangan nan hijau and jalan mendaki yang bikin asap item dari bus mengepul selama satu jam, akhirnya sampai juga di pemberhentian bus di Dieng. Udara segaaarrrrr! dan dimana-mana nampak pak tani dan ibu tani sedang ngurusin kebun sayur yang ditanami kol, wortel, seledri, kentang dlldll...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Check in di Hotel Bu Djono (kita ambil kamar yang Rp 50 ribu /malam) yang terletak di sebelah kanan pemberhentian bus, kita langsung ngeluarin perlengkapan 'musin dingin kita- jaket, topi wol, sarung tangan, and syal!! -Untung udah baca-baca Dieng itu dingin bangeeettt! Trus, bapak pengurus hotelnya ditemani 2 ojek lainnya nemenin kita keliling-keliling. Hari itu kita ke Kawah Sileri, liat kawah kecil yang katanya tempat Gatot Kaca 'dimandiin', trus ke sumber air panas yang ngeselin, karena lupa buka perhiasan perak, pulang dari situ pada item semua gelang n cincin daku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu ujan, jadi kita putusin balik ke hotel and istirahat, semuanya lompat ke tempat tidur! kabut tebal banget and udara dingin tak terkira! Daku tidur dengan baju musin dingin lengkap: celana panjang, kaus kaki, baju dalam hangat, baju, jaket, sarung tangan, syal, serta topi wol, dibalut selimut! (ps: Kalo siang gak terlalu dingin, apalagi abis jalan-jalan dan matahari panas banget! malah berkeringat and segala perlengkapan musim dingin jadi ditinggalin di ojek aja deh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day Three&lt;br /&gt;Minggu 16 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SS0HLkl9SFI/AAAAAAAAASU/IJ3gX5qsPj4/s1600-h/Dieng+Palteau3.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272878634103556178" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SS0HLkl9SFI/AAAAAAAAASU/IJ3gX5qsPj4/s200/Dieng+Palteau3.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 143px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;Betapa tersiksanya, jam 4 subuh musti bangun karena mau pergi ke puncak yang terkenal dengan foto negeri diatas awannya, Cikunir. Tamu-tamu hotel yang laen naik mobil, karena kita gembelisme, kita musti nyewa ojek (padahal gak nolak kalo tamu2 laen itu mengasihani kita n ngajak gabung ke mobil mereka sambil bilang “ Duuuhh, kasian, kalian pasti dingin, sini, gabung sama kita” …………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, untungnya naik ojek, kita bisa dengan leluasa ngeliat bintang-bintang bertaburan di langit yang terasa dekaaatttttt dan bisa dijangkau, walaupun ujung hidung dan kuping udah mati rasa, tapi semuanya bahagia. Turun dari ojek, gelap-gelapan, kita mendaki ke puncak bukit Cikunir dengan jalur naik jalan setapak selebar 50 cm dan basah karena embun, dengan jurang nan dalam di sisi kiri! Whoaaa!!!! Tapi berhubung semburat kuning udah keliatan di ujung sana, kita musti berlomba dengan kaki yang udah pegel buat ngejar matahari terbit. Berhasil! Pas sampe,di atas, semburat itu lagi indah-indahnya! Waaahhhh, semua terdiam sesaat meresapi ciptaan Tuhan, sampe semua sadar dan ribut lagi “Musti Foto-Foto!” Jadilah para gembel banci foto ini pose sana-sini.. lumayan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Cikunir, kita lanjutin perjalanan naik ojek ke telaga warna, disini mendaki lagi, tapi sebentar doang. Mulai saat ini, kalo ada mendaki-daki dikit, gak keberatan deh, karena semua hasilnya berharga! Worth it banget! Oya, sebelonnya sempat juga liat goa-goa kecil yang bersebaran di samping telaga, ada goa yang katanya tempat Soeharto suka bentang tikar dan semedi, goanya kecil banget, gak dalam serta gak penuh stalagtit stalagmite.. gak dramatis!(jadi kecewa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis jalan-jalan hari ini, balik ke hotel, mandi (udah gak mandi 2 hari – tapi, karena gak keringatan, gak apa2) sorenya kita putusin liat-liat suasana desa dieng. Petani pulang dari ladang dengan membawa keranjang penuh dengan hasil bumi, gadis-gadis desa berkumpul di depan rumah sambil ngobrol dan kami yang tetap foto-foto di tengan jalan dan diliatin semua orang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis makan malam sop ayam yang menghangatkan, dan jahe panas ke-5 untuk hari ini, para gembel itu packing. Harus pulang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day four&lt;br /&gt;17 Mei 2008&lt;br /&gt;Gita mutusin tidur, daku dan Okka jalan-jalan lagi keliling desa, kemarin sore dari hotel belok kanan, pagi ini belok kiri yang lebih penuh dengan rumah penduduk. Balik hotel, tunggu bus sambil maen UNO dan mulai lagi perjalanan pulang nan panjang! Balik lagi naik bus yang ternyata kalo turun juga tetap mengebulkan asap, trus ke travel nyari bus kecil ke Jogya-  sialan dapat kursi paling belakang (tapi lumayan terhibur sama pemandangan cewek ajaib di bangku depan)- mulailah penderitaan terguncang-guncang dan terjepit-jepit selama 5 jam-an sampe kita turun di Malioboro. Lapar! Pada makan di lesehan sambil tidak lupa foto-foto pula!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, jalan ke stasiun kereta sambil nenteng tas yang ntah kenapa terasa lebih berat. Untung di kereta misah dari dua gembel lain yang udah dua hari gak mandi itu, jadi bisa tidur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuutt-Tuuutt!! Back to Jakarta! What a fun trip! And all is still in one piece! And kalo meneliti para gembel ini, dinilai dari kecerobohannya, ajaib juga, gak ada yang ilang! :D Menyenangkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SS0Kgy6mDLI/AAAAAAAAASk/8KybgC1GIp4/s1600-h/Dieng+Plateau2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272882297260346546" src="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SS0Kgy6mDLI/AAAAAAAAASk/8KybgC1GIp4/s320/Dieng+Plateau2.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 213px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;See photos of Dieng Plateau here: &lt;a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=27737&amp;amp;l=d3b94&amp;amp;id=590585002"&gt;DIENG&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ps: walopun tripnya udah jaman kapan n baru diposting sekarang, prinsipnya masih taon 2008 juga :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-7232985227419360951?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/7232985227419360951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=7232985227419360951' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/7232985227419360951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/7232985227419360951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/11/gembelisme-to-dieng-plateau.html' title='Gembelisme to Dieng Plateau'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SS0GZ7T478I/AAAAAAAAASM/Dn7ndSXb4-o/s72-c/Dieng+plateau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-3480917769927583289</id><published>2008-11-25T21:29:00.000-08:00</published><updated>2010-08-20T09:58:18.749-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Pulangnya si Wali Nanggroe</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Raneub dalam puan itu tidak jadi diberikan kepada Wali Nanggroe yang hari ini tiba di tanah kelahirannya. Gadis-gadis penari yang seharusnya menyambut kedatangan Hasan Tiro dengan tarian adat akhirnya membagi-bagikankan sirih kepada pengunjung pendopo gubernur NAD. Saling dorong antara wartawan, pasukan pengamanan KPA dan pengunjung lain yang antusias ingin melihat laki-laki ang kini warga negara Swedia tersebut telah menyingkirkan para gadis penari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SPLTA2E1gXI/AAAAAAAAARQ/IPoTT1Mjc7o/s1600-h/DSC_9724-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256495726564049266" src="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SPLTA2E1gXI/AAAAAAAAARQ/IPoTT1Mjc7o/s200/DSC_9724-1.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Jum’at, 11 Oktober 2008, setelah 29 tahun, Dr Tengku Hasan Muhammad Ditiro, pemimpin besar Gerakan Aceh Merdeka kembali ke Nanggroe Aceh Darussalam selama dua minggu. Dua hari sebelum kedatangannya, ribuan orang telah memasuki kota Banda Aceh, hampir seluruhnya pria, dan setengah dari mereka kelihatan berusia awal dua puluh tahunan.Bendera merah hitam, warna perjuangan GAM dikibarkan di penjuru kota, atau di tempel di truk-truk yang mengangkut massa dari seluruh pelosok Aceh.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hasan tiro melakukan sujud syukur ketika pertama kali menginjakkan kaki di bandara Sultan Iskandar Muda. Di dalam daerah steril bandar udara, di pinggir landasan terlihat bus-bus dan mobil-mobil diparkir. Kepala dinas Hubkomintel Yuwaldi Haway sebelumnya mengatakan bahwa para delegasi tidak akan diperiksa paspor mereka demi kelancaran kegiatan. “Kita sudah berkoordinasi dengan pihak imigrasi. Paspor akan dilihat setelah berada di dalam bus,” katanya. Ratusan pengawal dari KPA terlihat berjaga-jaga di luar bandara dan pengunjung meluber hingga ke jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iring-iringan mobil memasuki kota Banda Aceh, sepanjang jalan menuju Meuligo Aceh orang-orang berdiri menyambut. Di pelataran parkir pendopo, satu persatu mobil memasuki. Bapak gubernur telah berdiri di tangga, para ulama telah berdatangan, dan gadis penari serta penabuh genderang siap di tempat. Tapi yang ditunggu tidak juga datang. Akhirnya informasi tiba, Tengku Hasan Ditiro telah berbelok arah ke Mesjid Baiturrahman dimana lautan manusia telah menunggunya. Gubernur Irwandi Yusuf meninggalkan post penyambutannya, orang-orang yang telah berbaris, bubar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SPLTA2JRoMI/AAAAAAAAARY/wZnyk595aEk/s1600-h/DSC_9719-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256495726582669506" src="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SPLTA2JRoMI/AAAAAAAAARY/wZnyk595aEk/s200/DSC_9719-1.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt; Halaman Mesjid raya Baiturrahman yang luas tidak menyisakan sedikitpun ruang. Tepat di depan pintu mesjid, panitia penyambutan telah membangun panggung tempat Wali Nanggroe menyampaikan orasinya. Tapi ia telah terlalu tua untuk bisa bicara berlama-lama, oleh karenanya ia hanya mengucapkan salam. “Allahu akbar! Saya pulang ke Aceh, saya pulang kampung,” katanya disambut teriakan membahana. 'Perdana Menteri’ Tengku Malik Mahmud membacakan pidato atas nama Hasan Tiro dalam bahasa Indonesia, yang pada intinya mensyukuri perdamaian yang telah tercapai dan agar rakyat Aceh ikut menjaga perdamaian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir kali warga kota Banda Aceh melihat jumlah massa begitu besar adalah ketika Muhammad Nazar, wakil gubernur yang pada tahun 1999 memimpin Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) mengumpulkan dua juta orang untuk meminta referendum kemerdekaan Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SPLTBNYxHPI/AAAAAAAAARg/jtF7seqFFDY/s1600-h/DSC_9711-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256495732821662962" src="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SPLTBNYxHPI/AAAAAAAAARg/jtF7seqFFDY/s200/DSC_9711-1.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt; Sementara itu, di pendopo orang telah kembali bersiap-siap. Gubernur kembali ke pos penyambutan, di depan tangga beranda Meuligo Aceh, tempat tinggal Gubernur NAD dimana Tengku Hasan Ditiro dan delegasi menginap. Ketika Wali Naggroe datang, penari Raneub Lam Puan mencari posisi, tapi mereka terdorong ke pinggir dan rombongan dengan cepat masuk ke dalam ruangan dimana hanya orang-orang yang “pantas”, seperti para bupati dan walikota yang diijinkan masuk untuk bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya, di pendopo diadakan acara makan malam bersama delegasi dengan muspida yang juga menyuguhkan tari-tarian khas Aceh seperti Seudati, Rapa’i geleng, dan tarian Hikayat Perang Sabi yang menceritakan perjuangan pahlawan perempuan Aceh, Cut Nyak Dhien, melawan penjajah. Di belakang panggung terdapat poster kain putih bertuliskan “Kru Seumangat! Wali Nanggroe ka trok neuwoe keuno u Aceh” yang berarti “Semangatlah! Wali negri telah sampai pulang ke Aceh.” Di depan panggung, satu kursi di meja bundar yang diisi Tengku Malik Mahmud, Irwandi yusuf, Muhammad Nazar terlihat kosong. Hasan Tiro tidak dapat hadir pada acara resepsi karena ia harus beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh dari Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Tengku Hasan Ditiro telah menyiapkan amanah untuk disampaikan melalui Malik Mahmud, dimana ia mengatakan, “ Saya merasa bersyukur, haru dan gembira di hari yang amat bersejarah ini dengan izin Allah SWT saya telah kembali menginjak kaki di bumi Aceh… dimanapun saya berada di pengembaraan jauh… selama 29 tahun yang lalu, di dalam hati saya, hanya ada satu cita-cita, yakni, ketentraman, kesejahteraan dan kedamaian yang bermartabat untuk tanah idaman kita ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan bahwa MoU Helsinki yang ditandatangani pada tahun 2005 telah dilaksanakan walaupun ada beberapa permasalahan yang masih harus diperhatikan. Antara lain masalah ekonomi, kemiskinan, pendidikan dan kesehatan masyarakat yang perlu ditangani dengan sungguh-sungguh untuk menghindari dampak yang dapat mengganggu perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Tiro juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada pemerintah Republik Indonesia dibawah pimpinan Presiden susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang telah “Mengambil langkah yang benar, bijaksana dan berani untuk berdamai dengan GAM melalui proses perundingan bukan dengan kekerasan senjata."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan tersebut, dihadapan Gubernur Irwandi Yusuf dan tamu-tamu lainnya, Tengku Malik Mahmud menyampaikan beberapa kekurangan dalam prosesi penyambutan, antara lain; panitia tidak menyediakan kursi yang pantas bagi Wali Nanggroe, dan tidak adanya tangga untuk naik ke atas panggung di depan mesji raya. “Bayangkan, Wali mau naik ke podium seperti itu tanpa tangga!” Anak buahnya harus meletakkan sebuah kursi plastik untuk Wali melangkah naik. Selain itu Malik Mahmud juga membuka insiden mikrofon yang mati ketika ia akan berpidato didepan massa di Mesjid Raya. Keluhan yang dengan jelas mempermalukan pemerintah daerah dan Komisi Pengalihan Aceh sebagai panitia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi yang paling penting, rakyat merasa senang dan gembira atas kepulangan Wali yang telah rindu kepada tanah air selama 30 tahun,” sambungnya mencoba mencairkan suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang arsitek berjilbab hitam bergumam, “Memang dia siapa disambut seperti itu? Aneh, dari napol berubah jadi raja.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-3480917769927583289?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/3480917769927583289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=3480917769927583289' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/3480917769927583289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/3480917769927583289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/11/pulangnya-si-wali-nanggroe.html' title='Pulangnya si Wali Nanggroe'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SPLTA2E1gXI/AAAAAAAAARQ/IPoTT1Mjc7o/s72-c/DSC_9724-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-7150322018194111927</id><published>2008-11-25T21:27:00.000-08:00</published><updated>2010-08-20T09:56:47.747-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A day out'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita pendek'/><title type='text'>HIDUP DALAM SAMPAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Coba, bayangkan duduk di dapur. Di sudut ruangan ada plastik sampah yang sudah tiga hari belum di buang. Kita akan mengangkat plastik sampah itu dengan segala upaya agar tidak menyentuh kulit kita. Sambil menutup hidung, kita akan segera melempar plastik sampah itu keluar rumah. Sejauh mungkin, agar baunya tidak menyusup kembali. Kemudian kita segera menyemprot ruangan dan menghapus sisa-sisa bau sampah di udara. Sekarang kita bisa bernapas lega, menghirup wangi jeruk atau apel dari penyegar ruangan, lalu duduk santai sambil membaca atau nonton TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sampah kita diangkut ke Bantar Gebang, tempat pembuangan sampah akhir kota Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) seluas 108 hektar. Sudah ada bergunung-gunung atau berjuta- juta meter kubik sampah di sana. Mungkin kucing mati yang kita buang bulan lalu masih ada di salah satu zona sampah Bantar Gebang, dan Rosi, boneka Barbie baru yang dirusak anjing tetangga, juga ada.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak pernah tahu, mungkin anak pemulung yang berusia sekitar 5 tahun itu, bersama adik lelakinya sedang bermain dengan Rosi. Mereka tertawa gembira, bermain di antara empat pancang kayu, ada selembar plastik hitam yang dijadikan atap, kira-kira 15 meter dari permukaan tanah di tengah gunung sampah, menunggui orang tua mereka yang sedang terbungkuk-bungkuk mengutip barang-barang buangan yang masih dapat dipergunakan atau dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak-anak itu pulang ke gubuk mereka - yang terbuat dari tempelan kaleng-kaleng bekas yang diratakan, atau plastik, kayu bekas dan segala macam benda yang masih dapat dibentuk menjadi gubuk tempat tinggal – Anak anak yang tidak beralas kaki tersebut akan melintasi jalan aspal yang memisahkan zona-zona gunung sampah TPA. Orang tua mereka mungkin tidak dapat menggendong anak-anak itu, karena punggung mereka sudah dibebani oleh tumpukan sampah di dalam keranjang. Maka, anak-anak pemulung itu harus berjalan melintasi jalanan yang basah, becek dengan air sampah berwarna hitam yang baunya menusuk hidung. Dan kalau mereka melihat ke bawah, mereka akan melihat belatung lebih dari satu sentimeter menggeliut-geliut… ada banyak, banyak belatung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi anak-anak itu tidak takut, mereka sudah terbiasa melihat pemandangan itu. Ada dua orang pemulung pria yang sedang duduk beristirahat di antara gerobak-gerobak sampah. Lalat yang mengerubungi tempat itu menimbulkan dengung keras. Tapi dua pemulung tadi dengan santainya duduk di tanah yang juga ditutupi sampah. Sambil ngobrol, mereka makan kue apem, menyuapi mulut dengan tangan yang kotor menghitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain Bantar Gebang, di puncak bukit sampah yang telah ditimbun dengan tanah merah, terdengar tawa riang lima anak yang sedang bermain. Mereka menggunakan kotak gabus, menaruh anak yang paling kecil (berusia satu tahunan) dan bermain seluncur. Tidak ada yang memakai alas kaki. Di sekitar tempat itu tercium bau lain, yang sama menusuk hidung, tapi berbeda dengan bau sampah yang terus-menerus ada di udara. Terlihat benda-benda hitam di atas tanah, yang setelah dilihat dengan teliti, ternyata kotoran manusia. Tersebar di segala penjuru! Ada yang masih basah di kerumuni lalat, ada yang sudah mengering dipanggang matahari. Tapi, apa urusannya anak-anak itu dengan kotoran manusia? Puncak bukit tersebut cukup lapang, tinggi, dan bisa digunakan sebagai tempat bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SKpqjRzVdDI/AAAAAAAAAPw/hf5cdNHLEog/s1600-h/DSC_8504-2-400.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236114671078306866" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SKpqjRzVdDI/AAAAAAAAAPw/hf5cdNHLEog/s200/DSC_8504-2-400.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Prihatini, 9 tahun, baru saja tiba dari gunung sampah basah 50 meter dari situ. Dan ia bergabung bersama teman-temannya di bukit kotoran, berlari ke sana-kemari. “Aku tinggal di situ,” katanya, menunjuk pemukiman di bawah bukit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar musik dangdut dari gubuk-gubuk di bawah bukit. Terlihat tumpukan plastik yang telah di pilih dari gunung sampah, dibagi-bagi menurut warnanya untuk dijual lagi ke pabrik. Di kampung pemulung ini ada yang sedang bekerja memisah-misahkan sampah, ada juga yang sedang mengaso, sambil minum es dengan tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari penghuni tiga desa di Bantar Gebang merupakan pendatang. Mereka berasal dari berbagai berbagai wilayah, terutama dari Jawa Barat, bahkan ada yang datang dari Sumatera Utara. Menurut salah seorang petugas TPA, Dedi Burhani, ada 8.000an pemulung disana. Jumlah itu bertambah ketika para petani di daerah mengalami kesulitan bercocok tanam, baik karena cuaca ataupun tidak punya cukup uang untuk produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 200 ton sampah masuk ke Bantar Gebang setiap hari. Kegiatan memulung berlangsung sehari semalam, 24 jam. Ketika malam tiba, mereka akan menggunakan lampu senter yang diikat di kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Jari-jari backhoe mengangkat sampah, para pemulung dengan cekatan memilih barang-barang buangan yang masih dapat mereka jual. Mereka tidak pikirkan kesehatan; menghirup udara busuk uap sampah, tak peduli resiko demam karena tertusuk paku atau kawat berkarat; tak pula khawatir menjejak kaki di lereng bukit sampah yang sewaktu-waktu amblas. Bahkan tidak menghalau lalat yang hinggap di seluruh tubuh, atau ulat-ulat putih yang menggeliat-geliut di kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, tidak, mereka bukan kita. Ketika harapan untuk mendapat pekerjaan yang lebih baik tidak juga datang, para pemulung harus berdamai dengan hidup mereka. Ketika pertama datang, tidak bisa makan selama seminggu di lautan sampah, sekarang, bisa apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan perut dan kebutuhan anak, istri atau suami, siang malam gancu itu diayun. Mengais, mengorek, mengangkat sampah-sampah, lalu ditaruh dipunggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SKplvepIP1I/AAAAAAAAAPo/SYZLyQusjxM/s1600-h/Bantar%20Gebang-2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236109383125450578" src="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SKplvepIP1I/AAAAAAAAAPo/SYZLyQusjxM/s200/Bantar%20Gebang-2.jpg" style="cursor: pointer;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SKplvPsy42I/AAAAAAAAAPg/mv-8rSXQv3E/s1600-h/Bantar%20Gebang-3.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236109379114296162" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SKplvPsy42I/AAAAAAAAAPg/mv-8rSXQv3E/s200/Bantar%20%20Gebang-3.jpg" style="cursor: pointer;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SKplu6znEHI/AAAAAAAAAPY/MwnUbKkFYU8/s1600-h/Bantar%20Gebang-4.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236109373505736818" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SKplu6znEHI/AAAAAAAAAPY/MwnUbKkFYU8/s200/Bantar%20Gebang-4.jpg" style="cursor: pointer;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-7150322018194111927?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/7150322018194111927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=7150322018194111927' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/7150322018194111927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/7150322018194111927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/11/c-oba-bayangkan-duduk-di-dapur.html' title='HIDUP DALAM SAMPAH'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SKpqjRzVdDI/AAAAAAAAAPw/hf5cdNHLEog/s72-c/DSC_8504-2-400.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-829338354002434041</id><published>2008-11-25T21:17:00.000-08:00</published><updated>2010-08-20T09:57:34.757-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita pendek'/><title type='text'>CEH NAN KALE - Si peniup serune kale</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ceh Nan Kale adalah peniup Serune kale. Ia belajar alat musik tiup tradisional Aceh tersebut untuk menggaet cewek. Kini, laki-laki asal Meulaboh, Aceh Barat itu telah melanglang hingga Malaysia dan Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama sebenarnya Zainal Abidin. Laki-laki berusia 54 tahun itu berkulit gelap dan bertubuh kecil. Ia berasal dari keluarga seorang petani miskin di Aceh Barat. “Watee dilee, lon ureung njang paleng gasien (dulu saya orang yang paling miskin),” katanya. “Tanyoe hana harta (kami tidak punya apa-apa).”&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu ia membantu keluarganya dengan bekerja apa saja. Membawa becak atau memancing ikan di sungai, lalu dijual di pasar untuk mendapatkan satu bambu beras. Kepapaan keluarganya membuat ia tumbuh menjadi pemuda yang tidak percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemiskinan tidak mampu menghentikan gairah Ceh Zainal muda merasakan cinta. “Lon kalen ngen-ngen na meuen cinta. Jadi lon keumeujak cinta lon hana peng (saya lihat teman-teman bermain cinta. Saya juga ingin, tapi saya tidak punya uang),” katanya. “Hana peng kan kagok cinta-cinta jih (kalau tidak ada uang, kan kagok mau cinta-cintaan).” Ia tertawa, menunjukkan geligi kecoklatan, tanda sering mengunyah sirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umur 19 tahun, Ceh Zainal bertemu seorang peniup serune kale. Ia mencurahkan isi hati pada orang yang kemudian hari menjadi gurunya. Sang guru berkata bahwa serune kale akan dapat memberinya seorang istri. Seperti jimat, ia harus meniup alat musik itu tepat pada jam 12 malam, sambil menyebut nama gadis idamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceh Zainal segera belajar serune kale.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu ia menyukai seorang gadis. “Dek, jak ngen abang” ujarnya. Tapi si gadis menolak lamaran pemuda miskin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mampu memainkan serunee kale, tepat tengah malam, Ceh Zainal muda menjajal nasihat gurunya. Ia berdoa, sambil membayangkan gadis idamannya. “Oh, cantek ni,” pikirnya, mulai meniup. “Besoknya, gadis itu bilang mau nikah dengan saya.” Ujarnya sambil nyengir. Pernikahan mereka dikaruniai tiga anak laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Serune kale, ia mencukupi kebutuhan keluarganya. “Sekarang Insya Allah sudah dapat beras satu karung.” Katanya dalam logat Aceh yang kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Aceh Barat, ia biasa diundang meniup serune kale di pesta-pesta pernikahan, atau upacara penyambutan pejabat-pejabat yang datang ke daerahnya. Tarifnya Rp 500 ribu. Tapi untuk pertunjukan luar daerah, tarifnya lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceh Zainal punya empat murid. Dua di Meulaboh, satu di Prancis dan satu di Amerika. (Dua murid asing itu adalah pekerja organisasi nonpemerintah yang sempat bertugas di Aceh paskatsunami.) Selain itu, ia menurunkan ilmu kepada dua anak laki-lakinya yang paling kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serune Serune kale dibuat dari batang Keupula atau batang Nangka, Lipai (sumber getaran bunyi) dari bambu, dan lili (bagian yang dimasukkan ke mulut) dari daun lontar, atau on theu dalam bahasa Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain serune kale harus piawai mengatur nafas. Serune Kale tidak mengenal jeda ketika frase lagu berhenti “Sebelum nafas yang satu selesai, tarik lagi, dari sini,” ujarnya sambil menunjuk perutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serune kale diduga berasal dari desa Kale, daerah Laweung, Kabupaten Pidie. Lalu menyebar ke daerah Pase, Aceh Utara, Aceh Barat, Aceh Besar dan Banda Aceh. Penyebaran itu melalui proses panjang, dari interaksi dalam adat perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya pejuang seni, budaya zaman jangan kita buang, jangan sampai mati,” katanya. Ia ingin meniup serune kale sampai akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kanan Ceh Zainal menggengam dua seruling. Serunee kale yang berbibir tipis, dan seruling biasa yang berbibir bundar. Lalu, ia meniup seruling dari lubang hidungnya. Keluarlah nada-nada riang. Ceh Zainal tergelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serune kale memang telah mengubah hidupnya. Ceh Zainal tetap pergi memancing, dua hari sekali. Atau mencari burung di malam hari, dengan suling peniru suara burung. Tangkapannya dijual untuk tambahan lauk pauk. Semua sebagai hobi, bukan lagi untuk bertahan hidup. Serune kalee juga, telah membuatnya dapat bermain cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-829338354002434041?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/829338354002434041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=829338354002434041' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/829338354002434041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/829338354002434041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/11/ceh-nan-kale-si-peniup-serune-kale.html' title='CEH NAN KALE - Si peniup serune kale'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-542022167949554519</id><published>2008-10-23T03:15:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T22:25:33.142-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>That Execution</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;No no, it’s not that I support death sentence. But all the past months i’ve been nervously waiting for the news to come. No more silent mobile phone at nights incase I got that early morning telephone call, saying that they’ve been shot. The prosecutor general had said they will be executed anyday within this year, which is two more months to go.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The prosecutors office worsen it when the new spokesman, Jasman Panjaitan made the statement a week ago, saying that on the 24th October 2008 the prosecutor general would announce the day and the hour of execution of the 2002 Bali bomber, Amrozi, Mukhlas and Imam Samudra, who are currently in jail at Batu prison, Nusa Kambangan, Central Java.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;It's an impossible statement. According to the Indonesian law, the execution has to be held in secrecy. Public must not know the time of execution. Nobody may be present except for the executors, prosecutor, doctor and spiritual leader. So, what about announcing it to public, risking the trio’s supporter to gather strength and do the things we don’t want to happen again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They say the government is too afraid to execute them. That the president worries too much of what might implicates after the execution. The Bali Bombers had threaten, their friends would revenge for them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Early this week, Indonesian police arrested five people in capital Jakarta who were accused to be involved in terrorism. They found with this men more than 2,5 kg TNT, bullets and manual to make bomb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nevertheless, that announcement had built anxiety for people who would like to see the trio bomber die. The victims of the bomb and their families, and I have to say, some journalists whose risk to lose their job if they miss it – made them monitor Amrozi cs everyday. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Questions like “When are they going to be executed?” were asked bluntly. Everyday conversations don’t move too far from the strategies of what to do and where should we be on the day of the execution.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is true that before it happen, we wouldn’t go anywhere, stuck here in Jakarta. Afraid to be at other corners of Indonesia to chase other interesting stories, incase we have to jump into the first airplane to report for the execution. Some journalists have been posted in Cilacap-  the closest town from the prison – for weeks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everyday rumors keep journalists busy. The security measures are increased, the port is sterilized, the team of executors have arrived, inside information said within a week time they will be shot….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The bombers keep on saying to journalist that they want and will die as a martyr, although on the same time, they are doing all they can to save themselves from death  and Tim Pembela Muslim (TPM) is doing whatever they can to save their clients. TPM is a group of smart people who are now talking nonsense about the legal efforts. They have done everything they can, from appeals to judicial reviews, even challenged the law on the way  execution will be done -which is shooting- at the constitutional court. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And all have failed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-542022167949554519?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/542022167949554519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=542022167949554519' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/542022167949554519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/542022167949554519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/10/that-execution.html' title='That Execution'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-5690049656736848363</id><published>2008-09-24T03:19:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:17:36.516-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>10 Facts and Habit About Yourself</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oke, aturan mainnya jelas seperti dibawah ini&lt;br /&gt;* Each blogger must post these rules&lt;br /&gt;* Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves&lt;br /&gt;* Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung terkena tag, maka Pe-er yang susahnya minta ampun ini harus dijalankan juga, berhubung katanya &lt;a href="http://nichpakaich.net/celoteh/pr-10-habits-and-facts-about-me/"&gt;si Nich&lt;/a&gt;, asal muasal yang nge-tag daku bakal nongkrongin sampe post ini muncul. Judulnya menelanjangi diri sendiri.. Ternyata susah banget! jauh lebih gampang menelanjangi orang lain. Harusnya peraturannya diubah tuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, my 10 facts &amp;amp; habits:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Daku itu penghayal! Sangat rajin membayangkan hal-hal gak penting. Misalnya, gimana kalo aku jadi temennya harry potter, trus harry potter jatuh cinta sama aku, trus kita main Quidditch berdua dan melakukan hal-hal lain yang diinginkan (oh tuhan, kabulkan doaku, kalo harry potter gak bisa, Daniel Redcliff juga boleh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Update khayalan paling baru: Digigit Edward Cullen! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gampang kasihan dan gak tegaan. Suka sediiihhhh, kalau misalnya nonton pilem perang, dan kuda-kuda di medan perang itu pada mati, atau adegan anjing nan lucu yang disiksa dan dibunuh.. Jangan deh! sumpah! mending orang-orang di pilem itu aja deh yang disiksa (oops). Dan satu lagi, suka lemah sama anak kucing, gak tahaaaannn, gemes!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pilih mati (dramatis neh) kalo disuruh kerja di balik meja, pake baju seragam, rok selutut plus stocking jaring-jaring (lah, yang terakir kurang masuk yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Punya obsesi gak kesampaian: Pengen jadi pemusik! terutama nyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Banyak yang panggil "Si item", hehe, mereka kalo bicara gak EYD nih,  karna "manis"nya suka kelupaan tuh :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Baru mulai punya tubuh wanita pas umur 24! Sekarang malah kesusahan karena lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bisa merasakan ‘aura’ tidak menyenangkan dari seseorang waktu pertama kali ketemu, woman instinct yang patut dibanggakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sering heran kenapa banyak barang-barang suka terbang sendiri dari tangan ane. (Yang terakhir, Maap ya Wid, HP dikau jatuh ke dalam Es Teler…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Suka sedih sama kemampuan manusia yang terbataaaasssss banget!! Gak bisa tau apa yang terjadi sebelon kita lahir (masa depan gak apa2 deh, leave it to the peramals) Tapi, kalo bisa, manusia itu punya kemampuan, pas fokus ke sesuatu kita jadi kita tau gimana, misalnya, sebenarnya masa hidup Caesar, Muhammad, atau apa yang sebenarnya terjadi 2 juta tahun lalu, malah mungkin pas big bang! (berkaitan dengan point satu banget gak siy!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Last but most important. Untuk daku, FREEDOM is BASIC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whoa!! Selesai juga!&lt;br /&gt;Okeh, sekarang untuk Tagging:&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://living-silence.blogspot.com/"&gt;Topan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://captainparadis.blogspot.com/"&gt;Ajeng&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;a href="http://aradea-hakunamatata.blogspot.com/"&gt; Gita&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://katakkata.blogspot.com/"&gt;okka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://zoer4.blogspot.com/"&gt;zora&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;a href="http://vidavenus.blogspot.com/"&gt;vida&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(baru nemu jumlah korban sebegitu, nanti tambah lagi!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-5690049656736848363?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/5690049656736848363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=5690049656736848363' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/5690049656736848363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/5690049656736848363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/09/10-facts-and-habit-about-yourself.html' title='10 Facts and Habit About Yourself'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-7965579938631130285</id><published>2008-09-18T21:30:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:17:50.734-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='interestingness'/><title type='text'>Kisah Sepotong Kue</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kalo yang udah baca ini, mari baca lagi, renung lagi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;KISAH SEPOTONG KUE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;eorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya , ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka.  Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: "Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan  membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi.  Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir : "Ya ampun orang ini berani  sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat  penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terima kasih".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Ia naik pesawat dan duduk  di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia  merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget. Disitu ada kantong kuenya, di  depan matanya !!! Koq milikku ada disini erangnya dengan patah hati. Jadi kue  tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Terlambat untuk minta maaf, ia  tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih. Dan dialah pencuri kue itu ! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi.Kita sering  berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Orang lainlah yang selalu salah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Orang lainlah yang patut disingkirkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Orang lainlah yang tak tahu diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Orang lainlah yang berdosa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Orang lainlah yang selalu bikin masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Padahal &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Kita sendiri  yang mencuri kue tadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Kita sendiri  yang tidak tahu terima kasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Kita sering mempengaruhi, mengomentari , mencemooh pendapat, penilaian atau  gagasan orang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-7965579938631130285?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/7965579938631130285/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=7965579938631130285' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/7965579938631130285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/7965579938631130285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/09/kisah-sepotong-kue.html' title='Kisah Sepotong Kue'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-1203970963859025808</id><published>2008-09-16T19:40:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:18:03.207-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Si Gadis Kecil dan Ramadhan Yang Hilang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Buka, buka, lemas kali, gak sanggup lagi….”  gadis kecil berkulit gelap dan bertubuh kurus  itu merengek. Ia sedang mencoba merayu ibunya agar diijinkan berbuka puasa. Waktu baru menunjukkan pukul 11 pagi, tapi melihat temannya, anak tetangga yang juga berumur delapan tahun makan, ia segera berlari pulang. Kakak laki-lakinya yang  juga sedang berada di ruang tamu rumah berkamar tiga itu tidak percaya begitu saja ‘ke-lemas-annya’. “Alah, pasti kamu mau buka karena temanmu makan,” katanya kesal. Si gadis kecil mengabaikan perkataan kakaknya dan melanjutkan rengekannya. Walaupun dalam hati ia bertanya-tanya, bagaimana kakaknya bisa tahu motifnya membatalkan puasa. Tapi akhirnya karena tidak sanggup mendengar rengekan pantang menyerah, ibunya mengizinkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya puasa tidak sulit bagi gadis kecil itu,  ia telah berlatih sebelum ia berusia enam tahun. Pada usia ketujuh ia telah berhasil menahan lapar dan haus seharian. Walaupun satu hari tersebut dilalui dengan badan lemas dan tidur sepanjang waktu, ia berhasil, tidak kalah dengan orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Bulan puasa memang menyenangkan, ibu selalu memasak makanan kecil, dan malam bulan ramadhan berarti malam ‘bermain’. Setelah berbuka puasa seluruh keluarga akan beristirahat sambil menunggu shalat tarawih. Biasanya dengan perut kekenyangan gadis kecil itu akan berjalan di sisi orang tua dan kakaknya, menuju mushalla dekat rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal-awal ramadhan mushalla kecil itu penuh sekali, tidak mampu menampung jamaah yang berasal dari RW mereka. Kain putih memisahkan ruang dalam mushalla, sekitar lima meter untuk jemaah laki-laki dan lima meter untuk jemaah perempuan, hanya diperuntukkan orang-orang dewasa. Anak-anak yang mengikuti orang tua mereka bersembahyang di luar. Pengurus mushalla membentang tikar agar anak-anak yang kebanyakan bermain daripada shalat tidak mengganggu orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi anak-anak laki-laki dan perempuan itu tidak keberatan, karena udara di luar lebih segar dan mereka lebih bebas. Biasanya, anak-anak itu mengikuti shalat ishya, lalu saling bercanda selama ceramah sebelum shalat tarawih, dan ketika shalat 11 rakaat dilaksanakan, mereka hanya sanggup melaksanakan empat rakaat saja, selebihnya anak-anak itu tidur atau berguling-guling bersama teman-temannya, kadang tertawa terlalu keras, sehingga seorang ibu atau bapak akan melongok keluar dan menyuruh mereka diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu  itu akhir tahun 80an, ikatan kekeluargaan di RW tempat gadis kecil itu tinggal masih kuat. Mushalla tidak hanya digunakan sebagai tempat shalat saja, tapi segala macam kegiatan berpusat disana, dari acara maulid Nabi Muhammad SAW hingga peringatan 17 Agustus. Selama bulan ramadhan, warga biasanya ‘saweran bubur kanji’, yang akan dibagikan setelah shalat tarawih, saat yang paling dinantikan si gadis kecil. Ia akan berlari pulang, mengambil mangkuk, lalu dengan sabar menunggu antrian mangkuknya diisi. Ia suka sekali kanji, bubur encer khas aceh yang terbuat dari beras, berwarna kuning diselingi daging cincang atau udang kecil-kecil dan wangi daun kari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan hanya si gadis kecil saja yang menggemari bubur ini, tapi seluruh anggota keluarganya. Khusus pada bulan ramadhan, paling tidak seminggu sekali ibu akan membuat satu panci besar bubur kanji, biasanya dibagikan ke keluarga besar dan tetangga. Ada satu tetangga yang selalu bertanya kapan ibu akan membuat bubur kanji lagi, si gadis kecil merasa kesal terhadap tetangga itu, “Menghabiskan jatah saja”,  dan mendesak ibunya untuk membuat lebih banyak lagi. Walau si gadis kecil suka bubur kanji dari mushalla, menurutnya, pembuat bubur mushalla tidak mampu bersaing dengan bubur kanji buatan ibu yang “Gak  ada lawan!” pikirnya bangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu sahur, bapak akan membangunkan lima anaknya yang telah cukup umur untuk melaksanakan ibadah puasa (yang bungsu masih balita) dan ia tidak akan menyerah sebelum mereka bangun. Setelah beberapa kali memanggil dan tidak ada yang bangkit dari tempat tidur, bapak mulai mengancam, “Kalau tidak bangun sekarang bapak gak panggil lagi! Biar besok puasa perut lapar!” Sebenarnya bapak tidak pernah benar-benar marah, seperti permainan, ia tahu anak-anaknya tidak akan bangun sebelum mendengar ancamannya. Lalu dengan malas semua bangun, mencuci muka dan ke meja makan. Di sana sudah tersedia daging kering goreng  a la bapak, menu spesial sahur, si gadis kecil biasanya makan dengan mata setengah tertutup. Sehabis makan ia tidak boleh tidur lagi, bapak menggiring anak-anaknya ke mesjid untuk shalat shubuh.  Dan sebelum matahari terbit, biasanya gadis kecil tersebut menghabiskan waktu jalan-jalan pagi bersama teman atau ibu dan kakaknya, lalu kembali ke rumah dan bersiap ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ramadhan ketika ia masih kanak-kanak dihabiskan seperti itu. Ketika beranjak remaja, gadis kecil tersebut tidak lagi bersembahyang di luar dan bermain, ia sudah terlalu tua, tempatnya diambil alih oleh adik-adiknya, sekarang ia bersembahyang di shaf bersama orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua mushalla di sekitar rumah gadis itu, satu terletak sekitar 100 meter di belakang, satu lagi 30 meter di depan rumah. Sebelum shalat tarawih atau subuh, biasanya tiga anak tertua akan memelototi selembar kertas jadwal imam dan ceramah di kedua mesjid, lalu mereka akan berdiskusi menentukan imam mana yang bacaan ayat-ayatnya tidak terlalu panjang atau lambat, dan penceramah mana yang biasanya lebih lucu dan singkat. Kadang-kadang bapak dan ibu memberi masukan. Biasanya terjadi perbedaan pendapat dan masing-masing pergi ke mushalla yang mereka percayai akan selesai lebih cepat, ke depan atau belakang. Ketika tiba di rumah, yang lebih cepat akan ‘meng-kasian deh’ yang tiba belakangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ngabuburit, jalan kompleks perumahan si gadis kecil ramai dipenuhi orang-orang yang bermain bulu tangkis. Karena itu jalan umum, setiap pemain harus menyingkir ketika ada mobil atau motor lewat. Di depan rumah bernomor 85 itu, biasanya si gadis kecil yang kini telah menjadi remaja - tapi masih tetap sangat kurus - juga terjadi pertandingan bulu tangkis. Jika tidak melawan tetangga, maka  pertandingan berlangsung antara kakak adik. Bapak menonton dari depan pagar dan ibu bergabung dengannya setelah menyiapkan penganan berbuka, sesekali memperingatkan anak-anak mereka ketika terdengar kendaraan akan lewat. Seringkali, cock akan masuk ke selokan di sebelah kanan, pemain yang menjatuhkan harus memungut dari air kotor, mengibas-ngibaskan bulu-bulu putih itu dan melanjutkan serve, seringkali, cipratan air selokan mengenai tubuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah jam sebelum berbuka, semua harus berhenti, mandi, lalu duduk di meja makan, menahan diri sambil memandangi air teh hangat, atau sirup merah campur cincau, atau lain hari air tebu dingin yang telah dituang di dalam gelas. Dan ritual setelah berbuka, mengaji atau ngobrol berlanjut lagi, selama bertahun-tahun seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia menginjak bangku kuliah, gadis yang dari dulu bertubuh kerempeng dan tetap berkulit gelap itu bersama kakaknya menggantikan ibu dan bapak memasak untuk berbuka atau sahur. Walau kadang-kadang ibu bapak tetap turun ke dapur yang jadi ramai karena  hanya berkapasitas  dua orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang gadis kecil itu telah dewasa dan ia tinggal sendirian di luar kota kelahirannya, jauh dari keluarga. Ia pulang kerja satu jam sebelum waktu berbuka, menyelesaikan puasanya di restoran bersama teman-teman dan membeli makanan untuk sahur. Tidak ada lagi bubur kanji ibu, atau ancaman bapak untuk bangun sahur, panggilan yang setelah lebih dari tiga kali bernada kesal itu. Kini, yang membangunkannya hanyalah dering alarm dari telepon genggamnya.  Tak ada lagi ngabuburit sambil bermain bulu tangkis bersama saudara-saudaranya, atau bersepeda sebelum sekolah, permainan ludo atau halma dan ular tangga untuk mengalihkan pikiran  dari ‘berapa lama lagi matahari tengelam’, menghabiskan waktu ketika di luar  panas matahari menyengat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun telah berlalu sejak ia pulang ke rumah tempatnya tumbuh, dulu beranggota delapan, kini bertambah ramai dengan kehadiran enam orang cucu. Anak-anak yang ribut, berlarian ke segala penjuru rumah, tangis bayi, tawa riang dan teriakan nyaring bersuara cadel sahut menyahut, membuat rumah itu terasa seperti taman kanak-kanak. Gadis itu mulai menghitung hari berakhirnya bulan ramadhan, tidak sabar untuk kembali ke rumah, mengucap salam, bertemu saudara- saudari,  lalu mencium tangan bapak dan ibunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-1203970963859025808?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/1203970963859025808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=1203970963859025808' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/1203970963859025808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/1203970963859025808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/09/si-gadis-kecil-dan-ramadhan-yang-hilang.html' title='Si Gadis Kecil dan Ramadhan Yang Hilang'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-2575318503280327453</id><published>2008-08-27T23:05:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T22:11:39.952-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SLZA-02QkVI/AAAAAAAAAP4/obt2ZBiWmnA/s1600-h/lomo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SLZA-02QkVI/AAAAAAAAAP4/obt2ZBiWmnA/s320/lomo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239446664574439762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;My First Lomo :)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-2575318503280327453?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/2575318503280327453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=2575318503280327453' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/2575318503280327453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/2575318503280327453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/08/my-first-lomo.html' title=''/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SLZA-02QkVI/AAAAAAAAAP4/obt2ZBiWmnA/s72-c/lomo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-4574176911900039574</id><published>2008-08-24T22:49:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:18:30.407-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='interestingness'/><title type='text'>BUAT YANG  "PENGEN KURUS LAGIIIII!"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Akhirnya! dapat juga pembenaran, kalo ada yang 'nuduh' gak sanggup lari di treadmill.&lt;br /&gt;Dan buat yang lagi pengen diet, tapi males or gak sanggup lari, moga2 artikel dari Kompas ini berguna. ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;DALAM menjalani program pelangsingan tubuh atau diet, olahraga adalah salah satu faktor yang sangat menentukan.  Dengan olahraga yang tepat dan rutin,  tujuan pengikisan lemak dalam tubuh pun bisa berlangsung efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak orang terjebak anggapan bahwa jenis olahraga yang cepat membakar lemak adalah olahraga dengan intensitas tinggi dan mengeluarkan banyak keringat seperti lari cepat, bersepeda dengan kencang atau mungkin bulu tangkis berlama-lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Padahal pembakaran lemak yang efektif justru dapat terjadi melalui olahraga berintensitas rendah, namun dengan durasi yang cukup lama,¨ ungkap spesialis nutrisi klinis dan konsultan diet dr. Samuel Oetoro M.S. SpGK di Jakarta, Selasa (29/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga yang paling efektif mengikis lemak tubuh, terang dr. Samuel, harus berintensitas rendah hingga sedang. ¨Anda bisa berjalan kaki santai di atas 30 menit, atau pun berenang dengan gaya dada pelan-pelan  lebih dari setengah jam,¨ tandasnya. Supaya efektif, olahraga ringan ini minimal harus dilakukan lebih dari 30 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Karena saat kita bergerak, tubuh menghabiskan energi dari glukosa (karbohidrat) dalam darah serta cadangan gula yang ada otot dan sel hati (glikogen). Cadangan ini baru akan habis bila Anda bergerak selama 30 menit,¨ jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, lanjut dr. Samuel, bila Anda melakukan olahraga ringan di atas 30 menit, kemungkinan besar tubuh akan mengambil energi dari sumber cadangan lain yaitu lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang terjadi bila Anda melakukan olahraga berintensitas tinggi dalam waktu lama. ¨Yang justru terjadi bukanlah pembakaran lemak, namun protein dari otot,¨ jelas dr Samuel. Saat berolahraga berat seperti berlari, tubuh akan menghabiskan cadangan energi yang konstan dan cepat. Sementara sumber enegi cadangan ini hanya dapat diperoleh dari protein otot dan bukannya lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemak tidak akan bisa menyediakannya karena metabolismenya berlangsung lambat.  Oleh karena itu, program diet tidak akan efektif dengan berolahraga berat, karena yang dibakar justru bukan lemak,¨ ungkapnya. Jadi, buat  Anda yang ingin menurunkan berat badan, lakukanlah olahraga ringan secara teratur di atas 30 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-4574176911900039574?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/4574176911900039574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=4574176911900039574' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/4574176911900039574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/4574176911900039574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/08/buat-yang-kurus-lagiiiii.html' title='BUAT YANG  &amp;quot;PENGEN KURUS LAGIIIII!&amp;quot;'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-5919238452715437509</id><published>2008-08-11T21:50:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T22:26:32.525-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita pendek'/><title type='text'>DIMANA OLIMPIADE RYAN?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ryan mencak-mencak, ia berulang kali menekan tombol program pada remote kontrol televisinya. Saluran nomor 25, 26, 27 hingga 62, sekali lagi ia menekan, nomor 63, layar tv dipenuhi semut hitam putih. Ia melempar remote tersebut ke atas sofa. Tidak ada yang menyiarkan pembukaan olimpiade Beijing Agustus 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana sih, masa dari berpuluh-puluh saluran tv tidak ada yang menayangkan olimpiade?” katanya bersungut-sungut. Tiba-tiba ia ingat, seorang teman pernah mengatakan bahwa TVRI akan menyiarkan. Sekali lagi ia mencari dari saluran satu, tidak ada TVRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;“Mungkin karena kamu pakai TV kabel,” kata Nuri, “ Kayaknya kamu cuma bisa dapat TVRI tanpa kabel deh. Kalau kabel pasti di acak.” Ia tersenyum melihat Ryan yang kelihatan putus asa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi…..” katanya, lalu terdiam, melihat ke saluran BBC yang tengah memberitakan  pembukaan olimpiade, saluran TV Inggris tersebut menayangkan cuplikan pembukaan pesta olah raga dunia itu. Kembang api di luncurkan, penari masal tampil di tengah stadium. Kelihatannya memang spektakuler. “Mengesalkan! Tuh lihat! Keren banget!” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gak habis pikir deh! Dari banyaknya stasiun TV gak ada yang peduli sama olimpiade?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin terlalu mahal, jadi mereka tidak sanggup bayar” kata Nuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semahal apa sih? Masa nyiarin Euro ‘08 bisa, yang berkepentingan disitu kan cuma eropa, tapi mereka tayangkan besar-besaran” sambut Ryan. “Oke, sepakbola memang digemari, tapi, Olimpiade gitu loh! Itu tingkatnya satu bumi! Dan segala olah raga ada.” Ia menggeleng-gelengkan kepala, “Gak masuk akal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asian Broadcasting Union (ABU), yang memegang hak siar keseluruhan di wilayah Asia menjual hak siar Olimpiade sebesar 1,5 juta dolar atau sekitar Rp 15 miliar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kabar yang beredar, Media Nusantara Citra (MNC) yang menaungi RCTI, TPI dan Global TV, serta berbagai radio dan majalah,  membayar Rp 120 miliar untuk membeli hak siar EURO 2008. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu pernah dengar itu?” tanya Ryan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuri menggelengkan kepala.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak ada satupun stasiun televisi swasta mengajukan hak siar olimpiade Beijing. Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Karni Ilyas menilai permintaan masyarakat untuk menyaksikan tayangan olimpiade secara langsung (live) tidak begitu mendesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pihak televisi tentu akan melihat peluang demand dari masyakat Indonesia sendiri, kalau lihat dari antusiasme orang Indonesia terhadap cabang-cabang olahraga yang ditandingkan dalam olimpiade, rasanya kebutuhan itu tidak menjadi sesuatu yang krusial," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia terakhir kali menayangkan olimpiade 2000 di Sidney. Ketika pesta olah raga tertua itu pulang kampung, di Athena, Yunani, “Kita sempat ditegur International Olympics Committee (IOC) karena tidak menyiarkan Olimpiade Athena 2004,” ujar Rosihan Arsyad, Sekretaris Jenderal KONI. “Bukan tidak mungkin kritik lebih keras akan datang jika lagi-lagi tidak disiarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami sudah menawarkan ke sejumlah stasiun televisi, tapi mereka tak berminat. Jawaban mereka sama, Olimpiade tidak bisa mendatangkan sponsor,” jelas Rosihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Butuh biaya besar, percuma saja beli hak siar secara utuh, karena pasar penonton kita tidak ada. Mana ada orang Indonesia yang mau nonton lempar lembing, lempar cakram. Kalau bola mungkin," tandas Karni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana olahraga di Indonesia bisa maju, atlet kita berjuang gak ada yang nonton.” Kata Ryan, “Padahal, olimpiade juga bisa jadi ajang belajar buat  atlet lain yang belum cukup kemampuannya diberangkatkan ke olimpiade.” Sambungnya, panas. “Pebisnis TV bicara tentang tidak berminatnya orang Indonesia. Padahal, mereka sebagai media massa  juga merupakan juru kunci yang bisa merangsang ketertarikan itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu benar,” kata Nuri. “Aku ngerti bahwa stasiun TV itu tetap bisnis, tapi rasanya, tidak ada keinginan untuk memajukan bangsa sendiri.” Ia berkata sambil termenung, “Coba lihat saja isi TV swasta kita, nyaris tidak ada yang berbobot, yang banyak cuma sinetron. Menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu, waktu Susi Susanti meraih medali emas pertama untuk Indonesia, rasanya jadi bersemangat main badminton. Setiap sore, di jalan raya depan rumah, banyak anak-anak yang main bulu tangkis, teriak-teriak, ‘Susi Susanti nih!’” kenang Nuri. “Sekarang, apa yang mereka dapat dari nonton TV? Yang ada cuma pesan kosong dari sinetron.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, TVRI sempat muncul menjadi calon pengambil hak siar, tapi Penyebab kegagalan ditengarai karena tak ada kecocokan harga dengan ABU. Kini TVRI hanya mampu menyiarkan pertandingan seluruh cabang yang diikuti atlet Indonesia, yaitu 132 jam siaran, dari total 3.500 jam yang disiapkan ABU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetap aja aku gak bisa nonton.” Kata Ryan. Di luar negeri, saluran TV menyiarkan pertandingan olimpiade sepanjang hari. “Kalau saja TV swasta tidak terlalu banyak membeli sinetron.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menolehkan kepala kea rah Nuri, “Yuk!”&lt;br /&gt;“Kemana?” Tanya Nuri.&lt;br /&gt;“Cari ke café-cafe, moga-moga ada yang siarin pembukaan dan pertandingan,” &lt;br /&gt;“Tidak, bisa, harus ngerjain tugas, kamu pergi aja dulu sendiri.”&lt;br /&gt;“Ya udah, aku jalan.”&lt;br /&gt;Beberapa jam kemudian, Nuri menerima telepon, “Nihil Nur! Aku gak nemu TVRI dimana-mana.” kata suara itu… terdengar kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-5919238452715437509?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/5919238452715437509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=5919238452715437509' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/5919238452715437509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/5919238452715437509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/08/dimana-olimpiade-ryan.html' title='DIMANA OLIMPIADE RYAN?'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-3548299031489775535</id><published>2008-08-09T09:45:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:19:11.624-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A day out'/><title type='text'>GUBRAK GABRUK DI BOGOR</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tiiit tiiitttt! Bruk! Gubrak! Gabruk! Tuuuttt tuuutttt! Hahahaha! Ciiiittttt! Adalah suara-suara yang terdengar selama perjalanan satu hari di Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelah setelah mendengar segala keributan tersebut, aku mengelap muka dengan tissue, yang berubah jadi hitam karena tebalnya kotoran, kulit mukapun terasa keras. Aku melempar tissue ke pinggir meja Warung Pak Kumis, yang menjual soto Betawi berisi daging, lemak,  otak, dan sate kambing.  Lalu bersama Topan sibuk mengusir lalat yang hinggap di nasi putih dan jus belimbing. Aku terpekur mengingat hari ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi, naik kereta KRL express, kami ke kota hujan itu untuk mengikuti acara Pantau, yaitu temu penulis, penyair sekaligus akupunturis dan mantan napol (karena dituduh sebagai PKI, dipenjara selama 10 tahun tanpa persidangan), Bapak Putu Oka Sukanta. Sekitar jam 3, setelah acara selesai, aku dan Topan memutuskan untuk jalan-jalan sekalian hunting foto. Kami memutuskan pergi ke tempat yang tidak terlalu jauh dari pusat kota, Kampung Budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Taman Sringanis, rumah akupuntur dan pusat tanaman obat milik Pak Putu, kami naik angkot 02 ke pusat kota, melalui jalanan naik turun kota Bogor, melewati pasar di samping Ramayana. Tercium bau pesing ketika angkot memasuki pasar, lalu lintas padat merayap. Terlihat pemandangan pasar seperti umumnya di Indonesia. Ramai dan lalat beterbangan di mana-mana. Tapi dengan cueknya orang-orang kita makan mie ayam di pinggir jalan. Debu dimana-mana, tapi filsafat makan di pinggir jalan memang “Debu itu yang bikin enak,” juga ada gerobak menjual minuman dalam kantong plastik dan diberi sedotan yang dikerubungi lalat dari pangkal sampai ujungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, untuk ke Kampung Budaya di Bogor selatan, kami memutuskan naik ojek. Si bapak tukang ojek minta Rp 50,000! Lalu ia bilang, kalau naik angkot Rp 3000 dan cuma setengah jam. Tidak masuk akal! Kalau bisa secepat itu dengan angkot di jalanan yang macet, masa ojek minta berpuluh kali lipat?! Aku pikir mereka oportunis, karena mereka tahu, cuma ojek yang bisa meliuk-liuk di jalanan macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah negosiasi, mereka setuju Rp 20,000. Tidak lupa aku mewanti-wanti tukang ojek agar jangan sampai terpisah dari Topan (berhubung buta Bogor), langsung saja kami disambut kemacetan. Jalannya kecil, hanya ada satu jalur untuk dua arah, mendaki.  Segala macam mobil, dari yang kecil sampai truk, antri di jalan. Lumayan tertib karena mereka membuat satu barisan rapi. Aku menikmati pemandangan orang-orang sibuk bekerja di toko yang berada di pinggir jalan. Tapi ketika kendaraan harus berhenti total, si tukang ojek mulai bermanuver. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengambil jalan diantara mobil-mobil dan motor, ruang untuk lewat kecil sekali, sampai aku merasa harus mengerutkan badan agar tidak menyerempet. Atau, ia mengambil bahu jalan yang berbatu - batu dan kami terjungkrak-jungkrak, “Brak brak bruk!” (rasanya) motor yang aku naiki cuma 5cm dari selokan. Pertama bapak tukang ojek kelihatan sebal, tapi lama-kelamaan dia mulai tertawa. Berbicara dalam bahasa sunda dan terkekeh kalau ia melihat manuver pengendara ojek lainnya, malah, ketika harus stop sama sekali, ia mengajak bicara pengendara yang ada disebelahnya dalam bahasa sunda “*$&amp;amp;%(%#&amp;amp;@!)! (aku tidak mengerti) Hahahaha!” keduanya lalu tertawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya memperhatikan, dan mulai kagum pada orang-orang yang harus mengalami hal ini setiap hari. Karena, luar biasa, mereka sabar sekali! Baik mobil atau motor, tidak pernah protes ketika tiba-tiba harus memelankan kendaraan ketika ada gerobak menyeberang, mencari jalan di antara kerapatan tersebut, atau tiba-tiba ada becak melintang di tengah jalan. Semua orang hanya melihat dan menunggu orang itu lewat. Tidak ada suara klakson yang ribut, atau makian. Aku melihat ke kiri-kanan jika  ternyata ada yang marah-marah. Tak seorangpun! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa, tidak ada yang disiplin! motor mengambil setiap sentimeter jalanan yang ada hanya agar dapat maju 5cm, menyelip-nyelip di antara mobil atau motor, atau potong jalan di trotoar atau bahu jalan, atau mengambil jalur dari arah berlawanan dan memaksa pengendara dari arah itu berhenti tiba-tiba, “Ciiitttttt!!!” bunyi rem terdengar, tapi tidak ada makian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak protes terhadap kemacetan yang terjadi di kota-kota pulau Jawa, tapi, mungkin karena ini juga orang Indonesia dikenal sabar. Bertahun-tahun berlatih seperti ini tidak mungkin gagal! Mungkin kita malah harus berterima kasih pada macet, karena, dengan tingkat kesabaran seperti ini, pasti jadi orang yang disayang Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami lepas dari kemacetan, jalanan mulai agak lengang. Dan aku mulai ragu apa aku lebih suka jalanan macet atau lenggang, karena si bapak tukang ojek mulai memacu kecepatan yang, agak terlalu cepat di jalanan seramai itu. Padahal sewaktu-waktu, gerobak atau mobil dapat muncul dari mana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami belok kanan ke jalan tanah yang menuju ke Kampung Budaya. Si tukang ojek, tidak memelankan laju motornya di jalan yang berbatu-batu itu. “Gedubrak! Cling, brak!” suara itu berkali-kali terdengar. Dalam hati aku berkata, kalau dia tetap berkendaraan seperti ini, onderdil motornya yang memang sudah tidak baru lagi akan copot dalam satu atau dua hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, akhirnya kami tiba di Kampung budaya. Ternyata agak berbeda dengan bayangan sebelumnya. Topan dan aku pikir, kami akan bisa hunting foto disini, karena kami mengharapkan pemandangan desa penuh orang-orang yang masih mempertahankan budaya tradisional mereka. Tapi ternyata, kampung budaya itu lebih seperti alun-alun desa setempat. Ada 6 bungalow dari kayu untuk disewa di tengah sawah. Lalu ada beberapa bangunan lain, seperti bale-bale besar untuk tempat pertemuan, beberapa contoh lumbung padi dan Rumah Gede, yang merupakan kantor Kampung Budaya. Hanya ada seorang ibu dan Pak Jaja, penjaga tempat itu. Tidak ada masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pak Jaja menjelaskan bahwa pertunjukan budaya yang biasanya ditampilkan di tempat itu akan dilakukan kalau ada tamu, yang harus membayar paket penginapan dan  pertunjukan musik. Tapi, bagaimanapun, setelah segala keributan, macet, dan polusi di Jalan, Kampung Budaya seperti oase. Terletak di tengah sawah nan hijau, polusi tidak terasa, dan sepi. Tapi, tidak ada foto yang bisa diambil disini. Akhirnya kami putuskan kembali ke Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi menjalani buk grubrak gabruk dan debu-debu jalanan, akhirnya kami sampai  di tengah kota. Makan, lalu langsung ke stasiun. “Tuuuttt!!!! Tuuuutttt!!!” Kereta ekonomi berhenti. Aku dan topan mengambil tempat duduk dan kami pun melaju… menuju ibu kota, dimana orang-orangnya pun pasti, mau tidak mau disayang Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-3548299031489775535?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/3548299031489775535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=3548299031489775535' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/3548299031489775535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/3548299031489775535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/08/gubrak-gabruk-di-bogor.html' title='GUBRAK GABRUK DI BOGOR'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-1974853043440833349</id><published>2008-08-06T21:54:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:19:41.049-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>SURAT CINTA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Sahabat adalah kebutuhan jiwa yang mendapatkan imbangan. Dialah ladang hati yang penuh kasih kau taburi dan kau pungut buahnya dengan penuh rasa terimakasih. Persembahkan yang terindah bagi persahabatan! Jika ia harus tahu musim surutmu, biarkan ia mengenal musim pasangmu. Sebab siapakah sahabat itu, hingga kau hanya mendekatinya untuk bersama sekedar membunuh waktu. Carilah ia, untuk bersama menghidupkan sang waktu!! Sebab dialah orang untuk mengisi kekuranganmu, bukan sekedar mengisi kesenanganmu. Dan dalam kemanisan persahabatan, biarkanlah ada tawa-tawa kegembiraan, berbagi duka dan kebahagiaan. Sebab dari titik kecil embun pagi, hati manusia menghirup fajar pagi dan menemukan gairah segar kehidupan". (Kahlil Gibran--Sang Nabi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paragraf di atas adalah potongan dari tulisan “Tentang persahabatan” yang ada dalam buku Sang Nabi. Buku itu berisi kebijaksaan mendalam yang ditulis secara puitis oleh Kahlil Gibran - penulis asal Libanon yang lahir pada tahun 1883 - dan telah beberapa tahun menjadi ‘kitabku’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Tentang sahabat, ingin aku bagi dengan orang-orang yang telah mengisi hari-hari dengan canda tawa, pengertian, saling menghormati, menghargai, mendukung, dan kadang sikap menyebalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis pengalaman bersama teman berarti menulis peristiwa yang telah terjadi selama lebih dari 4,200 hari. Hitungan ini dimulai pada tahun aku menemukan sahabat pertama, waktu masih memakai seragam putih-biru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, tidak semua sahabat ada di sini, tapi, aku harap mereka tahu bahwa mereka berada. Bukan hanya sebagai nama atau masa lalu. Karena tidak pernah ada masa lalu menyangkut mereka. Kenangan itu hidup, dan memperkaya. Pengalaman hidup berlipat ganda berkat berbagai cerita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti, melarikan diri dari kantor setelah makan siang, takut-takut kalau si boss menelepon, tapi dalam hati cekikikan ketika melangkah ke dalam bioskop untuk nonton ‘The Mummy 3’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau hunting foto, naik motor selama dua jam ke pinggiran Jakarta, masuk ke desa-desa, adu mulut dengan anggota TNI yang tidak mengizinkan memotret. Lalu duduk di pinggir laut menunggu sunset, sambil berbincang dengan nelayan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Backpacking ke Dieng, sampai tersesat cari hotel, jalan-jalan naik turun bukit, bau belerang dimana-mana, jadi banci foto, setiap hari tertawa ngakak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat-saat seru di 267, mengadakan kost girls party, duduk sambil ngobrol di atap rumah setelah pulang kerja. Makan masakan ibu kost pada minggu pagi dan main kartu (keributan mencapai skala suara 50 orang, padahal cuma ada 7). Nonton film, duduk di starbuck sampai jam 2 pagi, makan di pinggir jalan, liburan di Bali ramai-ramai. Pergi ke kelab malam, menari bersama, saling menjaga ketika ada cowok-cowok tidak sopan yang coba mengganggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta, dijemput, tinggal di rumahnya, ditemani belanja, dibawa berkeliling untuk melihat-lihat kota, sampai mabuk di mobil karena Ade (anak daerah) yang tidak tahan dengan macetnya jalanan ibukota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, di antar ke bandara ketika pergi dari kota kelahiran. Teringat perasan  sedih karena tahu tidak bisa lagi menghabiskan hari-hari menyenangkan bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara berjam-jam di telepon, bolos kuliah, tidur siang bersama, belajar bersama, nongkrong di jalanan Banda Aceh, makan bakso, girls night sambil nonton film bokep atau film horror dan saling peluk karena ketakutan. Bohong pada masing-masing orang tua dengan alasan ada yang ulang tahun agar diijinkan menginap. Saling curhat tentang masalah keluarga, duduk bersama untuk menghibur ketika putus dari pacar. Saling memarahi, sebagai penyemangat kalau berbuat salah atau berputus asa. Meminjamkan uang atau saling mentraktir ketika ada teman yang bokek…. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu hati gundah dan ingin menyendiri ke Jogya, tapi alhasil tidak sendiri, karena ada teman disana, sambil bercerita tentang diri masing-masing setelah bertahun-tahun tidak bertemu, hingga dapat saling  mengenal lebih dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak! Walaupun tidak pernah cukup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring waktu, masing-masing sahabat mempunyai hidup sendiri. Ada yang sudah menikah dan punya anak, ada yang sudah tunangan, ada yang masih sendiri dan ingin menikah, ada yang ingin menikah dengan gay karena trauma dengan laki-laki, ada yang ingin cerai. Ada yang terperangkap dalam pekerjaan yang tidak disukai. Ada yang masih harus menyelesaikan kuliah, ada yang pengangguran karena lebih mengikuti kata hati untuk dapat bersama dengan orang yang dicintai. Ada banyak jalan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat hati miris, tidak semua sedang berbahagia. Tapi, mendengar nasehat-nasehat mereka dulu, aku percaya para sahabat akan dapat menghadapi setiap masalah. Mereka akan berjalan dengan dagu tegak, menghadapi cobaan-cobaan dalam hidup yang pasti tidak akan pernah usai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sahabat, semua tahu kelemahan dan kelebihan masing-masing. Setiap individu adalah sosok unik. Mungkin ada beberapa yang lebih mengesalkan dari yang lain. Tapi yang harus disadari, bahkan ketika seorang sahabat bilang ‘kamu mengesalkan’, kata-kata itu diucap dengan cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Levin, dalam buku Anna Karenina mengatakan, ia dan orang yang ia cintai adalah satu. Ketika yang satu sakit, yang lain merasakan, ketika ia memarahi yang lain, ia memarahi dirinya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter Gabriel juga membuat karya bagus,‘Don’t give up’. Lagu yang sumpah kelapa, very beautiful musik dan liriknya, adalah salah satu lagu kesukaan. Beberapa minggu terakhir, baru sadar kenapa mulut selalu tersenyum waktu dengar lagu ini. Ternyata  setiap kali ipod memilih lagu ini, terbayang sederet wajah, dan mungkin agak dangdut, tapi, ada ‘telepati’ perasaan sayang terkirim untuk sederet wajah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tulisan yang mungkin tidak jelas struktur dan bahasanya, agak dangdut buat sebagian, intinya: Mungkin sahabat tidak selalu berkomunikasi, tapi percaya saja, sehabat selalu ada. Dan makasih dan maaf (pasti sahabat punya salah)… and never give up! You have friends….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don’t Give Up &lt;br /&gt;by Peter Gabriel and Kate Bush&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(In this proud land we grew up strong,we were wanted all along&lt;br /&gt;I was taught to fight, taught to win,I never thought I could fail&lt;br /&gt;No fight left or so it seems, I am a man whose dreams have all deserted, &lt;br /&gt;I've changed my face, I've changed my name&lt;br /&gt;But no one wants you when you lose)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't give up, 'cos you have friends&lt;br /&gt;Don't give up, you're not beaten yet&lt;br /&gt;Don't give up, i know you can make it good&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Though I saw it all around, never thought I could be affected&lt;br /&gt;Thought that we'd be the last to go, it is so strange the way things turn &lt;br /&gt;Drove the night toward my home, the place that I was born, on the lakeside &lt;br /&gt;As daylight broke, I saw the earth, the trees had burned down to the ground)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't give up,  you still have us&lt;br /&gt;Don't give up, we don't need much of anything&lt;br /&gt;Don't give up, 'cause somewhere there's a place, where we belong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rest your head, you worry too much&lt;br /&gt;It's going to be alright, when times get rough&lt;br /&gt;You can fall back on us&lt;br /&gt;Don't give up, please don't give up&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;('Got to walk out of here, I can't take anymore&lt;br /&gt;Going to stand on that bridge, keep my eyes down below&lt;br /&gt;Whatever may come, and whatever may go&lt;br /&gt;That river's flowing, that river's flowing)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Moved on to another town, tried hard to settle down&lt;br /&gt;For every job, so many men, so many men no-one needs)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't give up, 'cause you have friends&lt;br /&gt;Don't give up, you're not the only one&lt;br /&gt;Don't give up, no reason to be ashamed&lt;br /&gt;Don't give up, you still have us&lt;br /&gt;Don't give up now, we're proud of who you are&lt;br /&gt;Don't give up, you know it's never been easy&lt;br /&gt;Don't give up,'cause I believe there's the a place&lt;br /&gt;There's a place where we belong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-1974853043440833349?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/1974853043440833349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=1974853043440833349' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/1974853043440833349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/1974853043440833349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/08/surat-cinta.html' title='SURAT CINTA'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-8072969155544801618</id><published>2008-07-31T05:52:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:20:06.386-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Meilati - Kapan kamu merasa paling cantik?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;I : Hei Mei!&lt;br /&gt;M : Hi! Lama gak ketemu! Apa kabar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Kabar baik, gimana keadaanmu?&lt;br /&gt;M : Oh, baik! Dua hari kemaren liburan di laut, jadinya rileks banget &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Pantas kulitmu tambah gelap, hehe...&lt;br /&gt;M : Iya nih, penuh daki juga deh kayaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Perempuan kok begitu?&lt;br /&gt;M : Wah, kan ntar juga luluran, dibersihin lagi. Gak masalah dong? Memangnya perempuan harus putih bersih gak boleh keringatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Lho, kok sensi?&lt;br /&gt;M : Aku agak bete dengan ideal-idealan kayak gitu&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;I : Ideal-idealan?&lt;br /&gt;M : Iya, kamu tau maksudku. Perempuan cantik versi sini kan putih, langsing, rambut lurus panjang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Beda banget sama kamu ya? :D&lt;br /&gt;M : Bukan karena aku gak masuk katagori itu :p tapi aku punya katagori sendiri gimana cewek cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Oya, gimana?&lt;br /&gt;M : Kalo dari Indonesia, aku suka wajah perempuan-perempuan dari bagian timur. Selebihnya, oke, pasti ada dong yang cantik, tapi, menurut aku, cantik mereka itu biasa, cantik kebanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Emangnya dari bagian timur gimana?&lt;br /&gt;M : Beda! Kalo aku tunjukin sama temen-temen cowok disini mungkin gak ada yang setuju. Tapi, mata mereka yang besar, senyum lebar, rambut keriting… Menurut aku cantik banget. Aku siy gak tau, kalo jadi cowok apa akan berpendapat sama, tapi sebagai cewek, aku merasa mereka cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Kamu sendiri dari bagian barat Indonesia, kamu gak merasa cantik?&lt;br /&gt;M :Wah, kalo ngomongin  aku, gak bisa ngomong deh. Memang udah gini, mau apalagi. Dulu waktu masih kecil siy, aku gak suka sama diriku. Pernah kepikiran, kalo punya duit, mau deh operasi, khususnya bibir. Kenapa? aku punya pengalaman pribadi yang terlalu rahasia buat diceritain. Trus, juga pernah kesusahan karena rambutku tipis banget! Gak pernah bisa dipanjangin. Sampai hari ini juga aku selalu menatap kagum sama rambut tebal a la Tamara Blesynsky. Tapi sekarnag aku gak punya masalah lagi. Gak masalah dengan mata, hidung, bibir, dan rambutku yang tipis, tetap bisa aku panjangin kalo mau. Dan sekarang, aku malah nyaman dengan rambut pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Apa itu artinya sekarang kamu udah ngerasa cantik?&lt;br /&gt;M : Setiap perempuan pasti punya saat-saat tertentu ketika mereka merasa paling cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Oya? Saatmu kapan?&lt;br /&gt;M : Waktu aku sedang keringatan karena olah raga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Ha? Masa?&lt;br /&gt;M : Aku ubah deh.  Aku merasa cantik waktu aku sedang berada di alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Pasti kalo sedang keringatan waktu bersepeda, misalnya? :D&lt;br /&gt;M : Hehe, Betul!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Memang kedengarannya seperti kamu Mei &lt;br /&gt;M : Aku anggap itu pujian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Memang!&lt;br /&gt;M : Makasih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-8072969155544801618?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/8072969155544801618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=8072969155544801618' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/8072969155544801618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/8072969155544801618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/07/meilati-kapan-kamu-merasa-paling-cantik.html' title='Meilati - Kapan kamu merasa paling cantik?'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-2909579225300370194</id><published>2008-07-20T20:09:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:20:33.367-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='backpacking'/><title type='text'>NUSA LEMBONGAN IN A PLASTIC BAG</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SIP_qWmIB8I/AAAAAAAAANw/_jcb31_31UY/s1600-h/Nusa+Lembongan12,+Bali.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225301095764985794" src="http://bp2.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SIP_qWmIB8I/AAAAAAAAANw/_jcb31_31UY/s320/Nusa+Lembongan12,+Bali.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Laurie dan aku menyiapkan plastik kantongan. Kami ke Nusa Lembongan pagi ini. Setelah memutuskan tidak membawa tas besar, kami menyiapkan beberapa potong baju, kain bali, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sunblock&lt;/span&gt;, dan kamera, lalu menenteng tas plastik ke pelabuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di restoran kecil di Sanur, kami makan pagi. Banyak turis asing membawa papan selancar dan tas carrier besar. Laurie dan aku melirik tas plastik kami, belum pernah seumur hidup kami melakukan perjalanan dengan kantong plastik!&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Harga tiket perahu Perama Rp 50 ribu. Jam delapan pas, perahu bermuatan sekitar lima puluh orang itu melepas sauh dari Sanur menuju Nusa Lembongan, Bali. Ibu-ibu membawa telur dan sayur mayur, bercampur dengan turis asing. Beberapa duduk di atap menikmati sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laut menari, irama naik turun, kadang memercikan air ke tubuh para penumpang. Satu setengah jam berikutnya kami tiba di pulau yang dikenal dengan pertanian rumput lautnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bungalo nomor tujuh, tempat kami menginap, terletak di pinggir pantai, sekitar 50 meter dari tempat perahu berlabuh. Penginapan itu kecil, hanya ada sekitar 10 kamar; sederhana, tapi bersih. Ada restaurant kecil tepat di bibir pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menaruh tas plastik kami di kamar seharga Rp 100 ribu per malam, kami mencari tempat sewa sepeda. Letaknya di belakang hotel. Satu hari Rp 15 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melintasi desa kecil Jungut Batu, kami menuju ke Mangrove Beach.  Hanya 20 menit bersepeda.Sepanjang jalan di pinggir pantai, terlihat petani sibuk menjemur, membersihkan dan membungkus rumput laut yang berwarna merah dan kuning. Tercium bau asin dicampur amis rumput laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ujung jalan terlihat hutan bakau. Ada beberapa tempat makan dan orang-orang setempat yang menyewakan perahu kecil untuk berkeliling hutan bakau. Untuk berperahu selama 30 menit, setiap orang membayar Rp 30 ribu.  Aku dan Laurie belum pernah menyusuri hutan bakau sebelumnya. Di dalam hutan sangat hening, hanya sesekali terdengar suara burung. Air laut berwarna kecoklatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengayuh perahu bercerita, sekitar 60an tahun lalu, ketika beras belum masuk pulau, orang-orang makan buah bakau. Buah yang berbentuk seperti buncis tersebut di ambil bijinya, lalu direbus. Seiring dengan berkembangnya pertanian rumput laut, perekonomian membaik dan orang-orang dapat makan beras sebagaimana orang Indonesia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SIQ3cOIIDcI/AAAAAAAAAOI/Ux5DV1-i5kY/s1600-h/Nusa+Lembongan11,+Bali.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225362425624661442" src="http://bp2.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SIQ3cOIIDcI/AAAAAAAAAOI/Ux5DV1-i5kY/s200/Nusa+Lembongan11,+Bali.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas, kami kembali ke hotel. Tidur siang, lalu menghabiskan sore di pantai. Air surut, para petani panen. Perempuan-perempuan membawa keranjang penuh rumput laut di  atas kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya kami lanjutkan bersepeda. Kali ini belok kanan ke arah Jembatan Kuning, yang menghubungkan Nusa penida dan Nusa Ceningan. Sepanjang jalan di pinggir pantai, terlihat perahu-perahu nelayan mengapung di atas air yang biru jernih.  Kami berhenti untuk minum air kelapa muda yang langsung diambil dari pohon, melepas lelah di pinggir pantai. Terlihat ombak besar bergulung di kejauhan. Ada banyak peselancar di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mampir ke Gua Gala-Gala, sebuah tempat semedi yang dibangun oleh Made Byasa, seorang petani, penari, dan dalang. Menyusuri lorong kecil, gelap dan rendah, tempat itu lengkap dengan ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan toilet, yang semuanya beralaskan tanah berbatu. Hebatnya, tempat itu dibangun seorang diri selama 15 tahun, hanya dengan menggunakan linggis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami kembali ke Mangrove Beach. Menikmati air laut dangkal yang jenih dan petani rumput bekerja di kejauhan. Makan siang, lalu tidur-tiduran di pinggir pantai. Sore hari kami kembali ke hotel. Melihat matahari terbenam sambil bermain UNO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum jam sepuluh, pulau tersebut senyap. Turis-turis yang kecapaian setelah sepanjang hari menyelam atau snorkeling mungkin sudah dibuai mimpi, diiringi suara ombak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya, jam delapan kami kembali berada di pelabuhan Jungut Batu. Sebenarnya, tempat itu tidak bisa dikatakan pelabuhan. Hanya ada kantor kecil diapit perumahan penduduk dan undakan tangga dimana penumpang menunggu perahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan laurie senang kami memutuskan ke Nusa Lembongan. Pulau itu memang tempat yang cocok bagi orang yang suka olahraga air. Atau seperti kami yang ingin menghindari keramaian Kuta. Bersantai di pantai, menikmati air berwarna biru bersih, desa nelayan yang sederhana, dan ketenangan.&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SIQ6qeDZYjI/AAAAAAAAAPA/RY81qPa3cRk/s1600-h/Nusa+Lembongan6,+Bali.jpg" onblur="tryparent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225365968952844850" src="http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SIQ6qeDZYjI/AAAAAAAAAPA/RY81qPa3cRk/s320/Nusa+Lembongan6,+Bali.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-2909579225300370194?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/2909579225300370194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=2909579225300370194' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/2909579225300370194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/2909579225300370194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/07/nusa-lembongan-in-plastic-bag.html' title='NUSA LEMBONGAN IN A PLASTIC BAG'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SIP_qWmIB8I/AAAAAAAAANw/_jcb31_31UY/s72-c/Nusa+Lembongan12,+Bali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-4088726042790574927</id><published>2008-07-09T23:49:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T10:05:27.268-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita pendek'/><title type='text'>CEH NAN KALE - Si peniup serune kale</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ceh Nan Kale adalah peniup Serune kale. Ia belajar alat musik tiup tradisional Aceh tersebut untuk menggaet cewek. Kini, laki-laki asal Meulaboh, Aceh Barat itu telah melanglang hingga Malaysia dan Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama sebenarnya Zainal Abidin. Laki-laki berusia 54 tahun itu berkulit gelap dan bertubuh kecil. Ia berasal dari keluarga seorang petani miskin di Aceh Barat. “Watee dilee, lon ureung njang paleng gasien (dulu saya orang yang paling miskin),” katanya. “Tanyoe hana harta (kami tidak punya apa-apa).”&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu ia membantu keluarganya dengan bekerja apa saja. Membawa becak atau memancing ikan di sungai, lalu dijual di pasar untuk mendapatkan satu bambu beras. Kepapaan keluarganya membuat ia tumbuh menjadi pemuda yang tidak percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemiskinan tidak mampu menghentikan gairah Ceh Zainal muda merasakan cinta. “Lon kalen ngen-ngen na meuen cinta. Jadi lon keumeujak cinta lon hana peng (saya lihat teman-teman bermain cinta. Saya juga ingin, tapi saya tidak punya uang),” katanya. “Hana peng kan kagok cinta-cinta jih (kalau tidak ada uang, kan kagok mau cinta-cintaan).” Ia tertawa, menunjukkan geligi kecoklatan, tanda sering mengunyah sirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umur 19 tahun, Ceh Zainal  bertemu seorang peniup serune kale. Ia mencurahkan isi hati pada orang yang kemudian hari menjadi gurunya. Sang guru berkata bahwa serune kale akan dapat memberinya seorang istri. Seperti jimat, ia harus meniup alat musik itu tepat pada jam 12 malam, sambil menyebut nama gadis idamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceh Zainal segera belajar serune kale.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu ia menyukai seorang gadis. “Dek, jak ngen abang” ujarnya. Tapi si gadis menolak lamaran pemuda miskin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mampu memainkan serunee kale, tepat tengah malam, Ceh Zainal muda menjajal nasihat gurunya. Ia berdoa, sambil membayangkan gadis idamannya. “Oh, cantek ni,” pikirnya, mulai meniup. “Besoknya, gadis itu bilang mau nikah dengan saya.” Ujarnya sambil nyengir. Pernikahan mereka dikaruniai tiga anak laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Serune kale, ia mencukupi kebutuhan keluarganya.  “Sekarang Insya Allah sudah dapat beras satu karung.” Katanya dalam logat Aceh yang kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Aceh Barat, ia biasa diundang meniup serune kale di pesta-pesta pernikahan, atau upacara penyambutan pejabat-pejabat yang datang ke daerahnya. Tarifnya Rp 500 ribu. Tapi  untuk pertunjukan luar daerah, tarifnya lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceh Zainal punya empat murid. Dua di Meulaboh, satu di Prancis dan satu di Amerika. (Dua murid asing itu adalah pekerja organisasi nonpemerintah yang sempat bertugas di Aceh paskatsunami.) Selain itu, ia menurunkan ilmu kepada dua anak laki-lakinya yang paling kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serune Serune kale dibuat dari batang Keupula atau batang Nangka, Lipai (sumber getaran bunyi) dari bambu, dan lili (bagian yang dimasukkan ke mulut) dari daun lontar, atau on theu dalam bahasa Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain serune kale harus piawai mengatur nafas. Serune Kale tidak mengenal jeda ketika frase lagu berhenti “Sebelum nafas yang satu selesai, tarik lagi, dari sini,” ujarnya sambil menunjuk perutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serune kale diduga berasal dari desa Kale, daerah Laweung, Kabupaten Pidie. Lalu menyebar ke daerah Pase, Aceh Utara, Aceh Barat, Aceh Besar dan Banda Aceh. Penyebaran itu melalui proses panjang, dari interaksi dalam adat perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya pejuang seni, budaya zaman jangan kita buang, jangan sampai mati,” katanya. Ia ingin meniup serune kale sampai akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kanan Ceh Zainal menggengam dua seruling. Serunee kale yang berbibir tipis, dan seruling biasa yang berbibir bundar. Lalu, ia meniup seruling dari lubang hidungnya. Keluarlah nada-nada riang. Ceh Zainal tergelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serune kale memang telah mengubah hidupnya. Ceh Zainal tetap pergi memancing, dua hari sekali. Atau mencari burung di malam hari, dengan suling peniru suara burung. Tangkapannya dijual untuk tambahan lauk pauk. Semua sebagai hobi, bukan lagi untuk bertahan hidup. Serune kalee juga, telah membuatnya dapat bermain cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-4088726042790574927?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/4088726042790574927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=4088726042790574927' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/4088726042790574927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/4088726042790574927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/07/ceh-nan-kale-si-peniup-serune-kale.html' title='CEH NAN KALE - Si peniup serune kale'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-18424365570715744</id><published>2008-07-07T22:00:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:21:15.207-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>RANDY SILALAHI - Pengenalan Diri</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Randy (Berkulit gelap, kurus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hi!”&lt;br /&gt;“Hi juga!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu Siapa?”&lt;br /&gt;“Aku Randy”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Randy siapa?”&lt;br /&gt;“Randy Silalahi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa Randy Silalahi?”&lt;br /&gt;“Maksudmu, dari mana aku berasal?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Bukan. Tapi oke, dari mana kamu berasal?”&lt;br /&gt;“Aku lahir di Sumatera Barat, Padang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, oke. Lalu?”&lt;br /&gt;“Lalu apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu Randy Silalahi. Lahir di Padang. Lalu?”&lt;br /&gt;“Aku tidak mengerti. Maksudmu, apa pekerjaanku? Bagaimana keadaan keluargaku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan. Siapa kamu sebenarnya?”&lt;br /&gt;“Siapa aku sebenarnya? Aku ya Randy! Kan sudah kukatakan, aku Randy Silalahi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ulangi, siapa kamu sebenarnya?”&lt;br /&gt;“Aku orang biasa. Warga negara Indonesia yang lahir di Padang. Aku bekerja di sebuah bank. Suka musik dan jalan-jalan. Suka berteman. Suka baca. Suka makan. Itu yang ingin kamu dengar?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Randy, manusia. Ya?”&lt;br /&gt;“Tentu saja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana kamu menjalani hidup sebagai manausia?”&lt;br /&gt;“Eh, aku rasa, aku hidup normal. Aku hidup dengan nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan oleh orang tuaku semenjak aku kecil. Ditambah nilai yang aku pelajari sendiri sepanjang hidupku. Percaya pada kejujuran dan ketulusan. Ingin berguna bagi manusia lain. Ingin mencintai dan dicintai. Ingin hidup normal sebagaimana manusia biasa, tapi, juga tidak ingin hidup ini hanya biasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Randy, itu semua cuma kulit. Aku ingin kamu menjelaskan, siapa kamu sebenarnya”&lt;br /&gt;“Sudah aku jawab, dan bisa aku perpanjang lagi daftar di atas. Tapi kamu akan bilang bahwa itu cuma kulit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memangnya itu bukan cuma kulit?”&lt;br /&gt;“Iya sih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu, ayo jawab. Untuk yang kesekian kali. Kamu, siapa?”&lt;br /&gt;“Aku… aku tidak tau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pernah kamu mencari tahu?”&lt;br /&gt;“Pernah, dan masih”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan cara apa?”&lt;br /&gt;“Dengan cara bertanya kepada orang lain yang aku anggap bijaksana. Juga membaca buku mencari jawaban. Atau aku coba pikirkan sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak berhasil?”&lt;br /&gt;“Tidak. Otakku tidak sampai. Segala pengetahuan yang aku dapat sepanjang hidupku tidak ada apa-apanya. Karena menjawab pertanyaan ‘siapa aku sebenarnya’ saja aku tidak bisa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukannya sudah diberitahu oleh orang-orang sebelum kamu siapa kamu sebenarnya?”&lt;br /&gt;“Memang, tapi aku tidak ingin cuma diberitahu. Aku juga ingin menggunakan otakku. Memperoleh pengertianku sendiri. Tapi seperti yang aku bilang, otakku tidak sampai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katanya kamu mencari jawaban dari orang bijaksana?” &lt;br /&gt;“Tapi bukan berarti aku menelan mentah-mentah. Masalahnya, orang-orang bijaksana itu sendiri berbeda-beda pendapatnya. Aku memang agak skeptis. Perkataan dari orang-orang bijaksana itu aku jadikan masukan. Lalu aku coba pikirkan sendiri, siapa aku ini sebenarnya. Aku memang belum mendapatkan jawabannya, oleh karena itu aku tetap mencari. Mudah-mudahan suatu hari aku dapat jawabannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apalagi pertanyaan yang kamu tanyakan pada orang-orang bijaksana itu?”&lt;br /&gt;“Banyak. Salah satu hal yang paling mendesak yang selalu aku tanyakan adalah, untuk apa hidup ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka bilang apa?”&lt;br /&gt;“Mereka bilang, aku disini hanya sementara, untuk mempersiapkan hidup kekal nantinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pendapatmu apa atas jawaban itu?”&lt;br /&gt;“Aku malah jadi bertanya, kekal itu apa? Berapa lamakah abadi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurutmu berapa lama?”&lt;br /&gt;“Membayangkan 1 jam aku bisa, satu hari, sepuluh tahun, lima tahun, seratus tahun. Tapi ketika nolnya lebih dari tiga, aku mulai kesulitan. Mereka bicara tentang umur matahari, 5 milyar tahun. Aku, jujur saja, tidak dapat membuat rentang waktu 5 milyar tahun di kepalaku. Enaknya tidak coba memvisualisasikan, jadi tidak usah dipikirkan. Tapi, aku coba, dan aku tidak mampu. Lalu bagaimana aku bisa menjawab, berapa lamakah keabadian?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berapa umurmu?”&lt;br /&gt;“27 tahun”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang sudah kamu peroleh pada umur segini?”&lt;br /&gt;“Yang aku peroleh adalah lebih banyak pertanyaan. Semakin bertambah umurku, semakin aku sadar betapa tidak tahu apa-apanya aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana kamu bisa hidup dalam ketidaktahuan seperti itu?”&lt;br /&gt;“Kamu tahu, aku bukan orang yang gampang putus asa. Aku tetap mencari tahu. Sementara itu, aku hidup dengan menerima. Menerima ketidaktahuanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menerima ketidaktahuan?”&lt;br /&gt;“Waktu itu, ada orang yang bilang dengan nada sinis, aku ini terlalu mencintai diriku sendiri. Tapi ia salah. Aku hanya mencoba nyaman dengan diri sendiri. Kamu tahu, aku percaya kebebasan yang bertanggung jawab. Aku bertanggung jawab untuk menjadi diriku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kamu dapat menerangkan dirimu,  kamu bilang tidak tahu siapa kamu sebenarnya?”&lt;br /&gt;“Ya. Maksudku adalah, aku tidak tahu inti dari keberadaanku. Mereka bilang manusia manusia manusia, individu individu individu. Dan ada aku. Satu. Keberadaanku diantara, berapa manusia yang pernah ada di muka bumi ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oke jelaskan tentang kamu yang satu?”&lt;br /&gt;“Aku percaya bahwa diriku satu, diciptakan seperti ini. Walaupun seperti manusia lainnya, aku memiliki kelebihan dan kekurangan. Aku mencoba menerima diriku apa adanya. Tapi satu yang perlu kamu catat, aku mencoba selalu mengingatkan diriku sendiri agar tidak berhenti. Aku punya tanggung jawab mengembangkan diriku sampai batas paling akhir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisa dijelaskan lebih lanjut?” &lt;br /&gt;“Kamu tahu, sebenarnya, ada dua orang di dalam diriku. Bukannya aku berkepribadian ganda. Tapi ada seseorang di dalam sana yang bisa aku ajak bicara. Ketika sesuatu yang baru terjadi, aku kadang mengetahui sesuatu yang baru juga darinya. Kadang pemikirannya tidak dapat aku terima, jadi kami saling mengingatkan.  Jadi jawaban lebih tepat, mungkin, aku terus mencoba mengenal dia, merasa nyaman dan berteman dengan dirinya, karena dia aku bawa kemana-mana. Begitu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu bingung Randy. Katamu hanya ada satu kamu, tapi dalam satu ada dua?”&lt;br /&gt;“Kira-kira seperti itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmm, kita akan bahas lebih lanjut. Sudah larut sekarang. Kita sambung lain hari ya?”&lt;br /&gt;“Oke, aku akan coba menjelaskan lebih baik lain hari. Sampai Jumpa!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-18424365570715744?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/18424365570715744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=18424365570715744' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/18424365570715744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/18424365570715744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/07/randy-silalahi-pengenalan-diri.html' title='RANDY SILALAHI - Pengenalan Diri'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-6841972291798210550</id><published>2008-07-07T03:27:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T22:24:36.072-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>BREAKING NEWS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku sedang menyuarakan kekesalan. “Kenapa sih harus Bahasa Inggris, memangnya pakai Bahasa Indonesia gak bisa?” cecarku. Aku dan Gita sedang berada dalam taksi menuju suatu liputan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mirror&lt;/span&gt;!” teriaknya seraya menunjukkan telapak tangan tepat di mukaku.&lt;br /&gt;“Ya, aku tahu, aku tahu!” Balasku jengkel.&lt;br /&gt;“Tapi siapalah aku ini. Sedangkan saluran macam Metro TV kan berfungsi sebagai media pendidikan,” lanjutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Aku menyebut beberapa program acara di Metro TV: Headline news, Save our Nation, Public Corner, Election channel, Breaking news, dll. Kenapa tidak dibuat: Kilasan berita, Selamatkan bangsa kita, Sudut public, Saluran pemilu, dan ketika sampai pada Breaking news, aku kaget sendiri. Aku tidak dapat menyebutkan apa Breaking news dalam Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mirror&lt;/span&gt; yang ditujukan Gita padaku bukan tanpa sebab. Aku sendiri sering berbicara dengan mencampurkan kata-kata Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam satu kalimat. “ &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oi, I’ll be back&lt;/span&gt;! Jangan kemana-mana ya!” Kalimat itu adalah contoh caraku berbicara sehari-hari. Padahal aku belum pernah keluar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini terjadi  karena ketika belajar Bahasa Inggris, aku menggunakan metode “berpikir dalam bahasa inggris’. Karena tidak ada teman untuk melatih percakapan,  aku berbicara dengan diriku sendiri. Dan ini bukan berarti Bahasa Inggrisku hebat. Akibatnya, aku malu! Banyak sekali kata-kata Bahasa Indonesia yang tidak aku tahu artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh, selama ini aku kira, kata oknum, yang selalu dipakai oleh semua media untuk menggambarkan seseorang, dari suatu kelompok, yang berlaku jahat / tidak benar, ternyata hanya berarti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;orang per orang, perseorangan, orang seorang&lt;/span&gt;. Tidak ada konotasi jahat, seperti terkesan dari penggunaan kata itu selama ini. Oknum bisa jadi siapa saja, bukan melulu orang jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengumpat, biasanya aku menggunakan Bahasa Inggris. Ada juga teman yang protes, “Kenapa sih kalau mengumpat gak pernah pakai Bahasa Indonesia?” tanyanya. Aku tidak dapat menjawab saat itu. Bukannya tidak boleh pakai Bahasa Inggris, tapi ya jangan di campur sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun terkadang bisa sebaliknya. Ketika berbicara tentang sesuatu yang sangat serius, masalah hati misalnya. Lebih mudah berbicara dengan teman-teman dalam Bahasa Inggris. Aku bertanya-tanya, kenapa lebih mudah mencurahkan isi hati dalam Bahasa Inggris?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebagai pelindung agar bahasa itu tidak terlalu menggambarkan perasaan yang paling dalam? Kalau begitu, sebenarnya, cerita dalam itu dangkal. Lebih mudah mencomot dari Bahasa Inggris, lawan bicara juga mengerti artinya, walaupun kalau lihat di kamus belum tentu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah, Gita menantang, untuk berbicara hanya menggunakan Bahasa Indonesia, tidak boleh disisipi bahasa asing. Dan harus diakui, tiga orang yang menyanggupi tantangan itu, semua kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jalan-jalan di mall, terdengar seorang penjaga anak berkata “sit down, sit down here” dengan logat dan pengucapan tidak jelas. Anak 5 tahunan itu juga menjawab dalam Bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu temanku yang berasal dari Eropa bertanya, “Kenapa mereka bicara Bahasa Inggris dengan anaknya?” Aku menjelaskan, sekarang, para orang tua  berduit di Indonesia memang berbicara dalam bahasa inggris kepada anak mereka. Karena mereka tidak ingin anak mereka ketinggalan di era globalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sadar, bahwa anak-anak balita tersebut adalah masa depan negeri ini. Kalau sekarang saja kita sudah mencampur dua bahasa dalam satu kalimat, bagaimana  masa depan Bahasa Indonesia 30 tahun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya  aku melampiaskan kekesalan kepada Metro TV.  Saluran paling terkemuka di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gemas juga terhadap pemerintah. Memangnya tidak bisa membuat peraturan, judul program di TV harus menggunakan Bahasa Indonesia. Tidak juga harus seperti Jepang yang bahkan penunjuk jalan pun berbahasa Jepang, yang sering membingungkan turis-turis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang ingin memasyarakatkan Bahasa Inggris, kenapa mengorbankan Bahasa Indonesia. Kenapa tidak bikin dual bahasa. Seperti “Selamat datang, welcome”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku menanyai lima orang, berusia antara 30 sampai 66 tahun, tidak ada yang dapat menjawab keingintahuanku, apakah Breaking News dalam bahasa Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-6841972291798210550?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/6841972291798210550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=6841972291798210550' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/6841972291798210550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/6841972291798210550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/07/breaking-news.html' title='BREAKING NEWS'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-4997245353268761114</id><published>2008-07-06T21:41:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:22:56.494-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A day out'/><title type='text'>EURO 2008, TARUHAN YUK! - MENANG</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SHGrV-JoICI/AAAAAAAAANc/Hmr8DkTp9fQ/s1600-h/meni+pedi2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220141837048094754" src="http://bp2.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SHGrV-JoICI/AAAAAAAAANc/Hmr8DkTp9fQ/s200/meni+pedi2.jpg" style="cursor: pointer; float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;"Yang mau meni-pedi cowok?” Tanya mas-mas di salon. Dahinya mengernyit, keheranan. Tiga cewek itu mengangguk cepat. Senyum usil terukir di bibir mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para cowok memberengut ketika digiring ke kursi “yang menghancurkan harga diri” kata Andri.  Dengan wajah menderita mereka akhirnya memasukkan kaki ke air suam kuku dalam wadah merah jambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cewek-cewek, Gita, Widya dan aku terbahak-bahak.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SHGn8WRwl-I/AAAAAAAAANU/JCqo_UyVp-I/s1600-h/meni+pedi+3.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220138098313172962" src="http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SHGn8WRwl-I/AAAAAAAAANU/JCqo_UyVp-I/s200/meni+pedi+3.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Jodhi berusaha ‘menjelaskan’ kepada seluruh orang di salon, yang memandang keheranan. “Jangan pernah taruhan sama cewek-cewek ini! Jangan pernah membela Jerman!” katanya setengah berteriak, lalu menunduk malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksekusi taruhan itu akhirnya dilaksanakan. Rabu 2 Juli 2008 menjadi hari tak terlupakan bagi Jodhi dan Andri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini berawal dari penandatangangan Perjanjian Taruhan Final EURO 2008. Pada selembar kertas kecil tertera: kalau kubu cewek menang, cowok harus France manicure pedicure. Cowok menang, rambut cewek harus di dandani gaya mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan tim dilakukan dengan undian. Aku bersyukur cewek-cewek kebagian tim pemenang. Jerman pulang dengan tangan kosong. Spanyol menjadi jawara melalui gol tunggal Fernando Torres.&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SHGrhMxaVvI/AAAAAAAAANk/P4CiH9w8x04/s1600-h/meni+pedi+4.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e){}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220142029951620850" src="http://bp1.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SHGrhMxaVvI/AAAAAAAAANk/P4CiH9w8x04/s200/meni+pedi+4.jpg" style="cursor: pointer; float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih segar dalam ingatan, hari senin lalu ke kantor dengan kepala puyeng karena tidak tidur. Kami menghabiskan malam di café yang telah dijanjikan, menonton pertandingan final. Teriakan lega terdengar dari cewek-cewek, yang lolos dari ancaman cowok-menjadi-penata-rambut. Walaupun Widya dan Gita hanya setengah senang, dalam hati mereka membela Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di salon, mas-mas yang melaksanakan meni-pedi terlihat takut. Walaupun sangat berhati-hati kadang alat pembersih menyayat secuil kulit. Andri langsung duduk tegak, tangan terkepal, siap meninju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika cewek-cewek berkeras mereka harus dipakaikan cat kuku putih, para cowok berusaha, tapi sia-sia, berdebat dengan kami. Mereka mengalah ketika kami pura-pura ngambek. Sukses!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SHGnKD-L3oI/AAAAAAAAANE/OFcYqt3V5Yk/s1600-h/meni-pedi1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220137234405777026" src="http://bp2.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SHGnKD-L3oI/AAAAAAAAANE/OFcYqt3V5Yk/s200/meni-pedi1.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Dua jam kemudian, jari-jari berbulu itu jadi ‘cantik’. Kuku kaki mengkilat, kuku tangan dihiasi kuteks warna putih di ujungnya.  Lalu mereka di foto. Sudah tidak ada perlawanan, mereka cuma bisa pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu diakhiri dengan nonton Handcock di bioskop. Tahun depan, sudah terbayang beberapa ide taruhan mengerikan. Tapi tawa itu, yang malam ini  milik cewek-cewek, tak akan terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-4997245353268761114?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/4997245353268761114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=4997245353268761114' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/4997245353268761114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/4997245353268761114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/07/euro-2008-taruhan-yuk-menang.html' title='EURO 2008, TARUHAN YUK! - MENANG'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SHGrV-JoICI/AAAAAAAAANc/Hmr8DkTp9fQ/s72-c/meni+pedi2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-2167154772924190641</id><published>2008-06-25T21:26:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:23:23.684-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A day out'/><title type='text'>EURO 2008, TARUHAN YUK!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Azan subuh berkumandang ketika kami membuka pintu rumah gang 9, Kebun Sirih. Diam-diam agar tidak membangunkan penghuni rumah. Ternyata ibu dan bapak masih di depan TV. Ibu dibalut selimut, si putri bungsu, Bebi, tidur menggelung. Bapak dengan wajah cerah menyambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan tentang pertandingan perempat final EURO 2008 – Rusia vs Belanda-  berlanjut.Hasil akhir memang di luar dugaan, 3-1 untuk Rusia. Leha, Widya, Bapak, termasuk aku, berpihak pada Tim Oranje. Kecuali Gita, itupun karena mau ‘melawan arus’.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Uang Rp 10,000 di kumpulkan sebelum kami beranjak ke kafe di ujung jalan. Malam itu, nonton bola bareng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nongkrong di antara para penggila bola, berteriak ketika tim yang kami bela gagal menyerang, memang menyenangkan. Aku melihat berkeliling, seorang bule di meja sebelah mulai marah-marah, berkali-kali tim pimpinan Edwin Van Der Sar gagal mencetak gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah benar-benar mengikuti dunia sepak bola. Taruhan dan pertandingan itu bukanlah yang paling penting, melainkan kebersamaan. Ditemani minuman dan teman  baik menghabiskan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ini yang juga dialami oleh para penggila bola? Menikmati ketegangan, sorak-sorai, puas kalau tim kesayangan menang. Atau kesal dan kecewa kalau kalah. Inti sepak bola bukanlah permainan itu sendiri. Tapi menghabiskan waktu dengan abang, adik, kakak, kakek atau teman; dan kesempatan melupakan sejenak segala persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman mengusulkan beberapa taruhan untuk memeriahkan pesta sepak bola ini. Setiap kali kumpul, ide-ide kreatif bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk semifinal misalnya, setelah melalui debat panjang, pro-kontra, diputuskan yang kalah menebak gol pertandingan Turki-Jerman harus membelikan si pemenang minuman. Yang malang malah yang menang, karena akan harus menghabiskan berbagai macam minuman yang dipesan atas dasar  ‘balas dendam’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk final lebih mengerikan. Ada dua kubu, cewek dan cowok. Tim sepakbola diputus dengan undian (karena dalam kubu sendiri ada perbedaan tim favorit). Kalau para cowok kalah, mereka harus rela dibawa cewek-cewek ke salon untuk France manicure-pedicure! Cowok-cowok mengerang, protes! Memandangi kuku kaki dan tangan mereka dengan wajah menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kubu cewek yang kalah, juga harus rela di bawa ke salon. Kedengarannya asik. Masalahnya adalah, para cowok itu jadi mandor si penata rambut!&lt;br /&gt;Beberapa hari sebelum pertandingan saja mereka sudah saling kirim email, masing-masing mengusulkan model rambut (paling mengerikan). Cewek-cewek saling pandang, khawatir!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami harus pamer penampilan baru itu di tempat umum. Lalu, (ya, belum!) Yang terkena musibah harus di foto. Dan ditaruh di profil Facebook selama dua minggu. Widya protes, ‘Aku baru mau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dating&lt;/span&gt; nih! Awas kalo gagal gara-gara foto itu ya!” Semua tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi banyak orang,  EURO juga berarti hari-hari kurang tidur. Ke kantor, mata setengah mengatup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, jam-jam canda riang.  &lt;img alt="senyum" class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/1.gif" title="senyum" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-2167154772924190641?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/2167154772924190641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=2167154772924190641' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/2167154772924190641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/2167154772924190641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/06/euro-2008-taruhan-yuk.html' title='EURO 2008, TARUHAN YUK!'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-2601602012214233608</id><published>2008-06-18T21:25:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T10:00:28.897-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>JULIA SURYAKUSUMA - 'skill' dan 'talent'</title><content type='html'>"Panggil saya mbak aja, jangan ibu." Kata wanita berusia 54 tahun itu.  "Emang sih sudah tua, tapi saya tetap merasa muda." Tambahnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, di usianya yang lebih setengah abad, Bu Jul masih memiliki rambut hitam panjang, yang  kelihatan sehat dan selalu dielus-elus. Ia berpenampilan santai, malam itu dalam balutan  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tanktop&lt;/span&gt; dan celana batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan di ruang tamu rumahnya yang asri, di kawasan Cinere, Jakarta Selatan, 16 juni lalu, Bu Jul duduk menghadapi  tigapuluhan  peserta pelatihan menulis Pantau. Mereka terlihat bersemangat, berharap kecipratan ilmu sang kolomnis.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Bu Jul, yang telah menerbitkan buku Sex, Power and Nation, sangat ekspresif. Ia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta dengan bersemangat. Sesekali mengibaskan rambut ke belakang bahu, tertawa tergelak dan mengedip-edipkan matanya yang di beri nuansa merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bilang, jadi penulis adalah takdirnya. Bu Jul menulis lima kolom dalam sebulan di berbagai media. “Yang saya takutkan, waktu saya mati, ide saya belum saya tuliskan semuanya,” katanya.  Ia  mendapat inspirasi menulis dari mana saja.  Setiap kejadian kecil bisa menjadi  tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan Bu Jul memang khas. Selalu penuh humor dan sering menyerempet salah satu kebutuhan dasar manusia, seks. “Saya ingin menjadi kontroversial!” katanya bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pertanyaan di jawab Bu Jul dengan: “Oh, itu memang menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lifestyle&lt;/span&gt; saya,” katanya kepada  seorang peserta yang ingin tahu motivasinya. Pertanyaan tentang cara menulis yang baik, di jawab “Oh, itu karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;skill &lt;/span&gt;saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang peserta bangun dan memilih memotret suasana. Yang disebelah kanan Bu Jul menutup mata sejenak dan menggelengkan kepala menahan kantuk. Yang di sebelah kiri mengedipkan mata  menahan tawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia senang bercerita. Saking senangnya, banyak yang melantur jawabannya. Pada akhir pertemuan, para peserta mengetahui, Bu Jul adalah orang yang  “berbakat” dan “punya kemampuan” menulis yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mereka pulang kering, tidak ada cipratan apa-apa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-2601602012214233608?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/2601602012214233608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=2601602012214233608' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/2601602012214233608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/2601602012214233608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/06/julia-suryakusuma-dan.html' title='JULIA SURYAKUSUMA - &amp;#39;skill&amp;#39; dan &amp;#39;talent&amp;#39;'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-6525534787563962904</id><published>2008-06-12T03:53:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:26:34.716-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='backpacking'/><title type='text'>TEA WALK AND KAWAH PUTIH, CIWIDEY</title><content type='html'>“I follow the Moskva Down to Gorky Park, Listening to the wind of change…”&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFIV0ukGyI/AAAAAAAAAH8/uNrPUSbU56I/s1600/DSC_6420-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFIV0ukGyI/AAAAAAAAAH8/uNrPUSbU56I/s320/DSC_6420-1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Lagu yang dinyanyikan Scorpion, band asal Jerman, adalah suara pertama yang terdengar di Hotel Abang. Seseorang ‘mencoba’ menyanyikan Wind of Change. Tapi jelas ia gagal, alunan itu kacau!&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku dan temanku berpandangan, masing-masing mengerang. “Oh no, this can’t be possible!” kata-kata itu keluar bersamaan. ‘Nyanyian’ yang terdengar dari lantai dua menyambut kedatangan kami tepat jum’at tengah malam di Ciwidey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar kami, di Hotel Abang - yang seluruh bangunannya warna merah jambu- berukuran 3x3 meter. Dipatok Rp 150 ribu per malam. Ada tempat tidur berkasur busa, TV 14 inci, jendela kecil bergorden biru lusuh, serta toilet bau yang dilengkapi ember kecil. “Hmm, mungkin besok saja mandi,” pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul tujuh pagi aku terbangun. Suara truk, bus, motor, anak-anak berlarian di depan kamar dan suara penghuni kamar sebelah, semua campur aduk. Memaksaku membuka mata, berat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarapan nasi goreng dingin, kami putuskan menjelajahi desa. Tujuannya adalah Kawah Putih. Aku bayangkan udara segar pegunungan, hijau kebun teh terbentang sejauh mata memandang, dan strawberry merah ranum menghiasi jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku salah besar!&lt;br /&gt;Jalan raya Ciwidey tandus. Debu berterbangan. Kami menyusuri jalan. Setiap rumah memang memiliki kebun strawberry, tapi tidak ada yang bisa dipetik, semua berwarna oranye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalanan mendaki, Setiap kali kami tanya, berapa jauh ke kawah putih, semuanya mengatakan angka yang berbeda. Orang pertama bilang 7 km,  kedua 10 km, ketiga 15 km, "Hhmmmm….."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami belum menyerah, walaupun harapan berjalan di keteduhan dan udara segar pupus. Diiringi suara bus, klakson motor, mobil serta asap untuk kami hirup. Setelah 1,5 jam kami menyerah. Sama sekali tidak ada perasaan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memutuskan sambung ojek. Naik ke kawah putih yang ternyata memang jauuuuhhhh di atas sana. “Aku senang akhirnya naik ojek,” Pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kawah putih. Warna air yang biru, pasir berbatu putih di kelilingi tebing, pohon-pohon yang seperti terbakar, sangat memukau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFGuHBbRRI/AAAAAAAAAHs/1tFINlNAEcQ/s1600-h/DSC_6377-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211024001817330962" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFGuHBbRRI/AAAAAAAAAHs/1tFINlNAEcQ/s200/DSC_6377-1.jpg" style="cursor: pointer;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFGthx2esI/AAAAAAAAAHk/NNpvoj47aow/s1600-h/DSC_6324-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211023991819893442" src="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFGthx2esI/AAAAAAAAAHk/NNpvoj47aow/s200/DSC_6324-1.jpg" style="cursor: pointer;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="right" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" style="width: 80px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" valign="top"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFcKI7LnZI/AAAAAAAAAKc/hxGoVyw0wdQ/s1600-h/DSC_6435-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211047573108530578" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFcKI7LnZI/AAAAAAAAAKc/hxGoVyw0wdQ/s200/DSC_6435-1.jpg" style="cursor: pointer; float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Setelah puas foto-foto dan melihat pemandangan, kami kembali. Yang ada di kepala sekarang, “Malas banget balik ke hotel yang ribut.” Padahal ingin tidur lagi. Akhirnya kami putuskan pindah hotel.&lt;br /&gt;Hotel Argapuri terletak di perkebunan teh. Adanya di Kecamatan Pasir Jambu, 6 km masuk ke jalan raya gombong. Berhubung misi ke Ciwidey adalah tea walk, walaupun hotel ini agak mahal, kita ambil juga.&lt;br /&gt;Duduk di belakang tukang ojek, mendaki jalan kecil rusak, kami tahu keputusan kami benar. Sepanjang jalan kami menikmati absennya bus atau motor lalu-lalang meninggalkan asap berbau. Pemandangannya juga indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" style="width: 80px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Hotel itu besar sekali! Kami mau kamar yang paling murah, tapi katanya penuh. Sepertinya mereka bohong, karena banyak bungalow kosong di lembah yang  pemandangannya perbukitan. Akhirnya kami menyewa bungalow tepat  seberang pintu masuk hotel, perkebunan teh di luar jendela.&lt;br /&gt;Sore itu kami habiskan dengan berjalan ke lembah. Pemandangannya indah! Bukit tertutup kabut, hutan, anak-anak main layangan, orang desa mencari rumput,  beberapa mengangkut kayu bakar di punggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="right" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" style="width: 80px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" valign="top"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFIyefJfuI/AAAAAAAAAIE/4MYPvRfjW1w/s1600-h/DSC_6457-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211026275858743010" src="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFIyefJfuI/AAAAAAAAAIE/4MYPvRfjW1w/s200/DSC_6457-1.jpg" style="cursor: pointer; float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Tapi ada yang aneh, di jalan setapak, sebelah kirinya bukit dan sebelah kanan sungai kecil, kami menemui batu yang ternyata palsu! “Kalo batu disini palsu, mungkin bukit ini dan semua pemandangan di sini juga palsu kali ya?” canda kami.&lt;br /&gt;Balik ke hotel, akhirnya bisa tidur dengan tenang, tanpa segala keributan yang terdengar di Hotel Abang. Malam itu dihabiskan dengan main UNO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="right" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" style="width: 80px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" valign="top"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFV92OmTpI/AAAAAAAAAKE/SdL8M6hxLuM/s1600-h/DSC_6703-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211040764861501074" src="http://1.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFV92OmTpI/AAAAAAAAAKE/SdL8M6hxLuM/s200/DSC_6703-1.jpg" style="cursor: pointer; float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Hari minggu, makan pagi nasi goreng lagi. Lalu kami berjalan menyusuri bukit-bukit.&lt;br /&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" style="width: 80px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" valign="top"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFUl-BUi-I/AAAAAAAAAJ8/G2HsU38mKiQ/s1600-h/DSC_6649-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211039255124806626" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFUl-BUi-I/AAAAAAAAAJ8/G2HsU38mKiQ/s200/DSC_6649-1.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;“Ini dia. Seperti ini yang aku bayangkan.” Kami berjalan lebih dari dua jam naik turun bukit. Menikmati hijau. perkebunan teh diselingi pohon-pohon dan hutan di kejauhan, ibu-ibu memetik teh, udara pegunungan yang segar, banyak orang desa dengan celurit di tangan mencari kayu bakar atau mencari rumput untuk makanan ternak, dan suara air mengaliri sungai kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" style="width: 80px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" valign="top"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFOso3UJ5I/AAAAAAAAAJk/iYREVpGlR2g/s1600-h/DSC_6776-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211032772635010962" src="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFOso3UJ5I/AAAAAAAAAJk/iYREVpGlR2g/s200/DSC_6776-1.jpg" style="cursor: pointer;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Berkeringat dan puas, ingin berjalan lebih jauh lagi. tapi sayangnya tidak cukup waktu. Terpikir, “Beruntung sekali warga desa di sini bisa menikmati pemandangan ini setiap hari.”&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFOtWJJdFI/AAAAAAAAAJs/m3z-e_vqnTk/s1600-h/DSC_6787-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211032784789402706" src="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFOtWJJdFI/AAAAAAAAAJs/m3z-e_vqnTk/s200/DSC_6787-1.jpg" style="cursor: pointer;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" style="width: 80px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" valign="top"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFXUPBXq2I/AAAAAAAAAKM/xwzHFuyp6LQ/s1600-h/DSC_6660-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211042248985652066" src="http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFXUPBXq2I/AAAAAAAAAKM/xwzHFuyp6LQ/s200/DSC_6660-1.jpg" style="cursor: pointer;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Tengah hari tiba di hotel. Ingin memetik strawberry, tapi sudah habis dipetik rombongan lain, “Sedih.” Makan siang soto Bandung, lalu menunggu jemputan sambil main UNO lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="right" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" style="width: 80px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" valign="top"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFMIRdPcsI/AAAAAAAAAJM/latGLVci190/s1600-h/DSC_6693-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211029948853088962" src="http://4.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFMIRdPcsI/AAAAAAAAAJM/latGLVci190/s200/DSC_6693-1.jpg" style="cursor: pointer;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Untung kami pindah ke Pasir Jambu, kalau tetap tinggal di jalan raya Ciwidey, liburan ini pasti rusak.  Jadi, saranku, kalau niat ke sana untuk mencari ketenangan, jangan menginap di hotel yang berada di sepanjang jalan raya Ciwidey.  Bising.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-6525534787563962904?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/6525534787563962904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=6525534787563962904' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/6525534787563962904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/6525534787563962904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/06/tea-walk-and-kawah-putih-ciwidey.html' title='TEA WALK AND KAWAH PUTIH, CIWIDEY'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFFIV0ukGyI/AAAAAAAAAH8/uNrPUSbU56I/s72-c/DSC_6420-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-4587961301061246606</id><published>2008-06-11T22:45:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:26:47.398-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='interestingness'/><title type='text'>TELUR WANITA</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFC7exfc0GI/AAAAAAAAAHU/tGUxsr9y1Ng/s1600-h/mg19826604.200-1_250.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210870906223382626" src="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFC7exfc0GI/AAAAAAAAAHU/tGUxsr9y1Ng/s200/mg19826604.200-1_250.jpg" style="cursor: pointer;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFC7t9z81qI/AAAAAAAAAHc/V98287E7DYg/s1600-h/telur.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210871167228630690" src="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFC7t9z81qI/AAAAAAAAAHc/V98287E7DYg/s200/telur.gif" style="cursor: pointer;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFC7eV7elEI/AAAAAAAAAHM/jKE5O_CE-Qw/s1600-h/telur.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;Waahh! benar-benar merasa seperti sedang bertelur.... We woman, are amazing!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;Pertama kali dalam sejarah. Keluarnya sel telur wanita terekam jelas oleh Dr. Jackques Donnez dari Universitas Katolik Louvain, Brussel, baru-baru ini. Ia sedang melakukan operasi rahim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #999900;"&gt;"Sel telur dihasilkan oleh folikel-folikel,  kantung-kantung berisi cairan, di bagian dalam  ovarium yang  pada  masa ovulasi akan mengeluarkan benjolan (protrusi) kecil berwarna kemerahan yang terlihat dalam gambar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #999900;"&gt;"Telur-telur akan muncul pada ujung benjolan tersebut dengan bentuk sel-sel yang mirip jeli. Setelah keluar dan lepas dari benjolan tersebut, sel-sel kemudian akan berkelana menuju tuba falopi di mana nantinya akan dibuahi oleh sel sperma dari seorang pria."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Teori-teori yang ada, menyebutkan bahwa pelepasan telur itu 'eksplosif', tapi yang terekam ini, prosesnya berlangsung pelan, selama 15 menit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-4587961301061246606?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/4587961301061246606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=4587961301061246606' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/4587961301061246606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/4587961301061246606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/06/telur-wanita.html' title='TELUR WANITA'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_i-CPBxh9br0/SFC7exfc0GI/AAAAAAAAAHU/tGUxsr9y1Ng/s72-c/mg19826604.200-1_250.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-7639441149055258537</id><published>2008-06-10T15:32:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:27:17.981-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Liputan'/><title type='text'>MENJADI WARTAWAN</title><content type='html'>Sore itu, April 2006, aku adalah satu-satunya perempuan di antara tiga ratusan lelaki yang sedang mengawal rumah komandan mereka,  di suatu desa di Pegunungan Aileu, Timor Leste.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari hampir terbenam. Kabut tipis mulai turun. Di depan rumah kecil itu terbentang luas lapangan rumput. Kuda-kuda sedang merumput. Para lelaki itu – terdiri dari tentara desertir dan pendukung mereka- berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil. Sebagian memakai jaket dan topi wol, sebagian hanya menutupi tubuh mereka dengan sarung. Sebagian menyandang senjata laras panjang, sebagian lagi menyelipkan parang di pinggang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di dalam rumah, sang komandan Mayor Alfredo Reinado dan Letnan Gastao Salsinha sedang berunding. Mereka sedang menyusun petisi mengenai reformasi di tubuh militer yang akan disampaikan kepada pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam ratus atau sepertiga  tentara Timor Leste di pecat dari satuannya. Mereka memprotes perlakuan diskriminatif yang terjadi di dalam militer. Pemecatan ini memicu kerusuhan di Dili yang meyebar di kalangan geng sipil bersenjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak punya persiapan menghadapi udara dingin, jadi aku hanya dapat melindungi tubuh dengan secarik tipis kain hitam. Aku dapat melihat para lelaki itu memandang ke arahku dengan cara aneh, seperti bertanya, “Ada apa perempuan berani main ke sini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan bossku Stephen, bersama seorang teman Yahya dan supir kami Aires, berdiri dalam kelompok kecil kami. Berulang kali memandang ke arah rumah, menunggu pertemuan sang mayor dan sang sersan selesai. Mereka sudah setuju untuk kami wawancarai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malam beranjak, akhirnya kami diijinkan menemui sang mayor.  Dalam wawancara, ia menuduh pemerintah tidak adil terhadap tentara yang berasal dari barat Timor leste. Ia keluar dari kesatuan untuk membela kebenaran dan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pulang dari markas persembunyian pemimpin pemberontak itu sungguh mengesankan. Hampir tengah malam, kami mengendarai jip turun gunung menyusuri hutan. Beberapa kali kami dihentikan sekelompok pemuda berwajah tegang, membawa senter, yang muncul tiba-tiba di tengah jalan. Mereka bertugas menjaga satu-satunya jalan menuju rumah persembunyian pemimpin mereka. Semuanya bersenjatakan golok atau senjata api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaannya gelap gulita, tapi cahaya bulan  keperakan jatuh di bawah kami sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak bisa melupakan ‘petualangan‘ itu. Selama perjalanan pulang, terpikir, bahwa kalau aku mati di sini, karena kecelakaan atau apa, mungkin orangtuaku tidak akan pernah dapat menemukan jasadku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liputan ke Timor Leste ketika negara itu tengah dirundung konflik bersenjata, adalah salah satu petualangan selama menjadi wartawan di koran The Australian, satu-satunya koran umum nasional di Australia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai bekerja pada bulan September 2005. Kantorku kecil, hanya berukuran 5x3 meter, diisi tiga orang, bossku Stephen si koresponden, Ibu Tjoe si manajer kantor, dan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugasku  membantu Stephen dalam meliput berita. Mencari narasumber, melakukan wawancara dan melakukan riset. Sebagai kantor biro Jakarta, ruang lingkup liputan The Australian sangat luas, dari terorisme, bencana alam, politik, konflik sosial, human interest, ekonomi dan hubungan internasional Indonesia, terutama dengan Australia, termasuk segala kejadian menarik dari Sabang sampai Merauke, termasuk Timor Leste.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sepi berita aku hanya duduk di kantor mencari berita dari internet. Biasanya aku hanya tahan dua minggu. Setelah itu, muncul kerinduan untuk kembali berada di tempat terpencil, berbicara dengan orang-orang desa dan melihat kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kunjungan ke Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Kami membuat feature tentang kehidupan nelayan miskin yang selalu ditangkap di Australia, karena dituduh mencuri ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika isu global warming merebak, kami menyusuri jalanan berlubang di Kalimantan Tengah.Terayun-ayun dan terantuk atap mobil selama enam jam untuk melihat hutan yang telah dibabat habis untuk perkebunan kelapa sawit. Masyarakat sekitar menderita karena tidak ada lagi lahan untuk bercocok tanam dan orang utan kehilangan dahan untuk bergelayutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan 11 jam ke Solo yang membuat kaki kaku tertekuk di mobil mengikuti konvoi Abu Bakar Baasyir setelah ia dibebaskan dari penjara Cipinang. Aku melihat pengikut fanatiknya berteriak-teriak mengelu-elukan imam mereka di sepanjang jalan menuju Ngruki, pondok pesantren yang diasuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak ada yang mampu menandingi perasaan pilu ketika meliput tsunami di Aceh. Waktu itu aku belum bekerja untuk The Australian, tetapi untuk kantor berita asal Spanyol EFE. Walaupun sudah tiga tahun berjalan, tapi liputan tiga minggu itu tidak akan terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga kecelakaan pesawat Garuda di Jogja pada Maret 2007. Ketika berada di luar ruang mayat RS dr. Sardjito untuk mencari informasi, aku menemukan Retno, wartawan Australian Financial Review yang harus mengidentifikasi bossnya yang ditenggarai meninggal. Bau yang tercium benar-benar baru buatku, bau daging terpanggang hangus, benar-benar pekat. Ia duduk terngungu dan kelihatan shock. Semua media Australia waktu itu memang sedang mengikuti kunjungan Menteri Luar Negeri Alexander Downer. Malam itu aku tidak bisa tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan Jogja dan hilangnya pesawat Adam Air di perairan Sulawesi awal tahun lalu meninggalkan bekas yang sangat dalam. Pekerjaan ini menuntut aku untuk sering terbang, sebulan bisa dua kali. Tapi, setelah kecelakaan itu, aku benar-benar jadi takut terbang. Gemetaran di balut sabuk pengaman, terutama ketika pesawat tinggal landas dan mendarat. Sedikit goncangan di udara membuat darah serasa meninggalkan wajahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Komite Nasional Keselamatan Transportasi mengumumkan hasil penyelidikan kecelakaan Adam Air di perairan Majene, aku benar-benar jadi ngeri. Mungkin lebih baik aku tidak tahu betapa buruk sistem penerbangan di negeri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan ini seperti petualangan, penuh tantangan dalam membuat suatu berita. Misalnya, bagaimana dapat menguasai bahan berita. Padahal banyak hal yang benar-benar asing, seperti masalah manajemen lingkungan atau istilah-istilah hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena waktu Australia empat jam lebih awal dari Jakarta, segala berita harian harus diselesaikan sebelum pukul tiga. Jadi kalau tidak bisa menemukan nara sumber dalam waktu cepat, maka aku dalam masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga liputan yang membosankan. Meliput sidang Schapelle Corby, wanita asal Australia yang dibui 20 tahun karena memasukkan 4 kg marihuana ke Indonesia. Kasus itu bertele-tele, benar-benar seperti opera sabun saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau perasaan tidak enak, ketika harus menelepon ke Mahkamah Agung setiap hari untuk mengecek putusan kasasi kasus Bali 9. Orang yang mengangkat telepon, setelah tiga hari, jadi tidak ramah lagi, dan ini harus aku lakukan selama dua bulan. Tapi mau bagaimana lagi, kalau kecolongan, boss bisa marah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan ini juga membuat aku tidak bisa jauh dari telepon genggam. Aku harus dapat dihubungi selama 24 jam. Sering kali aku harus membatalkan liburan ke luar kota yang sudah disusun jauh-jauh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini aku belum menulis di surat kabar, tapi keinginan menulis tidak pernah pupus. Begitu pula keinginan untuk terus berada di dunia jurnalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi wartawan memberikan banyak pengalaman, yang nilainya tidak pernah dapat ditukar dengan uang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-7639441149055258537?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/7639441149055258537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=7639441149055258537' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/7639441149055258537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/7639441149055258537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/06/menjadi-wartawan.html' title='MENJADI WARTAWAN'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-9103839227889830625</id><published>2008-05-27T01:18:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T23:27:46.841-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>MUSIK PERMEN KARET</title><content type='html'>&lt;div style="color: #009900; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;eman-teman  sering heran sama selera musikku yang katanya aneh, dan gak cocok sama anak zaman sekarang. Memang semua lagu yang aku dengar, nyaris gak ada yang bisa dinyanyiin oleh mereka kalau lagi nongkrong bareng.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;'Money for nothing' dari Dire Strait, 'Don't give up' dari peter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Gabriel, atau world music semacam Salif Keita adalah contoh lagu-lagu yang akan mereka dengar setiap kali bertandang ke rumahku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Katanya, kok di umur yang 27 bisa suka lagu umuran oom-oom seperti itu. Tipikalnya sih, &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;old school song &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;teman-teman sebaya itu seperti green day, bon jovi, bahkan waktu SMA dulu sempat aku sukai kayak Back Street Boys atau N'Sync. Lalu ingat  kemunculan Britney Spears dan Christina Aguilera, waah, sampe hafal lagu-lagunya.        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur masa&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt; boy band &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;udah lewat, walaupun sekarang kita disuguhin dengan rap dan hip-hop yang gak ketauan dimana bedanya, karena kedengarannya juga sama aja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Pertama datang, wah!  eminem, keren; Black Eye Peas, dengan Fergie nya yang seksi, keren banget; trus P.Diddy dengan gaya bling-blingnya, beda; trus... trus... jadi kebanyakan!&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Aku selalu malu kalau lagi nongkrongin MTV trus tiba-tiba bapakku lewat. Karena i&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;si    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;video clip &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;nya selalu, selalu cewek-cewek yang menari-nari secara sensual dengan celana yang lebih pendek dari garis pantatnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Setelah mengalami ini semua, gimana enggak jiwa ini gak cari pelarian.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Maka, setelah dijelaskan dengan panjang lebar teman-teman jadi mengerti, kenapa, setelah mendengar  yang mereka sebut musik-musik oom-oom, baru kerasa bahwa musik yang aku dengarkan waktu jadi generasi MTV dulu bukan musik, cuma bunyi-bunyian gak penting dan gak berkualitas.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Dari suara si vokalis, aransemen musik, lirik lagu, terutama penghayatan, perasaan waktu lagu itu dinyanyikan, rasanya semua beda dengan musik sekarang.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Aku harus malu, karena aku harus mengakui bahwa aku nyaris tidak tau musik Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Almost nil. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Tapi aku tau sebabnya, ini karena aku sama sekali tidak terkesan dengan musik kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Musiknya sama aja dengan musik barat, pop semua, cuma beda bahasa.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Gak pernah sepi dengar orang-orang mengalunkan 'Makhluk tuhan yang paling seksi' yang dinyanyiin Mulan.  Anak-anak sekarang sedang menggandrungi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Ungu, atau Nidji atau Ratu dan band setengah pop setengah  nge-rock lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Tiba-tiba-tiba aku sadar bahwa di dalam koleksi musikku, aku jadi punya album-album lama KLA Project atau malah Vina Panduwinata.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Dalam suatu perjalanan, seorang teman geleng-geleng kepala waktu mencabut satu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;earphone &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;dari telingaku dia mendengarkan 'Sore Tugu Pancoran'  dari Iwan Fals berdendang disana.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Oya, dangdut memang bukan jenis musik favoritku, tapi, tetap ada dua lagu dangdut kesukaanku, 'Lirikan Matamu' dari A.Rafiq dan 'Kopi Dangdut' dari Fahmi shahab.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Sudah pernah lupa sama lagu-lagu mereka, karena ingatanku terhadap mereka adalah ketika masih pakai seragam merah putih.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Tapi dengan serbuan musik-musik permen karet  yang berada di mana-mana selama lebih satu dasawarsa ini, aku rasa wajar kalau bahkan secara tidak sadar aku kembali, atau mencari musik, yang mampu buat aku semangat, tenang, sedih, senyum. Pokoknya bisa menjadi teman dikala susah dan senang.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Atau mungkin ternyata aku cuma tambah tua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-9103839227889830625?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/9103839227889830625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=9103839227889830625' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/9103839227889830625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/9103839227889830625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/05/musik-permen-karet.html' title='MUSIK PERMEN KARET'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-682746740037851281</id><published>2008-05-13T01:39:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T22:24:49.175-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>10 tahun reformasi</title><content type='html'>&lt;div style="color: #33cc00; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;kind of supporting (secretly hoping)  for all the students to go down the streets again like they do this 2 days and or redo what they did in 98 (but without the army killing). I think this country needs some fixing.'&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;Paragraf itu tercantum di dalam email yang aku kirimkan kepada dua orang teman pagi ini. Satu langsung membalas dengan "Are you crazy or what?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;Bukannya aku ingin agar terjadi lagi kerusuhan '98 dimana orang kehilangan nyawa, perempuan diperkosa, harta benda hilang dibakar dan rasa ketakutan bagi mereka keturunan tionghoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dua hari terakhir ini mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat lainnya kembali turun ke jalan. Aksi ini terjadi di berbagai kota di Indonesia seperti Bandung, Jogjakarta, Makassar dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yel-yel yang diteriakkan oleh ribuan orang yang memperingati 10 tahun reformasi itu antara lain, membuka kembali penyelidikan mahasiswa yang dihilangkan pada tahun 1998, tolak kenaikan BBM dan perbaiki kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta  delapan orang mahasiswa dijadikan tersangka. Polisi mengatakan bahwa mereka melawan petugas dan demonstrasi tanpa ijin. Mereka dapat dijerat dengan pasal 124 KUHP dengan hukuman  8 tahun penjara  karena melakukan perlawanan terhadap petugas secara bersama. Para mahasiswa ini juga dituduh melakukan perusakan barang-barang disekitar lokasi seperti membakar pagar jalan tol, melempar fiber glass , bahkan menutup jalan tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun telah berlalu dari kekacauan bulan Mei 1998. Kekacauan yang diiringi dengan kesuksesan runtuhnya  rezim yang telah membelenggu dan membodohi bangsa Indonesia selama tiga dasawarsa.  Dan selama 10 tahun ini pula kita telah ‘bebas’, walaupun  kata bebas mungkin tidak sepenuhnya layak dipakai. Karena bangsa Indonesia hanya terbebas dari penguasa Suharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat reformasi yang diusung pada tahun 1998 adalah antara lain 1. Mengadili Suharto, keluarga dan kroninya. 2. Mengadili pelanggaran HAM berat dari tahun 1965 dari Aceh, Papua, Timor-Timur, kasus trisakti dan juga kasus semanggi. 3. Mencabut dwifungsi ABRI dan keterlibatan mereka di politik serta menghilangkan bisnis TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataaanya, rakyat bangsa ini tidak lah sepenuhnya terbebas dari belenggu masa lalu, masa orde baru. Tidak satupun dari semangat tersebut yang telah menjadi kenyataan sampai saat ini. Orang-orang yang duduk di dalam pemerintahan juga masih merupakan orang-orang orde baru, atau paling tidak, masih mereka yang mempunyai pemikiran cara orde baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sudah terlihat sedikit perbaikan, korupsi masih merajalela, baik di tingkat petinggi maupun di tingkat bawahan. Polisi masih meminta uang untuk penyelesaian kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling menyedihkan adalah jumlah rakyat miskin yang semakin banyak. Di Koran-koran, di kolom humaniora selalu diceritakan tentang masyarakat yang harus makan nasi aking, guru yang harus nyambi menjadi pemulung, maupun ibu hamil yang meninggal karena tidak mampu membeli makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap ‘orang kecil’  yang pernah ditanyai mengatakan bahwa mereka lebih senang masa sebelum reformasi. “Paling tidak bisa makan normal, zaman Suharto harga barang juga lebih murah” kata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sedikit rasa putus asa mendengar jawaban seperti ini, walaupun dapat dimengerti. Apalah politik bagi orang-orang yang hidupnya hanyalah mencoba untuk menyuapi mulut anak istri mereka. Tidak penting Zaman apakah ini sekarang, tidak penting siapa yang menjadi presiden, yang penting adalah  kebutuhan dasar rakyat dapat dipenuhi, itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memang tidak pernah tahu bahwa bangsa Indonesia menjadi sebobrok ini  akibat Suharto yang sukses tidak pernah sampai ke pengadilan sampai akhir hayatnya. Sistem KKN yang digunakannya telah memporak-porandakan hati nurani pemimpin. Hutang luar negeri juga mencekik kita sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mungkin menjadi ‘Indonesia Baru’ dalam sekejab mata. Kita butuh waktu untuk memperbaiki segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara yang telah rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kini saatnya kita kembali mengayuhkan tongkat estafet. Meneruskan perjuangan mereka yang telah kehilangan anak, istri, suami dan harta benda pada tahun 1998.&lt;br /&gt;Indonesia telah dipimpin oleh 4 kepala Negara sejak saat itu. Walaupun kita mengerti kesulitannya, tapi Bangsa Indonesia memang masih menunggu seorang pemimpin pembaharu. Dia yang dapat menjamin rakyat makan tiga kali sehari, orang tidak lagi tidur di kolong jembatan, nelayan kecil tidak lagi terjerat hutang dan tidak ada lagi ibu yang membakar anaknya akibat putus asa karena kemiskinan.&lt;/span&gt;              &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-682746740037851281?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/682746740037851281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=682746740037851281' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/682746740037851281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/682746740037851281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/05/10-tahun-reformasi.html' title='10 tahun reformasi'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-3146640071559853283</id><published>2008-05-06T23:44:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T22:26:14.392-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita pendek'/><title type='text'>Baik Hati</title><content type='html'>Aku melihat  kebaikan sebuah  hati malam ini. Pemiliknya adalah seorang gadis bernama Gita yang aku kenal sekitar dua tahun lalu, dia adalah tetangga kamar sebelah di kosku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Gita sedang berjalan kaki menuju warung sate &lt;span id="lw_1210141581_0" style="border-bottom-color: rgb(0, 102, 204); border-bottom-style: dashed; border-bottom-width: 1px; cursor: pointer;"&gt;padang&lt;/span&gt; di Jalan Bendungan hilir untuk makan malam. Saat ini bulan purnama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pinggir jalan, di  trotoar persimpangan jalan Sudirman dan Benhil, seorang nenek duduk di bawah payung. Ada kotak besar di depannya, dimana ia menaruh rokok dan berbagai macam permen untuk dijual.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Langkah kami terhenti di depan nenek itu. Gita ingin memberi permen, “Nek, nenek, mau beli permen,”  Kata Gita. Tapi tidak ada respon. Mata si nenek tertutup rapat, kepalanya tersandar di pagar.  Dia tertidur, wajahnya terlihat damai di  tengah bisingnya jalan protokol &lt;span id="lw_1210141581_1" style="border-bottom-color: rgb(0, 102, 204); border-bottom-style: dashed; border-bottom-width: 1px; cursor: pointer;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memanggil beberapa kali, tapi kepalanya tetap rebah.  Ada perasaan tidak tega untuk membangunkan dia. Tapi akhirnya tukang ojek yang mangkal di dekat situ berteriak membangunkan. “Bu, ada yang mau beli!” katanya dengan suara keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ibu itu terbangun, agak sedikit tersentak kaget. Dia minta maaf kepada kami yang berdiri di depannya, tahu bahwa kami menunggu. “Maaf ya neng, saya ketiduran, saya capek, capek, capek ini.” Dia bangun, tapi hanya satu matanya yang memandang ke arah kami. Mata kirinya tetap tertutup, karena penuh dengan kerak kotoran mata.&lt;br /&gt;Sebenarnya, kotoran ada di kedua belah matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dia melayani kami yang ingin membeli permen, “Empat ribu neng” kata ibu penjual yang sudah tua itu. Gita menjulurkan delapan lembar uang ribuan. Dan kami bergegas pergi tanpa menunggu uang kembalian. Tetapi ibu itu memanggil, “Neng! Neng! uangnya kebanyakan!”. Kami  tetap berjalan menjauh. Aku menoleh ke belakang dan melihat dia memandang uang dari Gita. Aku sempat melihat matanya. Mata kanannya tersenyum, seperti juga bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian kecil. Tapi dibawah langit &lt;span id="lw_1210141581_2" style="border-bottom-color: rgb(0, 102, 204); border-bottom-style: dashed; border-bottom-width: 1px; cursor: pointer;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt; yang jarang sekali cerah seperti ini, senyum itu menjadi pemandangan yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertama kali melihat ibu tua itu, aku mengatakan kepada Gita bahwa ibu itu, selalu duduk di tempat yang sama,  siang  malam, hujan panas, dia selalu ada di bawah payung bututnya. Aku tidak pernah melihat dia berbicara, namun dia selalu tersenyum, menyambut dengan gembira ketika ada orang yang mampir untuk membeli rokok atau permen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selagi berjalan pergi darinya, Gita dan aku mencoba memahami, hidup seperti apa yang dijalaninya.&lt;br /&gt;Hidup seperti apa, yang membuat seorang wanita tua seperti itu, yang kelihatan sangat rentan, tapi  pastilah  sangat kuat, untuk menghabiskan waktunya dari pagi sampai malam di sudut jalan.&lt;br /&gt;Dan banyak orang - yang tidak ingin membeli rokok maupun permen- hanya lewat saja. Aku memperhatikan, bahwa mereka tidak melihat dia, mereka lewat begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sore hari itu, aku baru saja membaca Catatan Pinggir oleh Goenawan Muhammad, yang judulnya “Slamet”, yang bercerita tentang seorang penjual kacang kedelai asal Pandeglang yang bunuh diri karena tidak tahan akan hidupnya yang sulit.&lt;br /&gt;Kata Goenawan, Penjual kacang kedelai itu bukanlah orang lemah, tapi orang-orang kecil yang hidupnya menderita seperti itu  tidak protes lagi, karena mereka tahu bahwa mereka tidak terdengar. Jadi mereka hanya mencoba hidup saja, atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang seperti ibu tua penjual permen atau Slamet, penjual kacang kedelai yang bunuh diri, adalah orang-orang yang hanya diperhatikan selama kampanye untuk pemilu saja.&lt;br /&gt;Di negara yang seharusnya kaya  seperti &lt;span id="lw_1210141581_3" style="border-bottom-color: rgb(0, 102, 204); border-bottom-style: dashed; border-bottom-width: 1px; cursor: pointer;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;, seharusnya, aku berharap, kita tidak melihat kemiskinan yang menjerat leher  seperti itu. Tapi memang tidak bisa dipungkiri, memang terjadi.&lt;br /&gt;Dan karena orang-orang di atas sana selalu terlalu sibuk menyelamatkan kursi mereka, Orang-orang kecil ini, hanya bisa berharap dari kebaikan hati. Orang-orang yang mau melihat ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Gita melanjutkan jalan kami, dengan sedikit rasa bersalah,  sampai ke  warung sate padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ps: This was written 21 January 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-3146640071559853283?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/3146640071559853283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=3146640071559853283' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/3146640071559853283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/3146640071559853283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/05/baik-hati.html' title='Baik Hati'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7482722450325729272.post-5230165966941864997</id><published>2008-05-06T23:41:00.000-07:00</published><updated>2009-12-09T22:11:40.030-08:00</updated><title type='text'>Pertama</title><content type='html'>Akhirnya aku coba juga, memberanikan diri untuk coba posting di blog.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482722450325729272-5230165966941864997?l=emscriptorium.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emscriptorium.blogspot.com/feeds/5230165966941864997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7482722450325729272&amp;postID=5230165966941864997' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/5230165966941864997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7482722450325729272/posts/default/5230165966941864997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emscriptorium.blogspot.com/2008/05/pertama.html' title='Pertama'/><author><name>EmyZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06720049910812872036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_i-CPBxh9br0/SCFRc4YSVmI/AAAAAAAAAE8/Xg7L4oWDtKk/S220/air+terjun.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
